Category Archives: Discussion Board
Pemikiran Politik Barat: Locke v.s. Hobbes
John Locke
- Doktrin monarki absolut dianggap sebagai solusi yang terbaik[1]
- Terdapat eberapa perdebatan mengenai kinerja parlemen yang terbentuk dan adanya konflik gereja, (perang tiga puluh tahun antara empire katolik dan empire protestan, pada 1618-1648)
- Fenomena Glorious Revolution, yang mengilhami ‘kekuasaan terbatas’
Anggapan ‘Monarki Absolut’ tidak bisa diterima oleh J Locke (inductive analysis[GER1] )
- Manusia lahir dengan persamaan dan kebebasan yang masih tunduk di bawah hukum alam yang bersifat normatif
- Keadaan alamiah manusia ialah memiliki hak milik, hak hidup, dan kemerdekaan
- Kebutuhan adanya masyarakat politik adalah untuk menjamin hak milik, hak hidup dan kemerdekaan manusia tadi (secara kolektif)
- Masyarakat politik didasari pada kemauan manusia untuk menyerahkan kekuasaan pada tiap diri mereka pada pemerintah yang ada (ke dalam commonwealth-persemakmuran), sehingga yang berhak menarik kesimpulan terhadap segenap pelanggaran yang terjadi adalah masyarakat politik itu tadi, bukan penguasa secara otoriter[2]
- Masyarakat sipil/ politik dibentuk untuk (melayani) kepentingan-kepentingan sipil mereka sendiri, yakni untuk hidup, merdeka, dan bebas
- Sehingga jelaslah, monarki absolut tidak bisa diterima dalam alam pemikiran J Locke
pemikiran John Locke yang lain
- Kondisi alamiah
- Kontrak sosial
- Kekuasaan mayoritas
- Kedudukan agama dan negara
- Keadaan perang: kekerasan yang digunakan terhadap orang lain
- Kekuasaan orang tua (atas anak): sebatas kewajiban semata
[1] Doktrin monarki absolut memiliki akar dari pemikir Thomas Hobbes, yang menyatakan bentuk negara yang menurutnya paling ideal adalah kekuasaan yang terpusat pada satu orang pemimpin saja, tanpa pembagian kekuasaan pada parlemen, karena dikhawatirkan nanti ada pertentangan antara dua kekuasaan yakni antara parlemen dan penguasa itu sendiri sebagaimana yang dialami oleh Thomas Hobbes, dia terpaksa hijrah dari Inggris ke Perancis karena kekacauan antara Raja Inggris saat itu dengan parlemen yang berkuasa;
[2] J Locke menyangkal proposisi oleh T Hobbes
[GER1]
Teori Kontrak Sosial Thomas Hobbes v.s. Teori Kontrak Sosial John Locke
Studi Strategis Indonesia II: Politik Luar Negeri Republik Indonesia
1. Sebagai negara terbesar di kawasan Aisa Tenggara, indonesia memiliki peran signigikan dalam perkembangan ASEAN. Berdasarkan dinamika regional yang terjadi di kawasan, bagaimanakah peran Indonesia dalam mewujudkan ASEAN COMMUNITY?
2. Gambarkan dinamika hubungan luar negeri Indonesia dengan AMerika Serikat! Faktor-faktor apa saja yang menentukan dinamika hubungan tersebut? BErikan analisis secara komprehensif.
3. Terangkan kelemahan politik luar negeri RI dalam kasus terlepasnya Timor timur dari wilayah NKRI.
keterangan:
Ujian Akhir semester Gasal 2009/2010