Category Archives: EKONOMI PEMBANGUNAN

KISI2 Ekonomi Pembangunan

POPULASI DAN PEMBANGUNAN

-          Pertumbuhan penduduk : tantangan → beri makan org banyak, respon → percepatan pertumbuhan eko

-          Tren perubahan kependudukan di indo:

  1. laju pertumbuhan turun
  2. struktur pend menua
  3. prsentase pend kota meningkat
  4. semakin berpendidikan
  5. rentan terkena penyakit
  6. semakin mobile
  7. peningkatan presentase perempuan di pasar kerja
  8. penururnan angka kesempatan kerja

-          dampak positif pertumb:

  1. pasar barang dan jasa meluas
  2. tenaga kerja banyak tersedia
  3. meningkatnya output dan pertumbh

-          Negative:

  1. BILA TENAGA KERJA TDK PRODUKTIF.
  2. MAKIN RENDAH RASIO MANUSIA – LAHAN/RISORSIS.
  3. KALAU PENDAPATAN STAGNAN, PERTUMBUHAN PENDUDUK PESAT, STANDAR HIDUP MEMBURUK.
  4. PENGANGGURAN TERBUKA.
  5. TUNTUTAN LEBIH MEMADAINYA PELAYANAN PENDIDIKAN, PERUMAHAN & KESEHATAN.
  6. APABILA SUPLAI PANGAN TIDAK ELASTIS, TERJADI INFLASI.
  7. MENINGKATNYA RASIO KETERGANTUNGAN PENDUDUK TIDAK BEKERJA.
  8. POLUSI DAN PROBLEM LINGKUNGAN LAINNYA.

-          Argumentasi bersaing milik TODARO

  1. PERTUMBUHAN PENDUDUK BUKAN MASALAH SEBENARNYA→ INTI PERSOALANNYA: KETERBELAKANGAN, PENYUSUTAN SDA & LINGKUNGAN, PENYEBARAN PENDUDUK, POSISI & STATUS KAUM WANITA→ PERTUMBUHAN PENDUDUK MERUPAKAN MASALAH PALSU→ PERTUMBUHAN PENDUDUK JUSTRU DIINGINKAN.
  2. PERTUMBUHAN PENDUDUK ADALAH MASALAH SEBENARNYA → ARGUMENTASI TEORITIS: SIKLUS POPULASI-KEMISKINAN & PENTINGNYA PROGRAM KB. → ARGUMENTASI EMPIRIS: KONSEKUENSI NEGATIF DARI PERTUMBUHAN PENDUDUK YANG PESAT.

-          Faktor pengaruh tingkat fertilitas:

1. variabel eko

2. variabel non eko: bio, psikologis, sosial

 

-          ANAK SEBAGAI ASET UNTUK JAMINAN HARI TUA. ANAK MERUPAKAN INVESTASI YANG BAGUS → solusi: PROGRAM JAMINAN SOSIAL DAN PERLINDUNGAN UNTUK LANSIA TIDAK JALAN

-          Tingkat kelahiran dan pendidikan perempuan: semakin tinggi tingkat penddikan semakin kecil angka kelahiran → ini bukan merup sufficient condition

-          Tingkat kelahiran dan pendapatan: semakin rendah tingkat kelahiran, pendapatan semakin tinggi sementara semakin tinggi tingkat pendapatan semain tinggi pula tingkat kelahiran → terkait ketersediaan tenaga kerja → PERMINTAAN AKAN ANAK SANGAT TERGANTUNG PADA PRICE & INCOME. (SCHULTZ, 1976) semakin tinggi pendapatan suami permintaan anak semain tinggi, semakin semakin tinggi pendapatan istri permintaan anak semakin sedikit

 

 

-          APA YANG BISA DILAKUKAN NEGARA BERKEMBANG?

  1. PILIH POLA KELUARGA KECIL, LANCARKAN PROGRAM KB.
  2. MEMANIPULASI INSENTIF & DISINSENTIF EKONOMI GUNA MENGURANGI JUMLAH ANAK PER KELUARGA.
  3. BERLAKUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TTG. BATAS KEPEMILIKAN ANAK.
  4. NAIKKAN STATUS SOSIAL DAN EKONOMI KAUM WANITA.

-          TINGKAT KELAHIRAN AKAN MENURUN BILA:

  1. TARAF PENDIDIKAN KAUM WANITA MENINGKAT.
  2. KESEMPATAN KERJA UNTUK KAUM WANITA DI SEKTOR NON PERTANIAN MENINGKAT.
  3. PENGHASILAN KELUARGA MENINGKAT.
  4. TINGKAT MORTALITAS BAYI MENURUN.
  5. SISTEM JAMINAN DAN TUNJANGAN HARI TUA TELAH TERCIPTA.
  6. PERLUASAN KESEMPATAN DALAM PENDIDIKAN.

PENGANGGURAN, MIGRASI & URBANISASI

-          FAKTOR PENGARUH RENDAHNYA PENDAPATAN & KEMISKINAN DESA

  1. MINIM RISORSIS DAN TEKNOLOGI.
  2. KONSENTRASI MODAL, LAHAN, DAN TEKNOLOGI.
  3. TINGKAT PENDIDIKAN DAN KEAHLIAN YANG RENDAH.
  4. MIGRASI DESA-KOTA.
  5. KEBIJAKAN BIAS KOTA.
  6. MUNCULNYA FENOMENA KEMISKINAN MUSIMAN.
  7. KERENTANAN KAUM MISKIN DESA.

-          KEBIJAKAN BIAS KOTA

  1. KEBIJAKAN MENAIKKAN HARGA BARANG.
  2. PEMUSATAN INVESTASI DI BIDANG INDUSTRI.
  3. INSENTIF PAJAK & SUBSIDI YG. LEBIH MENDORONG PERTUMBUHAN INDUSTRI

-          MENURUT NAFZIGER

  1. MENAIKKAN HARGA BARANG INDUSTRI.
  2. PEMUSATAN INVESTASI PADA INDUSTRI.
  3. INSENTIF PAJAK DAN SUBSIDI UTK. INDUSTRI.
  4. MENENTUKAN HARGA DI BAWAH PASAR UNTUK MATA UANG ASING.
  5. TARIF DAN PROTEKSI KUOTA UNTUK INDUSTRI.
  6. PELAYANAN PUBLIK DITEKANKAN DI WILAYAH KOTA .

-          URBANISASI → FRIKSI DLM. KELUARGA DAMBAAN AKAN KEHIDUPAN KOTA PESATNYA MOBILITAS SOSIAL  PROSPEK AKAN PEKERJAAN STANDAR HIDUP YANG LEBIH BAIK

-          PENYEBAB MASIFNYA  MIGRASI INTERNAL → DIANUTNYA KEBIJAKAN “BIAS KOTA” → PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN INDUSTRIALISASI TIDAK TERKENDALI DI KOTA → MEMIKATNYA KEHIDUPAN & HARAPAN AKAN ASIMILASI DLM. KEHIDUPAN KOTA

-          KEBIJAKAN PENGURANGAN KEMISKINAN DESA

  1. REFORMASI AGRARIA DAN REDISTRIBUSI LAHAN
  2. JAMIN KEPEMILIKAN DAN HAK
  3. PENGUATAN MODAL
  4. KREDIT
  5. PENELITIAN & TEKNOLOGI
  6. PERLUASAN LAYANAN
  7. AKSES KEPADA AIR DAN INPUT LAIN
  8. TRANSPORTASI
  9. PERBAIKAN PELAYANAN DI DESA
  10. INDUSTRI DESA
  11. HAMBATAN POLITIK
  12. BIOTEKNOLOGI PERTANIAN

-          KEBIJAKAN PEGURANGAN PENGANGGURAN

  1. KEBIJAKAN PENDUDUK
  2. KEBIJAKAN MENGURANGI MIGRASI DESA-KOTA
  3. TEKNOLOGI HARUS TEPAT
  4. KEBIJAKAN PENGURANGAN DISTORSI HARGA
  5. KEBIJAKAN PENDIDIKAN
  6. KEBIJAKAN BERORIENTASI PERTUMBUHAN

-          PENGURANGAN DISTORSI HARGA

  1. PELIBATAN INDUSTRI BERSKALA KECIL
  2. MENGURANGI SUBSIDI UNTUK INVESTOR MODAL
  3. MEREVISI UU TENAGA KERJA
  4. MENGURANGI PROGRAM KEAMANAN SOSIAL
  5. MENINGKATKAN UTILISASI KAPITAL
  6. PENANGGULANGAN KEMISKINAN DESA SUDAH SEMESTINYA BERTITIK TUMPU PADA PEMBANGUNAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI DESA, TERMASUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN KAUM MISKIN DESA.

GLOBALISASI,
PERDAGANGAN, & PEMBANGUNAN

-          GLOBALISASI

  1. OPENNESS
  2. INTERDEPENDENCE
  3. INDIVIDUAL FREEDOM, LIBERTY, EMPOWERMENT
  4. COMPETITIVENESS
  5. WEALTH CREATION
  6. CAPITALISM
  7. INNOVATION
  8. GROWTH
  9. AMERICANIZATION, DOLLARIZATION
  10. CAPITAL FLOWS, MARKETS
  11. PRIVATIZATION
  12. COMPARATIVE ADVANTAGE
  13. EUROPEANISM
  14. HEGEMONY
  15. BRAIN DRAIN
  16. WESTERNIZATION
  17. TRADE
  18. DEVELOPMENT

-          ANTI-GLOBALISASI

  1. KEHILANGAN PEKERJAAN
  2. PENDAPATAN TIDAK TERJAMIN
  3. KEBEBASAN PEKERJA BERKURANG
  4. MERUSAK LINGKUNGAN
  5. EKSPLOITASI ANAK & PEREMPUAN DI NEG. BERKEMBANG
  6. MIGRASI MENGUAT
  7. KETIMPANGAN (INEQUALITIES) TINGGI.

-          GLOBALISASI & KEMISKINAN (BHAGWATI, 2004): ADA GLOBALISASI ADAAKSELERASIPERTUMBUHANEKONOMI→ PENDAPATAN KAUM MISKIN NAIK.

-          GLOBALISASI & NEGARA

  1. AKHIR DARI “NATION STATE” (OHMAE) → BORDERLESS WORLD (OHMAE), THE HOLLOW STATENATION STATE: ‘TOO SMALL TO SOLVE THE BIG PROBLEMS, BUT ALSO TOO LARGE TO SOLVE THE SMALL ONES’. (GIDDENS, 1999)
  2. GLOBALISASI: MELUNTURKAN RASA KEBANGSAAN?
  3. NEGARA BERKEMBANG & MANFAAT GLOBALISASI
  4. PASAR DUNIA: KOMPETITIF & MONOPOLIS
  5. KEKUATAN LOBI NEGARA MAJU
  6. PASAR BEBAS
  7. PERAN WTO DALAM PERDAGANGAN DUNIA

-          KRITIK THD. GLOBALISASI

  1. ASIMETRIS PASAR DUNIA (RODRIK, 2002).
  2. JOSEPH STIGLITZ: PERDAGANGAN DITATA UNTUK MEMAKSIMALKAN KEPENTINGAN MASING-MASING.

-          ASIA TIMUR MAMPU MENGELOLA GLOBALISASI MENURUT CARA MEREKA SENDIRI.

  1. PENGALAMAN CINA & INDIA
  2. BANDINGKAN DENGAN PENGALAMAN DI AMERIKA LATIN

-          PERDAGANGAN DUNIA

  1. LIBERALISASI PERDAGANGAN SEBAGAI MANTRA
  2. DENGAN GLOBALISASI, ADA EKSPANSI PASAR; MENINGKATNYA EFISIENSI PRODUKSI & PERDAGANGAN.
  3. NAMUN, SISTEM PERDAGANGAN DUNIA CENDERUNG MERUGIKAN NEGARA BERKEMBANG (STIGLITZ & CHARLTON, 2006).
  4. PASAR BEBAS TIDAK SEBAGAI PANACEA TIDAK SELAMANYA MEMBAWA OUTCOME POSITIF → BAGAIMANA JIKA ADA KETIDASEMPURNAAN PASAR & KETERBATASAN INFORMASI? → BAGAIMANA JIKA TIDAK ADA PENEGAKAN HUKUM & INSTITUSI YG. EFEKTIF? → BAGAIMANA JIKA KONTROL CENDERUNG MONOPOLISTIK. → BAGAIMANA JIKA TIDAK ADA ALOKASI RISORSIS YG. LEBIH EFISIEN?
  5. PEMERINTAH PUNYA PERAN PENTING DALAM EKONOMI.
  6. DEVELOPMENT ROUNDS DIANGGAP GAGAL:→ PUTARAN URUGUAY; PUTARAN DOHA: NOVEMBER 2001; PERTEMUAN CANCUN: SEPTEMBER 2003.
  7. ASIMETRI KEKUASAAN DALAM NEGOSIASI
  8. DEMOKRASI YANG EKSESIF (HUNTINGTON)
  9. CONCEALED PREFERENCE HYPOTHESIS (AMOS TVERSKY)

-          DILEMA KEBIJAKAN: SEBAIKNYA PRO-GROWTH ATAU PRO-POOR?

-          STIGLITZ (2006):

  1. PROBLEM GLOBALISASI: “CARA MENGELOLA GLOBALISASI”, BUKAN “GLOBALISASI ITU SENDIRI”.
  2. PERLU PERUBAHAN TATA KELOLA (GOVERNANCE).

 

-          GLOBALISASI TAK TERHINDARKAN. YANG PUNYA KEMAMPUAN UNTUK MENGELOLANYA DENGAN LEBIH EFEKTIF AKAN MENDAPATKAN MANFAAT. DILUAR DARI ITU AKAN TETAP TERTINGGAL, BAHKAN MENDERITA.

-          GLOBALISASI BUTUH KEPEMIMPINAN, PERENCANAAN, SUMBER DAYA, & MANAJEMEN (PUBLIK & PRIVAT).

-          YG. TERBAIK: FIGHT BACK ATAU MERESPON UNTUK MENDAPAT KEUNTUNGAN DARI PELUANG DAN MEMINIMALISIR KONSEKUENSI NEGATIF.

-          SAYANGNYA, KEBANYAKAN NEGARA BERKEMBANG TIDAK PUNYA KAPASITAS, RISORSIS, DAN KOMPETENSI YG. CUKUP UNTUK MENGELOLA GLOBALISASI.

-          PRINSIP MENGELOLA PEMERINTAH & PRIVAT:

ETHICS, EQUITY, INCLUSION, HUMAN SECURITY, SUSTAINABILITY, DEVELOPMENT

-          ELEMEN UNTUK AGENDA AKSI:

  1. PERKUAT KEBIJAKAN HUMAN DEVELOPMENT.
  2. PERLU AKSI GLOBAL UNTUK MENGATASI ANCAMAN THD. HUMAN SECURITY.
  3. TINGKATKAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN ERADIKASI KEMISKINAN.
  4. CEGAH MARGINALISASI KAUM MISKIN.

-          GRINDLE: SIKAP NEGARA BERKEMBANG TERHADAP GLOBALISASI:

  1. PEMBUATAN KEBIJAKAN HARUS LEBIH WISE
  2. IMPLEMENTASI HARUS EFEKTIF
  3. HARUS ADA INSTITUSI YANG KAPABEL.

 

 

 

UAS Ekonomi Pembangunan 2010-2011

UAS Ekonomi Pembangunan 2010-2011

  1. uraikan beberapa pendekatan utama dalam pembangungan sejak dekade 1950-2000?
  2. kebijakan apa yang paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di negara berkembanga? jelaskan pertanyaan saudara?
  3. dalam rangka meningkatkan manfaat globalisasi, perubahan apa yang harus dilakukan oleh Negara Berkmebang terkait dengan kebijkana perdagangannya?
  4. kebijakan apa yang perlu diambil oleh pemerintah di negara berkembang untuk mengurangi angka pengangguran?
  5. Hitung Headcount ration, dan Income Gap Ratio?

UTS KISI-KISI EKONOMI PEMBANGUNAN

pendahuluan krisis pembangunan….

1. di negara berkembang, pembangunan sebagai “pedang bermata dua” (two-edged sword), memberikan manfaat sekaligus membawa kerugian & menciptakan konflik nilai (goulet, 1992). 2. pemaksaan false paradigm di negara-negara dunia ketiga. 3. negara maju, ekspansi produksi kapitalisme diiringi industrialisasi yg. eksesif menyebabkan kemunduran kehidupan sosbud. 4. dalam konteks global: ketimpangan ekonomi internasional, saling unjuk kekuatan militer antar negara, bencana lingkungan, dsb.. kritik thd. pembangunan… 1. pembangunan sebagai alat legitimasi berbagai intervensi di negara berkembang. (wolfgang sachs, 1992) 2. neo-marxist: pembangunan sebagai alat untuk melegitimasi dan mendukung kepentingan para borjuis birokrasi (birokrat level atas) dan kelas dominan lain. 3. apakah teori-teori pemb. masih memiliki masa depan ketika tidak ada lagi krisis di dunia ketiga? 4. ketika pembangunan menciptakan masalah global, apakah teori pembangunan berlaku pula bagi negara maju? 5. strategi pengurangan kemiskinan: old wine in new bottles? 6. orang lapar bukan karena kekurangan pangan, tapi sebagai “kegagalan pemberian hak”. 7. perlunya rekonstruksi pembangunan esensi pembangunan… 1. sebagai means atau ends??? 2. transformasi struktural yg mengandaikan perubahan kultural, politik, sosial, dan ekonomi. (hettne) 3. proses perubahan; sesuatu yang natural, berkelanjutan, dan direksional. nilai inti pembangunan… 1. pembangunan harus melihat: i. tingkat kemiskinan? ii. tingkat pengangguran? iii. ketidaksetaraan? (seers, 1977). 2. 3 inti pembangunan: i. kecukupan ii. harga diri iii. kebebasan (goulet) dimensi-dimensi pembangunan 1. economic growth 2. equity 3. capacity 4. authenticity 5. empowerment. (esman, 1991) paradigma pembangunan… 1. negara (era 1950-an) (state-centered strategy); – negara penggerak utama pembangunan ekonomi. – kurang tepat untuk konteks negara berkembang karena terbatasnya kapasitas pemerintah & birokrasi. 2. paradigma pasar (market-based strategy): – profit pendorong pertumbuhan ekonomi. – intervensi pemerintah mereduksi efisiensi ekonomi; terjadi korupsi, & favoritisasi politik. 3. pembangunan dari bawah (development from below). – ada pembangunan partisipatoris; – proses demokrasi ditegakkan; – ada proses pemberdayaan beberapa isu kontemporer… 1. pembangunan manusia 2. brain drain 3. ketahanan pangan 4. jebakan utang 5. transfer teknologi & transformasi pertanian 6. peran lembaga donor (imf) 7. jender & pembangunan 8. globalisasi 9. migrasi & pengangguran kebijakan pembangunan:kompleksitas persoalan 1. muatan politik dalam setiap kebijakan pembangunan 2. ketidaksiapan administrator dalam proses pelaksanaan kebijakan pembangunan 3. lemahnya netralitas birokrasi 4. minimnya informasi tentang kebijakan ttt. kebijakan pembangunan seringkali gagal karena merumuskan masalah yang salah (formulate the wrong problem), ketimbang memilih solusi yang salah (choose the wrong solution). pertumbuhan (growth) ekonomi hanya instrumen – tujuan akhir pembangunan adalah eliminasi kemiskinan dan pemberdayaan kaum miskin. (amartya sen, 1983, 1999) pergeseran paradigma dlm ekpem • era 1950-an: theoretical innovations in de. • era 1960-an: the golden period & era optimisme dalam ekpem. • era 1970-an: a decade of reappraisal. • era 1980-an: a lost decade in development economics. • era 1990-an: the decade of new vision and new direction. mengkaji kinerja ekpem 1. tidak ada kebijakan, strategi, solusi atau teori yg. berlaku universal. 2. tidak ada one-size-fits-all approach sebagai solusi pasti terhadap keterbelakangan. 3. ekpem punya banyak faset & dimensi; karenanya dapat dikaji dari perspektif ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya. 4. ekpem menengahi perbedaan antara mitos & realitas melalui epistemik empirisnya. misal teori maltus: overpopulasi mrp. sebab kemiskinan. ekpem: justru overpopulasi menjadi akibat dari kemiskinan. • masuknya isu ttg. human development dalam ekpem. masa depan ekpem… • amartya k. sen: di dekade lalu, ruang lingkup ekpem terlalu sempit, terbatas pada konsep pertumbuhan & sedikit pada pembangunan. • terjadi parokialisme teoritis dalam diskursus pembangunan: kebijakan pro-pasar (privatisasi, liberalisasi, deregulasi, dsb..) • ke depan ekpem harus menaruh perhatian pada isu: hegemoni kultural, represi politik, ketimpangan pendapatan, dan ketergantungan eksternal. • ekpem mencari solusi thd. sindrom keterbelakangan (underdevelopment) & kemiskinan. • pembangunan = modernitas? • perilaku masy. terjebak oleh budaya tradisional. • disain kebijakan pembangunan yang baik saja tidak cukup. kepemimpinan dan komitmen menjadi esensial dalam proses pembangunan. • good governance & institusi yg. handal hanya satu bagian strategi mendukung pembangunan. • pada akhirnya, harus ada upaya peningkatan mutu sdm dan kapasitas institusi untuk mencapai dan mempertahankan pembangunan ekonomi. • inilah yang harus dipahami sebagai pembangunan.

SEJARAH & KONSEP PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN (EROPASENTRISME) 1. era westphalian - abad 15 dan 16 → dominasi eko dan ketidaksetaraan negara (core) dan (periphery). - tahun 1648: Westphalia → state-formation nation-building →pembangunan = kepentingan nasional. - peniruan bangsa industri oleh bangsa eropa yang lain→ tidak meniru = ketergantungan. - hanya terjadi melalui revolusi yang radikal. 2. penemuan kembali pembangunan - setelah pd ii, eropa hancur → butuh pembangunan → amerika (marshall aid) → tujuannya: menjalankan bretton woods, menahan komunisme, membayar hutang ke AS → keputusan konferensi, keynes: tidak hanya memperhatikan kondisi perekonomian mikro tp jg makro; pembentukan imf dan ibrd (kini bank dunia). - perekonomian dunia terbagi menjadi blok kapitalis (negara barat) dan blok timur (komunisme). - di sini lahir ilmu ekonomi pembangunan → cara pandang negara maju thd negara dunia ketiga. - akhir PD ii, muncul konsep dunia ketiga dg ciri-ciri: 1. pendapatan per kapita rendah; 2. angka harapan hidup rendah; 3. tingkat pendidikan rendah; 4. mayoritas penduduknya petani; dan 5. angka populasi tinggi. 3. akhir era 60-an, muncul perspektif modernisasi. o pembangunan = proses yang evolusioner menuju tahap modern. o modernisasi = transformasi total dari masyarakat tradisional (pre-modern) menjadi organisasi sosial yang dicirikan dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan kestabilan politik seperti yang ada di dunia barat (moore, 1963). - pertumbuhan ekonomi diyakini sebagai driving force. → perubahan sosial dan institusi politik secara simultan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. - sayangnya, hasil tidak seperti yang diharapkan → akhir 60-an, kemiskinan meningkat, utang semakin tumbuh subur, terjadi represi politik, stagnasi ekonomi dan sebagainya. - pembangunan diredefinisi→ ditunjukan oleh reformulasi kaum liberal dan neo-marxist. - pandangan liberal: pembangunan mrp kemajuan menuju tercapainya tujuan (seperti mengeliminasi kemiskinan, ketersediaan tenaga kerja, pengurangan tingkat ketidaksetaraan, dan adanya jaminan bagi ham). - kaum neo-marxist: mengapa sebagian besar negara dunia ketiga gagal membuat transisi menuju ekonomi kapitalis? → lebih pada analisis ekonomi politik →aliran dependensi, misalnya. 1. struktur ekonomi global = sistem yang eksploitatif, “the development of underdevelopment”. 2. negara (core) memaksakan sistem dominasi yang tidak setara terhadap negara periphery→ mel: ancaman, restriksi pasar, dan proteksi industri. - pendekatan neo-populist (kitching, 1982) → berfokus pada usaha berskala kecil, pertanian pangan, dan wilayah pedesaan dan kota-kota kecil ketimbang kota industri → (equity) dikedepankan. →bernard nairobi (1983) dan penolakannya akan westernisasi dan dukungannya kepada budaya lokal di png dan kepulauan pasifik lain. - neo-clasiccal: menolak intervensi pemerintah, alokasi risorsis akan optimal jika bergantung pada pasar. - pembangunan perlu dimaknai kembali dan direjuvenasi. 4. hettne:  pembangunan= transformasi struktural, mengandaikan perubahan kultural, politik, sosial, dan ekonomi → teori pembangunan: 1.erat dg perubahan struktur ek dan pranata sosial, 2. negara sebagai aktor, 3. pembangunan sebagai persoalan nasional, 4. sehingga perhatian dititikberatkan pada pemerintah.

MENGAPA MODEL PEMBANGUNAN BARAT SULIT DITERAPKAN DI NEGARA BERKEMBANG?

1. perbedaan tradisi, sejarah, kondisi masyarakat, dan pola-pola kultural. 2. persoalan yg. dihadapi negara dunia ketiga di abad 20 berbeda dg. yang dialami negara maju di abad 19. karenanya, respon yg. diberikan pun berbeda. 3. dari segi tahap pembangunan, kapitalisme menggantikan feodalisme. kenyataan di negara dunia ketiga bahwa kapitalisme & feodalisme berjalan side by side. 4. berubahnya peta lingkungan internasional. di abad 19, inggris, jepang, dan amerika mampu membangun secara mandiri. namun untuk saat ini hal tersebut tidak memungkinkan. 5. eropasentrisme dalam model pembangunan telah melenceng, bias, dan mendistorsi 6. perspektif pembangunan barat dianggap untuk menjaga agar dunia ketiga tetap berada dalam orbit barat.

REDEFINISI PEMBANGUNAN

1. peningkatan perhatian terhadap sifat pembangunan yang cenderung dekonstruktif. 2. momentum dari munculnya konsep globalisasi. 3. semua masy harus menyesuaikan dengan ekonomi global yang imperatif. IMPLIKASI 1. pemb dilihat sebagai suatu proses global, tidak hanya menyangkut satu dua masyarakat saja. 2. sbg proses global, ada hubungan diantara dinamika endogeneous dan eksogeneous dalam pembangunan.

PEMBANGUNAN SBG PROSES PERUBAHAN - robert nisbet dlm “social change and history”:  konsepsi ttg perubahan selalu didominasi oleh pemikiran barat (1969:21).  pemb mrp hal yang alamiah dan dipengaruhi oleh faktor endogen bagi masy.  pemb di abad 19 cenderung dilahirkan oleh pengaruh dan kondisi eksogen dan proses difusi. mis: pengaruh internasional dan globalisasi. teori ini memandang perubahan sbg sesuatu yg natural, imanent, berkelanjutan, dan direksional.

HAMBATAN PEMBANGUNAN - hambatan internal 1. ketimpangan distribusi pendapatan dan kesejahteraan, kepemilikan lahan 2. rendahnya derajat & efisiensi pemb infrastruktur 3. peran dan tingkat perkembangan sektor perbankan dan pasar finansial 4. sistem pendidikan masih belum efektif 5. ideologi & pengaruhnya pada pola pikir & perilaku 6. faktor endowment sda negara 7. kekuasaan, pengaruh, dan peran pusat, termasuk derajat kebebasan politik dan kekuatan proses demokrasi 8. korupsi politik dan sistem patronasi 9. “kegagalan pasar” yang mendistorsi alokasi risorsis, pembuatan keputusan, & pola pengeluaran. - hambatan eksternal: 1. korporasi transnasional dan multinasional. 2. pembagian kerja internasional dan pola-pola perdagangan internasional. 3. berfungsinya lembaga keuangan internasional, termasuk juga bank dunia dan imf. 4. pengaruh kepentingan geopolitik dan strategis dari kekuasaan ekonomi yang lebih besar. 5. kebijakan ekonomi negara maju, misal: penentuan tarif dalam sistem ekonomi global.

TEORI MODERNISASI karl marx ekonom klasik→ pembangunan ibarat ”fotografi”. → modern: gambar bergerak → dengan mengkaji ”tempat” dan ”proses” perubahannya → sejarah bergerak dari satu tahap ke tahap yang lain → kapitalisme hanyalah satu tahap perkembangan historis masyarakat yang pada akhirnya menuju pada sosialisme. john maynard keynes pasar bebas tidak selamanya menjadi kekuatan positif. kunci utama pertumbuhan adalah investasi → pentingnya peran pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. teori modernisasi - perubahan sosial (social change) - ada continuity dan progress - ada advancement - interelasi nilai ekonomi & sosial melalui nilai individu (misalnya etika kerja) - social differentiation - secularization - cultural modernization: particularism vs universalism; ascribed status vs achieved status; affectivity vs neutraliy; diffuseness vs specificity - bagaimana menjaga sistem sosial agar tetap sehat? Adaptation, goal attainment, integration, pattern maintenance. (parsons) teori modernisasi: teori pembagian kerja internasional - pembangungan harus meleburkan diri ke dalam kegiatan ekonomi dunia agar menguntungkan semua pihak. - spesialisasi produksi sesuai dengan keungulan komparatif → spesialisasi dlm perdagangan internasional. teori modernisasi: teori tabungan & investasi (harrod-domar) - tabungan & investasi menentukan pertumbuhan ekonomi. - pembangunan tentang masalah menambahkan investasi modal. ada keterbelakangan karena kekurangan modal. - tidak mempersoalkan masalah manusia. masalah manusia dianggap sudah tersedia. teori modernisasi: virus an-ach (david mcclelland) - kinerja pekerjaan tergantung pada sikap terhadap pekerjaan. - apakah ada semangat baru yang sempurna? apakah ada keinginan untuk berhasil? - kalau dalam masyarakat ada banyak orang yang memiliki n-ach yang tinggi, diharapkan akan ada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. balanced vs unbalanced growth balanced growth: modal/investasi harus ada dalam berbagai sektor yang saling mendukung satu sama lain. unbalanced growth: investasi hanya ditanam dalam sektor strategis tertentu yang merupakan leading sector; ini akan menciptakan peluang investasi lebih lanjut. (albert o. hirschman, 1958). teori modernisasi: faktor non-ekonomi (bert f. hoselitz) - perubahan kelembagaan sangat penting untuk mendukung proses lepas landas. perubahan ini penting agar pasokan modal menjadi produktif. - pembangunan butuh: o pemasokan modal besar dan perbankan o pemasokan tenaga ahli dan terampil teori manusia modern (alex inkeles & david h. smith) - pembangunan bukan sekadar modal & teknologi. dibutuhkan manusia yang dapat mengembangkan sarana material tersebut supaya jadi produktif. - pendidikan merupakan faktor yang paling efektif teori ketergantungan o raul prebisch: industri subtitusi impor→ amerika latin o negara-negara terbelakang harus melakukan industrialisasi bila mau membangun dirinya. TEORI-TEORI PEMBANGUNAN teori klasik: 1700 – 1800 1. adam smith:  perhatian ditujukan pada “produksi” bukan “perdagangan”.  pelaksanaan sistem diatur oleh “the invisible hand of market”. 2. 2. david ricardo: comparative advantage spesialisasi → produksi lebih efisien → pertumbuhan → risorsis efektif. 3. karl marx • ekonom klasik: pembangunan ibarat ”fotografi”. sebaliknya, pembangunan dianalogikan gambar bergerak: amati fenomena sosial dengan mengkaji ”tempat” dan ”proses” perubahannya. • sejarah bergerak dari satu tahap ke tahap yang lain; karenanya kapitalisme hanyalah satu tahap perkembangan historis masyarakat yang pada akhirnya menuju pada sosialisme. 4. john maynard keynes (1920-an – 1930-an): • pasar bebas tidak selamanya menjadi kekuatan positif. kunci utama pertumbuhan adalah investasi. • pentingnya peran pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. teori pasca-ketergantungan teori liberal – banyak mengkritik teori ketergantungan. – teori liberal mengikuti asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam mendorong pembangunan ekonomi. bill warren: – muncul karena tidak puas dengan teori ketergantungan. – kritiknya: bahwa ada “negara tergantung” yang menunjukkan kemajuan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi setelah pd ii. bahkan kemajuan mengarah pada pembangunan yang mandiri. apa yang diramalkan oleh teori ketergantungan tidak benar. ia membantah inti dari teori ketergantungan bahwa kapitalisme di pusat dan pinggiran berbeda. teori artikulasi – muncul karena ketidakpuasan kepada teori ketergantungan. – sebetulnya kapitalisme di negara pinggiran tidak bisa berkembang karena artikulasi/kombinasi unsur-unsurnya tidak efisien. ada banyak unsur penghambat. – kapitalisme gagal di negara pinggiran karena koeksistensi cara produksi kapitalisme dng cara produksi lainnya bersifat saling menghambat. immanuel wallerstein: teori sistem dunia – dulu dunia dikuasai oleh sistem-sistem kecil atau sistem mini dalam bentuk kerajaan atau bentuk pemerintahan lainnya. – kemudian terjadi penggabungan baik melalui penaklukan secara militer maupun sukarela. – perkembangan teknologi dan bidang lain kemudian memunculkan sistem perekonomian dunia yang menyatu dan merupakan satu-satunya sistem dunia yang ada. – sistem dunia inilah yang merupakan kekuatan yang menggerakkan negara-negara di dunia. teori pembangunan neo-klasik para neoklasik berpendapat bahwa pertumbuhan yang lambat atau negatif merupakan akibat dari alokasi risorsis yang lemah dari harga non pasar serta adanya intervensi yang eksesif dari pemerintah ldcs. kebijakan neoklasik terwujud dalam washington consensus, istilah yang dibuat oleh ekonom john williamson.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers