Category Archives: International Business

UAS KISI KISI BISNIS INTERNASIONAL UNAIR

EVALUASI DAN PEMILIHAN MODUS OPERANDI: CARREFOUR

@ Carrefour yang pertama kali dibuka pada 1960 kini adalah retailer terbesar di Eropa dan Amerika Latin serta kedua terbesar di dunia.

@ Carrefour meningkatkan pertumbuhannya selang 2006-2008: menentukan arah negara ekspansi dan di mana letak toko baru di setiap negara. Termasuk di dalamnya menentukan toko mana yang bekerja di bawah rata-rata dan menutupnya untuk mengalihkan keuntungan potensial di tempat lainnya. misalnya di tahun 2004, 7 toko di Spanyol, Argentina, dan Brazil ditutup.

@ Salah satu kunci dari keberhasilan Carrefour adalah pemilihan lokasi toko-toko mereka dan waktu yang tepat.

@ Operasi hypermarket Carrefour menuai sukses dari awal dan di tahun 2004 ia sudah mengoperasikan 178 hypermarket di seluruh Prancis. Waktu untuk memperkenalkan konsep hypermarket sangat lah sempurna. Operasi supermarket pada mulanya tidak terlalu berkembang di Prancis dan konsumen Prancis sering berbelanja berpindah-pindah outlet. Sedikit agen pengecer yang punya tempat parkir gratis sehingga mereka harus berbelanja lama dan berpindah-pindah toko. Di tahun 1963 banyak keluarga Prancis memiliki mobil, kulkas yang cukup besar untuk suplai mingguan, dan pemasukan tambahan untuk dibelanjakan ke barang non-food. Kemudian wanita-wanita Prancis mulai bekerja dan mereka menginginkan toko dengan satu pemberhentian saja. Itu sebabnya konsumen Prancis memilih hypermarket Carrefour yang menyediakan parkir gratis, dan harga diskon serta pilihan barang yang sangat beragam.

@ Carrefour dan operator hypermarket lainnya sempat menghadapi masalah terhadap ekpansi otoritas pemerintahan Prancis kala itu terkait pembatasan hypermarket baru untuk melindungi bisnis kecil, dan kesenjangan dengan daerah pinggiran → kemudian Carrefour memutuskan untuk beroperasi di luar negara secara internasional.

@ Saat Carrefour memasuki Spanyol dan Belgia, kedua negara tersebut tengah mengalami perubahan gaya hidup serupa dan mereka pun menuai sukses serupa seperti halnya di Prancis.

Sumber:

Wild, J; Wild, Kenneth L.; & Han, Jerry C.Y. 2008. International Business: The Challenges of Globalizations. New Jersey: Parson Prentice Hall

 

BAURAN PEMASARAN

@ menurut Kotler (1997:92) bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.

@ Menurut McCarthy dalam bauran pemasaran (marketing mix) terdapat pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 faktor yang disebut 4P (Kotler, 1992:92).

  1. Product (produk): sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
  2. 2. Price (harga): sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
  3. Place (tempat): berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport.
  4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing. variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Kotler, 1997:604):
    1. Advertising, presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
    2. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
    3. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
    4. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
    5. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

 

Sumber:

Daniels, et.al. 2007. International Business: Environment and operations. New Jersey: Pearson Prentice Hall

 

ORGANISASI DAN MANAJEMEN KORPORASI

@ Tipe kepemimpinan-manajerial (McDaniels & Gitman)

  1. Autokratik
  2. Partisipatif (Konsensus, consultatif)
  3. Free Rain (high tech firms, labs, colleges, and university)

@ Tipe tersebut kemudian diterjemahkan dalam suatu budaya yang berbeda di tiap negara: AS: Fordism, Jepang: Kaizen/ Lean Industry/manufacturing, Korea: Chaebolism.

@ Kaizen:Penyempurnaanberkesinambungan yang melibatkan semua anggota dalam hirarkhi perusaahaan, baik manajemen maupun karyawan (Dr. AB Susanto, Jakarta Consulting Group)

@ Fordism: Budaya bisnis yang menginspirasi untuk produktifitas tinggi dengan standarisasi output, serta spesifikasi kerja dari yang tertinggi sampai yg tidak terlatih. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai efisiensi daripada pemaksimalan keuntungan. Reward material tinggi, tapi tidak pengambilan keputusan (Prof. Fred Thompson, Willametter University).

Sumber: Mbak Irfa ppt

@ Peran manajerial:

  1. Interpersonal: figurehead/ simbol, leader/ pemimpin, laiaison/ penghubung antara internal-eksternal,
  2. Informasi: memonitori/ pemantau/ pengawas, disseminator/ penyebar info, spokeperson/ juru bicara dan
  3. pengambilan keputusan: entrepreneur/ kreatif membuat ide dan kreasi, Disturbance Handler/ mencari solusi, Resource Allocator/ mengalokasikan sumber daya, Negotiator/ bernegosiasi

@ Manajemen→ proses mengarahkan pada perkembangan, perbaikan, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.

@ Manajer→ orang-orang yang bertanggung jawab bagi perkembangan dan dalam melaksanakan proses manajemen.

@ fungsi manajer adalah merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengontrol (Pengukuran performa standart (target), Pengukuran performa, Membandingkan performa aktual dengan standart performa yang dikembangkan , Melakukan evaluasi, Menggunakan informasi)

@ Perencanaan: menentukan apa yang butuh untuk dilakukan, mengidentifikasi kapan dan bagaimana rencana dijalankan, dan menentukan siapa yang harus melakukannya→ strategis, taktikal, operasional, dan perencanaan berkelanjutan.

-          Perencanaan strategis terkait penciptaan perencanaan jangka panjang (1-5 tahun), tujuan ke luar, dan menentukan kebutuhan-kebutuhan sumber daya untuk mencapai tujuan.

-          Perencanaan taktikal adalah memiliki jangka waktu yang lebih pendek (kurang dari setahun) dan tujuannya lebih objektif yang mendukung tujuan strategis yang lebih strategis.

-          Perencanaan operasionalmenciptakan standar spesifik, metode, kebijakan, dan prosedur yang digunakan dalam area fungsional yang spesifik organisasi.

-          Perencanaan berkelanjutan mengidentifikasi tindakan alternatif dari situasi yang tidak biasa atau krisis.

@ Keahlian dalam manajerial dapat dipisahkan dalam tiga kategori dasar: teknikal, hubungan antarmanusia, dan keahlian konseptual.

  1. Teknikal:pengetahuan yang terspesialisasi, terkuasai, dan kemampuan untuk mengetahui bagaimana suatu berjalan
  2. Keahlian hubungan antarmanusia di dalamnya termasuk keahlian untuk memahami tingkah laku manusia, berkomunikasi secara efektif, dan memotivasi orang lain agar berhasil mencapai tujuan tertentu.
  3. Keahlian konseptual adalah kemampuan untuk melihat organisasi secara keseluruhan, memahami bagaimana setiap bagian dalam perusahaan saling bergantung satu sama lainnya, dan mengerti bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan eksteralnya.

@ Top manejerial diharapkan lebih mampu menguasai kemampuan konseptual dan semakin ke bawah, low manejerial diharapkan  mampu menguasai teknikal

@ Peran manajerial dalam organisasi

  1. Merancang kelangsungan operasi perusahaan di masa mendatang
  2. Memberdayakan sumber daya semaksimal mungkin

@ Mengatasi permasalahan yang bersifat kritikal dan emergensi,

@ Sumber: McDaniels, et.al. 2008. The Future of Business. Mason: Thomson South Western

MANAJEMEN SDMANUSIA

@ Mengapa menggunakan ekspatriat: adanya tujuan yang ingin dicapai atau adanya masalah urgensi/ penting

@ Kelebihan ekspatriat:

  1. Lebih sesuai dengan perusahaan home krn sebelumnya mendapat pelatihan
  2. pengendalian dan koordinasi yang baik dalm DMP
  3. Untuk menghimpun kelompok eksekutif berpengalaman internasional

@ Kelemahan ekspatriat:

  1. Urusan perpindahan yang lama dan memakan banyak dana
  2. Pembiayaan keluarga ekspa yang mahal
  3. Tidak memahami betul budaya dan lingkungan host country

@ Kelebihan manajerial local

  1. biaya lebih terjangkau dalam masalah pengangkatan
  2. adanya promosi terhadap para manager lokal→ pengakuan lebih dari masyarakat
  3. lebih memahami budaya dan lingkungan host country

@ kelemahan manajer local

  1. pengendalian koordnisasi & DMP tidak sebaik ekspatriat
  2. cenderung tidak memiliki pengalaman secara internasional

@ gaji ekspatriat:

  1. Host based
  2. Homebased → gaji sesuai negara asal ekspatriat. Misal: ekspatriat AS mendapat bonus dan gaji lebih dari biasanya
  3. Headquarter

@ Hubungan Labour Union dan MNC

1. positif: semakin kuat LU semakin bagus bagi MNC karena dengan demikian ketersedian TK memadai dan mengetahui apa yang diinginkan TK negara tersebut → jepang berjalan harmonis

2. negative; semakin lemah LU semakin lemah tuntutan TK terhadap MNC, gaji lebih rendah: Irlandia (Daniels, 2007)

@ tiga tipe kebijakan penetapan staff dalam perusahaan internasional:

  1. Tipe etnosentrik (negara home perusahaan)
  2. Tipe polisentrik (host country native)
  3. Tipe geosentrik  (banyak negara yang penting pinter ekspatriatnya)

 

 

E-COMMERCE

@ Fungsi internet:

  1. sebagai alat strategi bisnis pemasaran.
  2. perusahaan menjadi lebih hemat dan semakin efektif.
  3. alat untuk meraih pasar baru.

@ Lebih terjangkau dalam masalah penyewaan tempat, pendanaan (produk bisa by demand), dan tenaga kerja

@ Implementasi internet-strategi

  1. Internet Product à meliputi kegunaan web-site sebagai elemen utama dalam promosi produk
  2. Channel Consideration with Internet Marketing à peningkatan efisiensi komunikasi antara seller dan purchaser → pembuatan catalog
  3. marketing tools à memungkinkan penjangkauan target market dengan lebih efisien dan dengan budget yang lebih kecil → memperhatikan jaringan yang digunakan untuk memasarkan barang tersebut di dunia maya
  4. Pricing

 

 

MANAJEMEN SDM

ETIKA BISNIS DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

@ British Pretoleum adalah perusahaan pertama yang pertama kali mengimplementasikan tanggung jawab sosial dengan cara membangun komitmen untuk menyelamatkan lingkungan hidup → Lord Jon Browne

@ CSR? Adalah singkatan dari Corporate Social Responsibility yang mana merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan dengan cara melayani lingkungan hidup walau seringkali diartikan sebagai salah satu bentuk ajang marketing baru di abad 21.

@ pada dasarnya perusahaan hanya berdasar pada tanggung jawab ekonomi dan hukum

@ Tanggung jawab sosial adalah kepedulian perusahaan terhadap suatu isu sosial atau lingkungan.

  1. tanggung jawab etis (menentukan mana yang patut dan tidak patut dikerjakan)
  2. philanthropic responsibility/ kemanusiaan (tanggung jawab terhadap isu-isu kemanusiaan, misalnya bencana alam)

@  Dalam tanggung jawab sosial, terdapat tiga hasil:

  1. illegal dan bertanggung jawab, adalah ketika suatu tindakan melanggar hukum serta merugikan lingkungan sekitar, misalnya tower telkomsel yang dibangun di tengah-tengah pemukiman. Pemerintah lah yang menentukan apa tindakannya masuk dalam kategori legal atau tidak, dan kemudian mengusut permasalahan.
  2. tidak bertanggung jawab namun legal, contohnya sponsor-sponsor rokok di Indonesia yang menyeponsori banyak acara penting di Indonesia seperti olahraga, konser, dan lain sebagainya, bahkan sponsor ditayangkan melalui pesawat televisi di jam umumnya anak-anak melihat televisi.
  3. legal dan bertanggung jawab, adalah apa yang diharapkan, contoh realnya adalah Lifebouy yang sengaja menjual produknya lebih mahal namun konsumen diberitahu bahwa dalam setiap produk yang dibelinya ia turut menyumbang usaha kebersihan bagi toilet SD

@ stakeholder (adalah kepada siapa perusahaan harus bertanggung jawab, termasuk di dalamnya pegawai, konsumen, general public, dan investor)

@  1.Pertanggung jawab kepada pegawainya:

-       cara memastikan mereka mendapatkan pekerjaan dan menikmati hasilnya,

-       di beberapa firma yang baik, mereka bahkan dibebaskan untuk mengembangkan diri dengan memberikan inovatif-inovatif kepada perusahaan.

@ 2. pertanggung jawaban ke kostumer→  memuaskan mereka dengan produk dan jasa layanan perusahaan, menepati janji dan bersikap jujur.

@  3. pertanggungjawaban ke masyarakat → misal dengan membayar pajak tepat waktu sebagai warga negara yang baik, turut dalam perlindungan lingkungan, (misal Toyota yang mengembangkan renewable energy dalam produk terbarunya agar lebih ramah lingkungan), serta turut berkontribusi dalam berbagai isu kemanusiaan melalui dana, bantuan, produk, dan sukarelawan. Pada Agustus 2005 ketika Badai Katrina mengamuk, Abbot, Alcoa, british Petroleum, Dell, Disney, Intel, Motorolla, UPS, Walgreens, dll berkontribusi $100 juta.

@ 4. pertanggungjawaban perusahaan ke investor → Biasanya mereka mengurangi dana investasi pada perusahaan yang memiliki sejarah penyebab polutan, tembakau, persenjataan, dan lain sebagainya terkait masalah etika.

Sumber:

McDaniels, et.al. 2008. Making Ethical Decisions and Managing a Socially Responsible Business. Mason: Thomson South Western

 

 

 

UTS KISI-KISI BERDASAR SILABUS


1. Memahami Bisnis Internasional

- Pengertian binal dan ruang lingkupnya : Bisnis Internasional adalah bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Ketika pasar domestik mengalami kejenuhan dan pertumbuhan penjualan mulai melambat, → mengembangkan bisnis di negara lain→ contoh, McDonald di Rusia, Nike merancang sepatu sepak bola untuk Brasil → memperluas pasarnya, mencari peluang untuk berkembang di negara lain, mengurangi ketergantungan ekonomi di negara asalnya serta mencapai produksi dan distribusi yang ekonomis → missal: General Motor Corp, seiring dengan penurunan pangsa pasar kendaran ringan di Amerika telah mengalihkan penjualannya ke Argentina, Polandia, Cina dan Thailand untuk model-model seperti Opel Corsa.

2. Lingkungan Eksternal Binal

- Pada tahun 1990, negara demi negara mulai mengadopsi mekanisme pasar yang mereduksi peran negara dalam perekonomian, meningkatkan stabilitas makroekonomi, dan meningkatkan pendapatan personal.

- Meningkatnya kekuatan beli konsumen membawa kesuksesan bagi banyak perusahaan multinasional→ misalnya McDonald → pembukaan cabang di Rusia 1990→ lima pasar paling menguntungkan di dunia setelah Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol→ McDonald memecahkan tantangan lingkungan ekonomi USSR → dengan melakukan skoring suplai negara, mengkontrak beberapa item seperti susu, keju chedar, dan daging. Untuk meyakinkan bahwa kualitas suplai cukup memadai, mereka melakukan bantuan dan pendidikan bagi petani dan peternak agar mendapatkan produk sesuai standar mereka. Bagaimanapun seseuai dengan berjalannya waktu McDonald telah membantu mengembangkan pelayanan makanan di Rusia → menarik minat konsumen: dalam perayaan pembukaannya, McDonald tak hanya merefleksikan kentang goreng dan hamburger tetapi juga dipenuhi oleh simbol-simbol politis Soviet, yang kemudian teridentifikasi sebagai usaha Mikhail Gorbachev yang berusaha menggerakkan negaranya dari negara yang state-controlled menuju sebuah ekonomi pasar. → Mendapatkan tenaga kerja di Rusia sangatlah mudah karena dipengaruhi oleh angka pengangguran yang tinggi→          Saat pembukaan pertama McDonald di Rusia, Pengunjung terus menerus berdatangan walaupun harga dari sebuah Big Mac, kentang goreng, dan soft drink sebesar dengan rata-rata penghasilan orang Rusia per 4 jam! → pada perjalanannya McDonald masih terus betahan dalam beberapa krisis Rusia, misalnya pada keruntuhan Uni Soviet di tahun 1991 → Dari sini dapat kita pahami bahwa ketika sebuah perusahaan berencana untuk membuka bisnisnya ke negara lain, ia harus memperhatikan kesejahteraan, pendapatan, stabilitas, kemiskinan, dan lain sebagainya→ dengan menemukan jalan untuk beradaptasi, memahami, dan mengintrepetasikan perubahan dalam ekonomi pasar akan membawa perusahaan multinasional pada kesuksesan besar sebab Perubahan dalam lingkungan ekonomi dapat memberi efek terhadap perubahan beberapa karakteristik. Beberapa bersifat langsung dan beberapa berhubungan dengan lingkungan, perusahaan, dan kompetitor.

- manager memperhatikan dan mengukur kemakmuran suatu negara, pendapatannya, stabilitas sosio politik dan kulturnya, sekaligus tingkat kemiskinan dan sejenisnya[1] → Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi ialah

1. Gross National Income (GNI). GNI mengukur pendapatan berasal dari total produksti domesti dan kegiatan produktsi internasional oleh perushaan nasional. Salah satu bagian penting GNI ialah Gross National Product (GDP). GDP adalah nilai dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu batas wilayah negara dalam satu tahun, meliputi sejumlah yang dihasilkan oleh perusahaan nasional maupun perusahaan asing beroperasi lokal.

2. tingkat perubahan. Perubahan pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu tertentu dalam tahun menjadi indikator potensial menarik investasi asing

3. kekuatan daya beli

4. tingkat kualitas pertumbuhan manusia. Apabila perkiraan pertumbuhan manusia dinilai negatif, maka kemungkinan perusahaan itu hanya berinvestasi jangka pendek saja. Apabila sebaliknya, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut berinvestasi jangka panjang.

- Fitur-fitur ekonomi ekonomi yang mempengarauhi investor asing dalam berinvestasi di negara tujuan.

1. inflasi. Hiperinflasi menyebabkan kecenderungan investasi jangka pendek dan mempengaruhi kemampuan daya beli konsumen

2. pengangguran. Pengangguran apabila tidak diatasi dengan insentif kebijakan yang tepat, pengguran menciptakan tekanan sosial, instabilitas politik, sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi.

3. hutang. Hutang dideskripsikan sebagai kewajiban keuangan pemeirntah meliputi pinjaman dari warganegaranya, amaupun organsiasi asing dan pemerintah asing dan atau institusi internasional. Semakin besar kewajiban tersebut maka perekonomiannya makin tidak stabil.

4. Pertumbuhan ekonomi juga sangat ditentukan oleh pemerataan pendapatan (distribusi pendapatan). mereka berasumsi bahwa pemerataan pendapatan mencerminkan kesuksesan dan sustainbilitas pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, investor lebih positif berinvestasi di suatu negara yang mana tingkat perbedaan distribusi pendapatannya tidak terlalu signifikan.

5. kemiskinan. kemiskinan dinilai menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan dapat menciptakan tindak kriminalitas sekaligus cermin berbagai dampak negatif ekonomi yang tidak bisa diantisipasi oleh negara.

6. keseimbangan pembayaran. Keseimbangan pembayaran umumnya berisi rekaman transaksi internasional suatu negara yang dilakukan oleh pemerintah, perusahaan maupun individu-individu. Balance of Payments (BOP) terdiri dari dua hal yakni current account dan capital account.

Diriview dari:

Wild, John J, Wild, Kenneth L., & Han, Jerry C.Y. 2008. International Business: The Challenges of Globalization. New Jersey: Pearson Practice Hall

3 & 4 PERDAGANGAN INTERNASIONAL I DAN II

-         Perdagangan internasional merupakan tempat di mana konsumen membeli barang dari produsen dari satu negara ke negara lain.

-         Aktivitas perdagangan internasional meliputi sekluruh kegiatan ekonomi global → Pelaku: aktor negara hingga nonegara.

-          Negara mendapatkan keuntungan berupa kenaikan pendapatan perkapita sekaligus pendapatan produk domestik (GDP)

-          Perdagangan internasional memperkenankan negara melakukan spesialisasi industri→  mengefektifkan, mengefisienkan sumber daya alamnya.

-          Bagi liberalisme: perdagangan bebas merupakan momen penting untuk pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, beberapa negara melihat konteks perdagangan internasional dengan konsep sebaliknya: cenderung membatasi perdagangan internasional dengan proteksionisme terhadap banjir impor, termasuk tarif import, kuota impor, antidumping, dan lainnya.

-          Globalisasi diyakini menguntungkan untuk meningkatkan ekonomi suatu negara.

-          apa yang membuat negara berkenan untuk melakukan perdagangan? Berikut penjelasannya → Perdagangan antar negara sudah merupakan bagian sejarah dunia → pertukaran kuda, teh dan budak antara China dan beebrapa daerah di Asia dan Eropa → Orang-orang ekonomi beranggapan bahwa perdangan terjadi secara natural ketika negara-negara menspesialisasikan industrinya.

-          Teori ekonomi menyatakan bahwa keuntungan komparatif di masing-masing era spesialisasi membuat negara semakin untung→ teori keuntungan komparatif, James Harrigan dan Egon Zakrajsek.

-          Apa itu perdagangan internasional: Transaksi perdagangan produsen-konsumen antarnegara (Jeff Borland, 2008), “Trading accross borders” (Donald E Ball, 2004)

-          Mengapa butuh Perdagangan?

  1. Produsen membutuhkan konsumen untuk membeli barang produksinya.
  2. Konsumen membutuhkan produsen untuk memenuhi kebutuhannya.
  3. Perbedaan endowment resourches
  4. Karena proses saling membutuhkan
  5. Perdagangan Internasional terjadi karena suatu negara tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri
  6. Alasan Hubungan Antar Negara Dalam Pola Perdagangan (klasik): memperoleh strategi atau tujuan militer, mendapatkan tanah baru, dan bahkan dalam upaya menyebarkan pengaruh agama. (Jeff Borland, 2008)

-          Dasar Perkembangan Free Trade

  1. absolute advantage atau keuntungan absolut, efisiensi produksi melalui spesialisasi atas barang atau jasa akan menghasilkan harga produksi yang lebih murah dari pada kompetitor, sehingga keuntungan yang dapat diperoleh secara maksimal. (Adam Smith)
  2. keuntungan komparatif atau comparative advantage, yaitu negara masih dapat memperoleh keuntungan meskipun kompetitor mampu menghasilkan harga yang lebih murah. (David Ricardo )

-          Manfaat Fair Trade:

  1. Fair and stable prices
  2. Extra income
  3. Environmental stuff
  4. Stronger position in world markets
  5. Closer links between consumers and producers

-          Peran Negara dalam Perdagangan Internasional:

  1. Liberalis (Adam Smith) à tidak ada. Pasar sebebas-bebasnya! → Contoh kebijakan: monetaris model
  2. Neoliberalis (Keynes) à regulator, kontrol, pengawasan →  ISI (Import substitution industrialization)

REFERENSI

Borland, Jeff. 2008. ‘Internasional Trade’ dalam Microeconomics Case Studies and Application. Melbourne: Cengage Learning Australia

5. SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL (1)

- Fungsi Uang: 1 alat tukar, 2 sebagai store of value, dan 3 sebagai unit dalam akuntansi (Sobel, 2009: 263).

- beberapa cara dalam pengukuran suplai uang yaitu pertama,

1. M1 Money Supply (Sobel, 2009: 265), di mana dalam suatu pasar, uang tidak selalu digunakan sebagai alat tukar langsung untuk membeli barang atau jasa. Cek deposit adalah bentuk lain dari uang yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi. Cek deposit adalah suatu alat pengganti sementara dari uang. Terdapat dua macam cek deposit yaitu unlimited deposit dan limited deposit. Jadi dalam pengukuran M1 terkait dalam tiga hal: suplai uang yang tersirkulasi saat ini, cek deposit, dan traveler’s check.

2. broader M2 money supply, yang terdiri M1 ditambah dengan saving deposit, time deposit kurang dari $100,000, dan money market mutual fund. Kemudian satu lagi inovasi yang ditemukan dalam mempermudah transaksi adalah kartu kredit – ketersediaan uang berdasarkan pinjaman.

- pentingnya Bisnis perbankan: Alokasi yang efisien yang dilakukan oleh bank untuk dana investasi merupakan sumber penting dalam pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap para peminjam dana harus dilakukan dengan benar oleh pihak bank, agar tidak terjadi kerugian yang akan ditanggung oleh bank tersebut.

- Sistem perbankan saat ini hampir sama dengan sistem goldsmith – yang memperluas penyebaran mata uangnya melalui pinjaman. Di Amerika misalnya, saat ini ia menggunakan sistem fractional reserve bank yang memperbolehkan bank menyimpan kurang dari 100% deposit mereka untuk digunakan dalam bentuk required reserve – vault cash dan lainnya.

- Industri perbankan juga memiliki perbedaan dengan sistem goldsmiths, diantaranya adalah aksi bank-bank individual itu, saat ini, diatur oleh bank sentral. Bank sentral diharuskan untuk mengikuti kebijakan yang dibuat untuk memajukan ekonomi yang sehat. Jika suatu bank gagal dalam melaksanakan kegiatannya, maka yang dirugikan tidak hanya pemilik bank dan pegawainya saja, namun juga para debitor yang terlibat dalam kegiatan bank tersebut. Untuk mengatasi kegagalan bank tersebut, pada tahun 1930an dibentuk FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation), di mana para nasabah akan mendapatkan garansi dari transaksi yang dilakukan apabila bank tersebut mengalami kegagalan. Akhirnya, kegagalan bank pun jarang ditemui lagi.

- Keberadaan jumlah uang di sebagian besar negara biasanya dikontrol terutama oleh pemerintah lewat bank pusat. Tujuan utamanya adalah untuk meregulasi suplai uang dan menyediakan kebijakan iklim moneter yang terbaik bagi seluruh perekonomian. Pusat dari penciptaan kebijakan adalah – biasa disebut dengan – board of governors. Ia menyediakan aturan dan regulasi yang mempengaruhi di segala insttusi deposit. Diciptakan pula federal reserve district bank yang bertanggung jawab dalam memonitori bank komersial di daerah masing-masing.

- Salah satu fungsi bank sentral khususnya di Amerika Serikat adalah meregulasi arus uang di dalam negeri, karena itu, The Fed memiliki The Federal Open Market Committee sebagai komite pelaksana tata regulasi tersebut. Komite ini yang merumuskan kebijakan yang diambil bank sentral, apakah menjual atau membeli obligasi negara sebagai upaya mengatur arus uang. Karena besarnya pengaruh kebijakan yang diambil, komite ini terdiri dari 7 anggota Board of Governors, presiden dari bank sentral di distrik New York, dan 4 dari 11 presiden di distrik lain.

- Bank sentral ini harus bebas dari kepentingan, misalnya di AS, dengan cara: pertama, panjangnya masa tugas pejabat bank yang mengharuskan pejabat bebas dari tekanan politik. Kedua, setiap pejabat baru ditunjuk dalam masa 2 tahunan dan melampaui masa kepresidenan, sehingga The Fed memiliki wewenang sendiri dalam memutuskan. Ketiga, The Fed mampu menghasilkan aset sendiri tanpa bergantung alokasi dari budget pemerintah. Keempat, The Fed terbebas dari pemeriksaan audit dari General Accounting Office. Di Jepang, Inggris, dan Kanada, peran bank sentral juga terbebas dari pengaruh eksekutif dan legislatif di dalamnya. Akan tetapi, di negara-negara seperti Amerika Latin bahkan Indonesia sendiri, kebijakan politis elit seringkali mempengaruhi secara langsung kebijakan yang diambil bank sentral.

- Bagaimanakan Fed megatur suplai uang? Ada tiga cara: pertama melalui reserve requirement, open market operations – jual beli obligasi, dan yang ketiga adalah discount rate and federal fund ratepembayaran bunga pinjaman serta pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral terhadap bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. Peminjaman uang kepada bank sentral sifatnya hanyalah sementara.

- Perubahan nature of money saat ini bergerak menuju kepada penggunaan mata uang yang lebih sedikit. Beberapa negara Amerika mulai mengadopsi mata uang dollar AS, beberapa negara Eropa mulai mengadopsi Euro, dan negara-negara Asia semakin bergerak ke mata uang dominan Yen Jepang dan Yuan milik Cina. Dengan demikian perlahan-lahan dunia akan menciptakan harga yang lebih stabil, dan semakin mereduksi cost transaksi. Namun keburukannya, ia juga mereduksi reliabilitas terhadap beragam pengukuran suplai uang dan juga mengaburkan meaning of money.

Diriview dari:

Sobel, Russell S. 2009. Understandng Economic: Money and Banking System. Mason: South Western Cengage Learning

Keyword:

APA ITU UANG?

ž  Uang sebagai medium of exchange

ž  Uang sebagai store of value

ž  uang sebagai unit of account

BAGAIMANA SUPLAI UANG MEMPENGARUHI VALUE-NYA?

Keberadaan jumlah uang dikontrol terutama oleh pemerintah lewat bank pusat.

BAGAIMANA SUPLAI UANG DIUKUR

ž  Suplai uang M1

  1. Sirkulasi sekarang
  2. Deposit yang tersedia dalam institusi deposit
  3. Traveler’s check

ž  Suplai uang Broader M2

  1. Deposit yang disimpan
  2. Time deposit dalam institusi
  3. Money market mutual fund shares

ž  Kartu Kredit vs Uang à uang yg didapat dari pinjaman

BISNIS PERBANKAN

ž  Sistem perbankan merupakan komponen penting dalam pasar modal.

ž  Kegiatan yang dilakukan : membantu orang- orang yang ingin menyimpan uangnya ataupun membantu orang yang ingin meminjam dana untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan.

ž  Sumber utama pendapatan bank berasal dari pinjaman yang mereka lakukan.

ž  Alokasi yang efisien yang dilakukan oleh bank untuk dana investasi merupakan sumber penting dalam pertumbuhan ekonomi.

FRACTINAL RESERVE BANKING

ž  Secara prinsip sistem perbankan saat ini sama dengan sistem goldsmith

ž  US saat ini menggunakan sistem fractional reserve banking à sistem yang memperbolehkan bank untuk menyimpan kurang dari 100% deposit mereka dalam bentuk vault cash dan lainnya à required reserved

BANK RUNS, BANK FAILURES & INSURANSI DEPOSIT

ž  Bank runs à kepanikan nasabah menarik uangnya karena kehilangan kepercayaan à sementara dalam fractional reserve, jumlah uang tidak memadai à Bank Failure

ž   Bank Failure di AS 1920-1930 à federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) 1934 à menjamin deposit nasabah bank sampai batas 100.000 $ per akun à menambah kepercayaan

ž  Bank Failure sekarang jarang terjadi

FEDERAL RESERVE SYSTEM

ž  Structure of the Fed

ž  The Board of Governos

ž  The Federal Reserve District Banks

ž  The Federal Open market Committee

ž  The independence of the Fed

BAGAIMANA FED MENGKONTROL SUPLAI UANG

ž  Mengadakan reserve requirement

ž  Membeli dan menjual U.S Security di Open market

ž  Mengatur suku bunga  à discount rate dan federal funds rate

PERUBAHAN NATURE OF MONEY DI SELURUH DUNIA

ž  Euro à januari 2002, terdapat satu pertukaran mata uang antarnegara (12 negara) Eropa yang disebut Euro à diatur oleh bak sentral European Central Bank (ECB) à ECB juga mengatur kebijakan antar12 negara tersebut à tujuannya untuk mereduksi cost transaksi antarnegara, memciptakan harga yang stabil, dan men-challenge penggunaan dollar dan yen

ž  Pergerakan menuju currencies yang lebih sedikit à sepertinya dollar AS akan menjadi mata uang dominan di Amerika, Euro di Eropa, yen jepang dan yuan cina di Asia

Sobel, Russel S. 2009. Understanding Economic. Mason: South Western Cengage Learning

SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL (2)

-          Pasar uang bekerja dalam menyediakan mekanisme bagi mereka yang hendak meminjam atau mengivestasikan uang secara efisien[2]. Pasar uang bekerja dengan membantu individual maupun institusi untuk meminjam uang yang individual dan institusi lain berkenan meminjamkan[3]. Institusi tersebut dapat berbentuk bank komersial dan bank investasi.

-          Pasar uang bekerja sebagai gabungan peminjam dan pemberi pinjaman dalam pasar keuangan nasional yang berbeda.

-          Pebisnis umumnya tertarik mencermati nilai tukar dalam kurun waktu tertentu karena perubahan nilai tukar mempengaruhi secara langsung transaksi internasional[4].

-          Pasar finansial bergerak secara fenomenal sejak 1980 yang mana ideologi dominan yang berkembang saat itu berasal dari pemikiran Adam Smith tentang “invisible hand”

-          Wallstreet, Nasdaq, dan The City di London menjadi sentralisasi bursa saham dunia yang bergerak sangat dinamis. Angka transaksi uang yang beredar di pasar modal jauh lebih besar ketimbang yang berputar di masyarakat. Padahal, aset finansial hanya klaim di atas kertas atas aset riil dan aset produktif.

-          Pergerakannya yang sangat dinamis dengan ekuitas yang melebihi suplai uang yang beredar di masyarakat mengakibatkan transaksi antara konsumen dan produsen dalam dunia investasi mustahil terkontrol. Baik negara maupun organisasi internasional institusi moneter tidak memiliki kuasa dan wewenang untuk mengendalikan fluktuasi bursa saham → Greenspan (2007): terdapat keterbatasan regulasi karena regulator sering tidak mengetahui sumber krisis dan tidak tahu menahu. Bahkan bank Sentral Amerika, The Fed, tidak mampu menjelaskan apabila terjadi anomali pasar. Upaya mengatasi problema yang melanda sering dilakukan dengan data tidak lengkap, tidak akurat, tidak logis, dan tidak kuat secara hukum[5].

-          Kerja sama regulasi global dibutuhkan sebagai upaya antisipasi dampak negatif lalu lintas pasar global. Di sinilah urgensi peran pemerintah dan otoritas moneter guna memonitor dan mengendalikan pasar finansial global—seperti menetapkan capital control—untuk mendukung kebijakan ekonomi global[6].

Cahyono, Imam. 2008. Misteri Globalisasi Finansial. Kompas. [Online] 02 Januari 2008. [Dikutip: 25 Oktober 2010.] http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.01..

John D. Daniels, Lee H. radebaugh,, and Daniel P. Sullivan. 2007. International Business: environment and Operations. New Jersey : Pearson Prentice Hall, 2007.

 

7. PENANAMAN MODAL ASING LANGSUNG

Apakah FDI itu?

-       FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri → sebuah perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain → perusahaan yang ada di negara asal (biasa disebut ‘home country’) bisa mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (biasa disebut ‘host country’) baik sebagian atau seluruhnya→ Caranya dengan si penanam modal membeli perusahaan di luar negeri yang sudah ada atau menyediakan modal untuk membangun perusahaan baru di sana atau membeli sahamnya sekurangnya 10%.

-       FDI terkait dengan investasi aset-aset produktif, misalnya pembelian atau konstruksi sebuah pabrik, pembelian tanah, peralatan atau bangunan; atau konstruksi peralatan atau bangunan yang baru yang dilakukan oleh perusahaan asing. Penanaman kembali modal (reinvestment) dari pendapatan perusahaan dan penyediaan pinjaman jangka pendek dan panjang antara perusahaan induk dan perusahaan anak atau afiliasinya juga dikategorikan sebagai investasi langsung. Kini mulai muncul corak-corak baru dalam FDI seperti pemberian lisensi atas penggunaan teknologi tinggi.

-       Sebagian besar FDI ini merupakan kepemilikan penuh atau hampir penuh dari sebuah perusahaan. Termasuk juga perusahaan-perusahaan yang dimiliki bersama (joint ventures) dan aliansi strategis dengan perusahaan-perusahaan lokal. Joint ventures yang melibatkan tiga pihak atau lebih biasanya disebut sindikasi (atau ‘syndicates’) dan biasanya dibentuk untuk proyek tertentu seperti konstruksi skala luas atau proyek pekerjaan umum yang melibatkan dan membutuhkan berbagai jenis keahlian dan sumberdaya. Istilah FDI biasanya tidak mencakup investasi asing di bursa saham.

-       FDI memainkan peran penting dalam proses internasionalisasi bisnis. Perubahan yang sangat besar telah terjadi baik dari segi ukuran, cakupan, dan metode FDI dalam dekade terakhir. Perubahan-perubahan ini terjadi karena perkembangan teknologi, pengurangan pembatasan bagi investasi asing dan akuisisi di banyak negara, serta deregulasi dan privatisasi di berbagai industri. Berkembangnya sistem teknologi informasi serta komunikasi global yang makin murah memungkinkan manajemen investasi asing dilakukan dengan jauh lebih mudah.

-       Pengaruh terbesar FDI ini ada di negara-negara berkembang, dimana aliran FDI telah meningkat pesat dari rata-rata di bawah $10 milyar pada tahun 1970an menjadi lebih dari $200 milyar pada tahun 1999. Jumlah FDI di ‘Dunia Ketiga’ kini mencapai hampir seperempat FDI global. Di antara negara-negara lainnya, Cina adalah negara tuan rumah terbesar bagi FDI. Perusahaan-perusahaan multinasional besar dan konglomerat-konglomerat masih menjadi bagian terbesar dari FDI (sumber: UNCTAD). Negara-negara ASEAN dengan penghasilan menengah seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina kini tengah menghadapi tantangan utama untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik mereka sebagai tuan rumah bagi FDI dalam lingkungan ekonomi yang berubah dengan pesat.

-       Patut dicatat pula bahwa dana Bantuan Pembangunan Luar Negeri atau ODA (Overseas Development Assistance) dulunya adalah sumber utama dana pembangunan di banyak negara berkembang. Namun, pada tahun 2000 total ODA hanya tinggal setengah dari jumlahnya sebelum tahun 1990an. Pembiayaan swasta (privat), melalui FDI, telah menjadi sumber terbesar dari dana ‘pembangunan’. Peningkatan luarbiasa FDI ini adalah akibat dari pertumbuhan pesat perusahaan-perusahaan transnasional dalam ekonomi global. Dari hanya sekitar 7.000 perusahaan multinasional di tahun 1960, angka itu melejit melampaui 63.000 dengan sekitar 690.000 afiliasi atau cabang menjelang akhir tahun 1990an. Lebih dari 75% dari perusahaan-perusahaan ini berasal dari negara maju di Eropa Barat dan Amerika Utara, sementara perusahaan-perusahaan subsider(cabang)nya beroperasi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Inilah gambaran sektor privat yang diperkirakan menguasai lebih dari duapertiga perdagangan internasional.

-       Pemerintah sangat memberi perhatiaan pada FDI karena aliran investasi masuk dan keluar dari negara mereka bisa mempunyai akibat yang signifikan. Para ekonom menganggap FDI sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi karena memberi kontribusi pada ukuran-ukuran ekonomi nasional seperti Produk Domestik Bruto (PDB/GDP), Gross Fixed Capital Formation (GFCF, total investasi dalam ekonomi negara tuan rumah) dan saldo pembayaran. Mereka juga berpendapat bahwa FDI mendorong pembangunan karena-bagi negara tuan rumah atau perusahaan lokal yang menerima investasi itu-FDI menjadi sumber tumbuhnya teknologi, proses, produk sistem organisasi, dan ketrampilan manajemen yang baru. Lebih lanjut, FDI juga membuka pasar dan jalur pemasaran yang baru bagi perusahaan, fasilitas produksi yang lebih murah dan akses pada teknologi, produk, ketrampilan, dan pendanaan yang baru.

-       Mereka yang menentang mencatat bahwa FDI memberi makna lain pada ungkapan “Berpikir global, bertindak lokal” (‘Think globally, act locally’). Mereka berpendapat bahwa FDI lebih menguntungkan negara asal (negara dari mana investasi itu ditanamkan) daripada negara tuan rumah (negara tujuan dimana investasi itu ditanamkan). Konglomerat-konglomerat multinasional dapat menggunakan kekuasaan mereka yang besar terhadap ekonomi-ekonomi yang lebih kecil dan lebih lemah. Mereka bisa menghabisi kompetisi lokal. FDI bisa membuat sebuah pabrik meningkatkan kapasitas produksi totalnya (seringkali juga dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada di negara asalnya); membawa produknya lebih dekat ke pasar-pasar luar negeri; membuka kantor-kantor penjualan lokal di negara tuan rumah; berkelit dari berbagai ‘hambatan dagang’ (trade barriers) dan menghindari tekanan pemerintah luar negeri pada produksi lokal.

-       Lobi melawan FDI bisa dilakukan para pengkampanye dengan membuat perusahaan-perusahaan tersebut tahu risiko finansial atas investasi mereka dalam produksi yang tidak berkelanjutan secara sosial maupun lingkungan. Sejarah konflik atau catatan buruk pelanggaran hak asasi manusia di daerah tertentu negara tuan rumah dimana investasi asing hendak ditujukan membuat perusahaan lebih sulit mendapatkan jaminan atas risiko politik. Perusahaan multinasional seharusnya juga ditekan untuk mengadaptasi standar internasional tertinggi atas hak-hak masyarakat adat, dampak lingkungan, dan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja. Inisiatif-inisiatif PBB seperti Global Compact, Equator Principles, dan prinsip-prinsip tatakelola korporasi dari OECD bisa digunakan untuk membuat bank dan agen pembiayaan lain menghentikan pembiayaan investasi yang secara sosial atau lingkungan merusak. Banyak perusahaan lain kini mempunyai panduan tanggung jawab sosial korporasi-nya masing-masing. Aksi langsung di dalam dan di seputar berlangsungnya RUT (Rapat Umum Tahunan) pemegang saham perusahaan-perusahaan internasional juga terbukti menjadi alat yang efektif untuk menghasilkan publisitas.

-       Salah satu kemungkinan mempengaruhi investasi asing adalah dengan mendorong investasi etis atau investasi yang bertanggungjawab secara sosial, yang biasa disebut SRI (Socially Responsible Investment). Walaupun belum menjadi arus utama, pasar SRI telah meningkat secara berarti. Di Inggris, SRI telah mencapai £7,1 milyar. Di AS, skema investasi etis telah mencapai US$153 milyar menjelang tahun 2000, sebuah peningkatan pesat dari US$12 milyar pada tahun 1995. Menurut laporan, sekitar 12% dari investasi total yang dikelola di AS adalah bagian dari skema SRI.

Sumber:
www.going-global.com/articles/understanding_foreign_direct_investment.htm dan

www.jubileedebtcampaign.org.uk/

 


[1] Anonim. Environmental Economic. (unknown: unknown, 2010), p.xx.

[2] John D Daniels, et.al, (2007), International Business: Environment and Operations, Prentice hall, New Jersey, p. 248

[3] Ibid., p. 248

[4] Ibid., p. 269

[5] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[6] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

 

MENCIPTAKAN KEPUTUSAN ETIS DAN MENATA TANGGUNG JAWAB BISNIS SOSIAL

 

Devania Anesya/ 070810535

 

British Pretoleum adalah perusahaan pertama yang pertama kali mengimplementasikan tanggung jawab sosial dengan cara membangun komitmen untuk menyelamatkan lingkungan hidup. Lord Jon Browne, sebagai pemimpin perusahaan terbesar di dunia nomor dua, masuk ke dalam jajaran 100 orang paling berpengaruh versi majalah Times Inggris.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan CSR? Adalah singkatan dari Corporate Social Responsibility yang mana merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan dengan cara melayani lingkungan hidup walau seringkali diartikan sebagai salah satu bentuk sarana promosi baru di abad 21.

Tanggung jawab sosial adalah kepedulian perusahaan terhadap suatu isu sosial atau lingkungan. Jika pada dasarnya perusahaan hanya berdasar pada tanggung jawab ekonomi dan hukum, ada tanggung jawab lain di atas itu semua, yakni tanggung jawab etis (perusahaan diharapkan mampu menentukan mana yang patut dan tidak patut dikerjakan) dan philanthropic responsibiliter/ tanggung jawab kemanusiaan (yakni tanggung jawab perusahaan terhadap isu-isu kemanusiaan, misalnya bencana alam).

Dalam tanggung jawab sosial, terdapat tiga hasil: illegal dan tidak bertanggung jawab, tidak bertanggung jawab namun legal, dan legal sekaligus bertanggung jawab. Dalam illegal dan bertanggung jawab, adalah ketika suatu tindakan melanggar hukum serta merugikan lingkungan sekitar, misalnya tower telkomsel yang dibangun di tengah-tengah pemukiman dan menyebabkan beberapa penduduk sekitar mengalami kerusakan fisik/ mental adalah contoh dari tindakan ini. Pemerintah lah yang menentukan apa tindakannya masuk dalam kategori legal atau tidak, dan kemudian mengusut permasalahan. Dalam kategori kedua, tidak bertanggung jawab namun legal, contohnya dapat kita lihat dalam sponsor-sponsor rokok di Indonesia yang menyeponsori banyak acara penting di Indonesia seperti olahraga, konser, dan lain sebagainya, bahkan sponsor ditayangkan melalui pesawat televisi di jam umumnya anak-anak melihat televisi. Dan yang terakhir, legal dan bertanggung jawab, adalah apa yang diharapkan, contoh realnya adalaha Aqua yang sengaja menjual produknya lebih mahal namun konsumen diberitahu bahwa dalam setiap botol produk yang dibelinya ia turut menyumbang satu liter air bersih bagi penduduk yang kesusahan.

Kemudian apa saja pertanggung jawaban yang harus diberikan oleh stakeholder (adalah kepada siapa perusahaan harus bertanggung jawab, termasuk di dalamnya pegawai, konsumen, general public, dan investor)? Pertanggung jawab kepada pegawainya adalah dengan cara memastikan mereka mendapatkan pekerjaan dan menikmati hasilnya, di beberapa firma yang baik, mereka bahkan dibebaskan untuk mengembangkan diri dengan memberikan inovatif-inovatif kepada perusahaan. Yang kedua adalah pertanggung jawaban ke kostumer, yakni dengan cara memuaskan mereka dengan produk dan jasa layanan perusahaan, menepati janji dan bersikap jujur. Yang ketiga adalah pertanggungjawaban ke masyarakat. Ada beberapa cara dalam menjalani tingkah laku ini, misal dengan membayar pajak tepat waktu sebagai warga negara yang baik, turut dalam perlindungan lingkungan, (misal Toyota yang mengembangkan renewable energy dalam produk terbarunya agar lebih ramah lingkungan), serta turut berkontribusi dalam berbagai isu kemanusiaan melalui dana, bantuan, produk, dan sukarelawan. Pada Agustus 2005 ketika Badai Katrina mengamuk, Abbot, Alcoa, british Petroleum, Dell, Disney, Intel, Motorolla, UPS, Walgreens, dll berkontribusi $100 juta.

Yang terakhir adalah bentuk pertanggungjawaban perusahaan ke investor. Adanya investasi sosial yang mana membatasi investasi keamanan pada perusahaan yang diyakini investor terkait tanggung jawab etis dan sosial mereka. Biasanya mereka mengurangi dana investasi pada perusahaan yang memiliki sejarah penyebab polutan, tembakau, persenjataan, dan lain sebagainya terkait masalah etika. Beberapa batasan juga diberikan pada pemerintah, biasanya ketika pemerintah melakukan pendanaan pada perusahaan persenjataan. Namun beberapa investor lainnya merasa bebas membeli keamanan negaranya.

Akhir kata, CSR adalah sesuatu yang memiliki berbagai pemahaman dalam menjalankan dan mencapai tujuannya. Beberapa mengatakan itu adalah suatu bentuk kepedulian, beberapa itu adalah suatu bentuk pengembalian, dan sisanya menganggap CSR tak lebih dari salah satu bentuk ajang promosi yang efektif. Di luar itu semua, penulis berfikir cukup sederhana bahwasanya CSR adalah apa yang harus dan seharusnya diberikkan perusahaan kepada lingkungan karena perusahaan (dalam tindakan pertanggungjawaban ekonominya) turut menyumbang dalam berbagai masalah kerusakaan lingkungan yang merugikan masyarakat pada umumnya.

 

Sumber:

McDaniels, et.al. 2008. Making Ethical Decisions and Managing a Socially Responsible Business. Mason: Thomson South Western

 

ORGANISASI DAN MANAJEMEN KORPORASI

 

Devania Anesya/ 070810535

 

Manajemen adalah proses mengarahkan pada perkembangan, perbaikan, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Manajer adalah orang-orang yang bertanggung jawab bagi perkembangan dan dalam melaksanakan proses manajemen. Ketakutan utama fungsi manajer adalah merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengontrol. Dengan menggunakan empat fungsi tersebut, manajer akan bekerja untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan pegawai mereka, proses, proyek, dan organisasi secara keseluruhan.

Perencanaan adalah menentukan apa yang butuh untuk dilakukan, mengidentifikasi kapan dan bagaimana rencana dijalankan, dan menentukan siapa yang harus melakukannya. Manajer menggunakan empat macam tipe perencanaan: strategis, taktikal, operasional, dan perencanaan berkelanjutan. Perencanaan strategis terkait penciptaan perencanaan jangka panjang (1-5 tahun), tujuan ke luar, dan menentukan kebutuhan-kebutuhan sumber daya untuk mencapai tujuan. Perencanaan taktikal adalah memiliki jangka waktu yang lebih pendek (kurang dari setahun) dan tujuannya lebih objektif yang mendukung tujuan strategis yang lebih strategis. Perencanaan operasional menciptakan standar spesifik, metode, kebijakan, dan prosedur yang digunakan dalam area fungsional yang spesifik organisasi. Perencanaan berkelanjutan mengidentifikasi tindakan alternatif dari situasi yang tidak biasa atau krisis.

Lalu apakah fungsi utama manajer dalam sebuah organisasi? Organisasi terkait mengkoordinasi dan mengalokasi sebuah sumber daya firma untuk melaksanakan perencanaan. Di dalamnya meliputi pengembangan sturktur bagi orang-orang, posisi, departemen, dan aktivitas firma. Fungsi ini terpenuhi dengan memisahkan/ menentukan tugas divisi pekerja, mengelompokkan kerja, dan pegawai.

Manajer memiliki beberapa tipe kepemimpinan dalam sebuah organisasi yang mana sikapnya berisi nilai, dan standar perilaku yang mana bisa dibedakan dari satu organisasi dengan organisasi lainnya. dalam peran sebagai informal, manajer juga berperan sebagai pengumpul informasi, distributor informasi, atau juru bicara perusahaan. Sebuah peran interpersonal manajer adalah berdasar pada beragam interaksi dengan orang-orang. Pada beberapa situasi, manajer bahkan dibutuhkan untuk berperan sebagai sosok pemimpin dalam sebuah perusahaan.

Keahlian dalam manajerial dapat dipisahkan dalam tiga kategori dasar: teknikal, hubungan antarmanusia, dan keahlian konseptual. Area pengetahuan yang terspesialisasi, terkuasai, dan kemampuan untuk mengetahui bagaimana suatu berjalan adalah keahlian teknikal. Keahlian hubungan antarmanusia di dalamnya termasuk keahlian untuk memahami tingkah laku manusia, berkomunikasi secara efektif, dan memotivasi orang lain agar berhasil mencapai tujuan tertentu. Keahlian konseptual adalah kemampuan untuk melihat organisasi secara keseluruhan, memahami bagaimana setiap bagian dalam perusahaan saling bergantung satu sama lainnya, dan mengerti bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan eksteralnya.

 

 

Sumber:

McDaniels, et.al. 2008. The Future of Business. Mason: Thomson South Western

 

Keputusan Etis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis: CSR

MENCIPTAKAN KEPUTUSAN ETIS DAN MENATA TANGGUNG JAWAB BISNIS SOSIAL

by Renny Candradewi

Setiap perusahaan seharusnya dibekali oleh tanggung jawab etis terhadap lingkungan sosial di mana perusahaan berdiri. Tanggung jawab etis ini kemudian seringkali dikenal dengan label CSR atau ‘Corporate Social Responsibility’. ‘Corporate Social Responsibility’ atau CSR merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan dengan cara melayani lingkungan hidup walau seringkali diartikan sebagai salah satu bentuk sarana promosi baru di abad 21.

Tanggung jawab sosial adalah kepedulian perusahaan terhadap isu sosial atau lingkungan. Bentuk tanggung jawab ini sangat bervariasi sesuai dengan keputusan manajemen perusahaan atau perusahaan itu sendiri. Pada dasarnya, perusahaan hanya berdasar pada tanggung jawab ekonomi dan hukum, selain itu terdapat tanggung jawab etis terhadadap kemanusiaan juga. ragamnya bisa sangat bervariasi pada berbagai bentuk misalnya bencana alam, sponsorship kegiatan sosial di lingkungan perusahaan, pengadaan sumbangan sosial kepada masyarakat sekitar dan banyak lainnya.

Tanggung jawab sosial perusahaan dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni ilegal dan tidak bertanggung jawab, legal dan bertanggung jawab atau legal sekaligDalam tanggung jawab sosial, terdapat tiga hasil: illegal dan tidak bertanggung jawab, tidak bertanggung jawab namun legal, dan legal sekaligus bertanggung jawab.

Pengertian yang terkandung dalam ‘illegal dan bertanggung jawab’ adalah ketika suatu tindakan melanggar hukum serta merugikan lingkungan sekitar, misalnya tower telkomsel yang dibangun di tengah-tengah pemukiman. Hal ini menyebabkan beberapa penduduk sekitar mengalami kerusakan fisik/ mental walaupun bukti yang ada seringkali dibantah korporat besar tersebut.  Selain itu juga terdapat kekhawtiran akibat tanah menjadi tidak stabil dan bahaya apabila tower roboh sewaktu-waktu karena kondisi yang tanah yang semakin buruk[1]. Terkait dengan hal ini, pemerintah lah yang menentukan apakah tindakan tersebut termasuk kategori legal atau ilegal, dan akuntabel untuk mengusut permasalahan.

Kelompok ‘legal dan tidak bertanggung jawab’, contohnya sponsor-sponsor rokok di Indonesia yang menyeponsori banyak acara penting di Indonesia seperti olahraga dan konser, bahkan sponsor ditayangkan melalui pesawat televisi pada jam umumnya anak-anak melihat televisi.

Terakhir ‘legal dan bertanggung jawab’, adalah apa yang diharapkan, contoh realnya adalah Aqua yang sengaja menjual produknya lebih mahal namun konsumen diberitahu bahwa dalam setiap botol produk yang dibelinya ia turut menyumbang satu liter air bersih bagi penduduk yang kesusahan mencari air bersih, misalnya di Jayapura.

CSR mengandung pemahaman bahwa perusahaan yang beroperasi wajib memberikan kontribusi positif baik etis dan ‘akuntabel’ kepada lingkungan tempat perusahaan tersebut beroperasi. CSR memberikan banyak kontribusi positif terhadap operasional perusahaan yang sering kali kontroversial seperti polusi dan kerusakan lingkungan, CSR diciptakan sebagai ‘feedback’ kepada masyarakat terhadap arti penting sosial terhadap operasional perusahaan. Bukan menjadi skeptis terhadap perusahaan dan operasionalnya, tetapi terdapat kritik bahwa CSR tak lebih dari salah satu bentuk ajang promosi yang efektif.

 

 

Sumber:

McDaniels, et.al. 2008. Making Ethical Decisions and Managing a Socially Responsible Business. Mason: Thomson South Western

 


[1] Tower Telkomsel di daerah Ketapang, Probolinggo.

 

Bauran Pemasaran

Bauran Pemasaran

by Renny Candradewi

Pemasaran dalam bisnis internasional mengenal dua dimensi yakni pasar konsumen dan pasar bisnis. Pasar konsumen memiliki pengertian terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli seperti yang dikenal pada umumnya dalam suatu prinsip ekonomi. Pasar bisnis memiliki pengertian serupa. Volume transaksi pasar bisnis jauh lebih besar daripada pada pasar konsumen. Misalnya ‘General Motors’ (GM) bisa melebihi transaksi bisnis yang dimiliki oleh negara Irlandia, Portugal, Turki, maupun Yunani[1].

Pasar bisnis meliputi segala transaksi bisnis pertukaran barang dan jasa baik secara internasional maupun lokal yang dilakukan oleh pemerintah, institusi (organisasi regional maupun organisasi internasioal), perusahaan multinasional untuk kegiatan produksi maupun untuk dijual kembali[2]. Faktor mendasari perbedaan signifikan terletak pada pelaku bisnis. Pada pasar konsumen, pelaku bisnis berupa perseorangan. Sedangkan pada pasar bisnis, pelaku pasar ialah institusi baik pemerintah negara maupun korporasi-korporasi lokal dan internasional. Konsumen dalam pasar bisnis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori: (1) perusahaan komersial, (2) institusi seperti universitas dan organisasi, dan (3) pemerintahan[3].

Konsep pemasaran berbeda sama sekali dengan konsep penjualan. Konsep penjualan ialah mencari pembeli. William J. Stanton, menyatakan konsep pemasaran adalah strategi bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep pemasaran tersebut disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu: (1) Orientasi konsumen/pasar/pembeli, (2) Volume penjualan yang menguntungkan, dan (3) Koordinasi dan integrasi seluruhan kegiatan pemasaran.

Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk pengembangan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan laba[4]. Keterkaitan konsep penjualan dan pemasaran dalam ‘mix marketing’: Kotler (2000) mendefinisikan bawa bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam target pasar. Menurut Marius P. Angipora (1999) ‘marketing mix’ adalah perangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam target pasar.

Perbedaan mendasar konsep pemasaran dan penjualan terletak pada ‘intended use of product’ dan ‘intended customer’[5].

Menurut Fandy Tjiptono (2004), bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang/jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Jerome Mc-Carthy (2004) merumuskan empat variabel yang menjadi parameter pasar pembauran yakni ‘komponen 4 P’ melikputi Product, Price, Promotion dan Place. (1) Produk, produk merupakan penawaran baik berupa barang maupun jasa yang ditujukan untuk pemuasan kebutuhan. Produk sejatinya menjadi perhatian; (2) Harga: pemasaran bauran melibatkan komponen yang digunakan dalam mempengaruhi harga, misal kebijakan untuk menerapkan diskon pada tingkat produk yang berbeda, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga pada berbagai kelompok (tingkatan) pelanggan. Harga berkaitan dengan sejumlah rupiah yang mesti dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa tertentu; (3) Saluran Distribusi (Place): merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk; (4) Promosi (Promotion): bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

Manajer bisnis marketing mesti melandaskan keputusannya berdasarkan perkiraan terhadap peruhaan, kompetitor, dan kustomer. Strategi yang baik mesti mengenali kesempatan untuk mengenalkan produk dengan nilai lebih kepada kustomer berdasarkan keunggulan khusus tersendiri.

 

Referensi

Michael D Hutt dan Thomas W Speh, 2007, Business Marketing Management, Thomson South Western: Mason


[1] Michael D Hutt dan Thomas W Speh, 2007, Business Marketing Management, Thomson South Western, Mason., p. 1

[2] Ibid., p. 1

[3] Ibid., p. 6

[4] Marwan,1991

[5] Michael D Hutt dan Thomas Speh 2007, Op. Cit., p.5

 

Modus Operasi Bisnis Internasional

Modus Operasi Bisnis Internasional

by Renny Candradewi

Mempertimbangkan serangkaian strategi memasuki pasar, dikenal dengan nama “entry mode”. “Entry mode” melibatkan strategi ekspor impor dan menghadapi perdagangan, “contractual” entry, dan “investment entry”. Kegiatan impor dan ekspor menjadi kegiatan paling sederhana dalam melakukan bisnis internasional. Negara cenderung mengimpor barang yang lebih murah dan tidak tersedia di pasar domestik. Kegiatan ekspor impor ini tentu saja memasukkan peran pengusaha. Perusahaan memiliki sejumlah preferensi: (1) memperluas pasar, (2) menganekaragamkan pemasaran, dan (3) mendapatkan sejumlah pengalaman dan pengetahuan pasar[1].

Kegiatan internasional antarnegara juga sering dilakukan melalui “countertrade”. “Countertrade[2]” artinya kegiatan perdagangan internasional yang dilakukan dengan: (1) barter[3], (2) “counterpurchase[4]”, (3) “offset”[5], (4) “switch trading”[6], dan (5) “buyback”[7]. Preferensi tersebut tersedia karena keterbatasan dalam pembayaran yang melibatkan kurs mata uang antardua negara.

Menyelenggarakan bisnis selain melakukan strategi diatas juga dapat melakukan strategi lain meliputi (1) lincensing[8], (2) franchising[9], (3) kontrak manajemen[10], dan (4) proyek turnkey[11]. Keempat hal ini merupakan langkah perluasan produksi dengan menjalin kerangka kerjasama kontraktual, yang dijalankan melalui keempat cara tersebut. Walaupun demikian, terdapat banyak manfaat sekaligus kerugian. Tentu saja suatu perusahaan tidak bisa begitu saja menerima perluasan pasar. Perusahaan mesti mengenali (1) mengenali potensi pasar, (2) menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan dalam memasuki pasar, (3) memulai pertemuan dengan komponen-komponen dalam pasar meliputi distributor lokal, pembeli dan lainnya, dan (4) menganalisa sumber daya yang ada[12].

 

Siasat bisnis…

 

 

Referensi

Daniels, Lee H. Radebaugh dan Daniel P Sullivan, 2007. Intternational Business: Environment and Operations, New Hampshire: Pearson Prentice Hall)

J Wild, Kenneth, Wild dan Jerry CY Han. 2008. International Business: The Challengers of Globalization. New Jersey: Pearson Prentice Hall


[1] Daniels, Lee H. Radebaugh dan Daniel P Sullivan, 2007. International Business: Environment and Operations, Pearson Prentice Hall, New Hampshire., p. 352

[2] Menjual barang atau jasa yang dibayar dengan sejumlah barang dan jasa lain yang disetujui (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 358)

[3] Pertukaran barang secara langsung tanpa melibatkan transaksi keuangan dalam bentuk apapun

[4] Penjualan barang dan jasa yang dibayar dikemudian hari melalui kesepakatan yang ditentukan oleh dua pihak (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 358)

[5] Transaksi pertukaran barang dan jasa yang diikuti oleh sejumlah kesepakatan bahwa selisi kurs akan dibayar oleh perusahaan di kemudian hari (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 358)

[6] kegiatan menjual barang di negara lain sebagai bagian dari persyaratan pembayaran (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 359)

[7] Ekspor perlengkapan industri sebagai balasan untuk produk yang diproduksi oleh perlengkapan industri tersebut (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 359)

[8] Praktek bisnis internasional melalui authorisasi penggunaan aset milik perusahaan lain dalam suatu proses produksi. Macam-macam licensing meliputi “exclusive licensing”, “cross licensing”, dan “nonexclusive licensing” (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 359)

[9] Kontrak dengan perusahaan lain yang mensuplai ‘franchisee’ dengan properti intangible dan bantuan dalam periode jangka panjang (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 341)

 

[12] Ibid., p. 354

 

Evaluasi dan Pemilihan Modus Operasi

Evaluasi dan Pemilihan Modus Operasi

written by Renny Candradewi

Implementasi strategi bisnis suatu perusahaan mesti mempertimbangkan aspek internal yang terkait dengan persoalan kompetisi dan mengembangkan pasar. Mempertimbangkan serangkaian strategi memasuki pasar, dikenal dengan nama “entry mode”. “Entry mode” melibatkan strategi ekspor impor dan menghadapi perdagangan, “contractual” entry, dan “investment entry”. Kegiatan impor dan ekspor menjadi kegiatan paling sederhana dalam melakukan bisnis internasional. Negara cenderung mengimpor barang yang lebih murah dan tidak tersedia di pasar domestik. Kegiatan ekspor impor ini tentu saja memasukkan peran pengusaha. Perusahaan memiliki sejumlah preferensi: (1) memperluas pasar, (2) menganekaragamkan pemasaran, dan (3) mendapatkan sejumlah pengalaman dan pengetahuan pasar[1].

Kegiatan internasional antarnegara juga sering dilakukan melalui “countertrade”. “Countertrade[2]” artinya kegiatan perdagangan internasional yang dilakukan dengan: (1) barter[3], (2) “counterpurchase[4]”, (3) “offset”[5], (4) “switch trading”[6], dan (5) “buyback”[7]. Preferensi tersebut tersedia karena keterbatasan dalam pembayaran yang melibatkan kurs mata uang antardua negara.

Menyelenggarakan bisnis selain melakukan strategi diatas juga dapat melakukan strategi lain meliputi (1) lincensing[8], (2) franchising[9], (3) kontrak manajemen, dan (4) proyek “turnkey”. Keempat hal ini merupakan langkah perluasan produksi dengan menjalin kerangka kerjasama kontraktual, yang dijalankan melalui keempat cara tersebut. Walaupun demikian, terdapat banyak manfaat sekaligus kerugian. Tentu saja suatu perusahaan tidak bisa begitu saja menerima perluasan pasar. Perusahaan mesti mengenali (1) mengenali potensi pasar, (2) menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan dalam memasuki pasar, (3) memulai pertemuan dengan komponen-komponen dalam pasar meliputi distributor lokal, pembeli dan lainnya, dan (4) menganalisa sumber daya yang ada[10].

Aspek-aspek yang dijelaskan di atas melandasi strategi bisnis untuk menanamkan modal di suatu negara sekaligus untuk mengembangkan pasar yang potensial untuk jangka panjang ke depan. Faktor-faktor yang mempengaruhi dan membentuk lingkungan bisnis juga terkait dengan kondisi geografis, kultural, dan ekonomis suatu wilayah tertentu. Strategi ini bisa sangat bervariasi tergantung karakteristik pasar yang ingin dikuasai.

Salah satu strategi kolaboratif ialah melalui kerjasama dengan negara ‘host’. Penetrasi investasi asing ke dalam ekonomi domestik tentunya mendapatkan hambatan dan batasan-batasan internal seperti pajak, ijin pengembangan usaha, dan selera konsumen yang beragam. Strategi paling utama ialah pembagian hasil investasi dan pengelolaan sumber alam yang proporsional antara negara ‘host’ dan investor. Kedua, terdapat jaminan keuntungan timbal balik pada lingkungan sosial tempat bisnis itu berada misalnya terdapat jaminan kesempatan tenaga kerja orang-orang yang tinggal di sekitar tempat bisnis tersebut. Ketiga, terdapat timbal balik terhadap lingkungan dalam bentuk pengembangan bisnis yang ramah lingkungan bukan yang merusak lingkungan.

Akan tetapi komponen eksternal bisnis tersebut bukan menjadi prioritas tertinggi bagi pebisnis untuk melakukan pengambilan keputusan bisnis. Setiap faktor mesti dipertimbangkan secara proporsional. Hanya saja, terdapat preferensi ideal bagi berjalannya bisnis internasional. Preferensi tersebut melibatkan prinsip ekonomi: preferensi yang paling ideal ialah preferensi yang memuat kemungkinan pengembangan bisnis yang berorientasi keuntungan maksimal dengan resiko (‘opportunity cost’) sekecil mungkin. strategi bisnis untuk memperluas potensi pasar dapat dilakukan melalui ‘franchising’. Seperti yang sudah diulas dalam bagian awal tulisan ini, ‘franchising’ ialah kontrak dengan perusahaan lain yang mensuplai ‘franchisee’ dengan properti intangible dan bantuan dalam periode jangka panjang[11]. Secara esensial strategi ini mendatangkan keuntungan sekaligus kerugian sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini.

Keuntungan ‘Franchise’: (1) percepatan perluasan usaha, (2) efisiensi dalam meraih target pasar menjadi semakin mudah karena dilakukan secara kolektif, (3) terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi yang murah dan praktis, (4)

Kerugian ‘franchise’: (1) perusahaan yang melakukan ‘franchising’ atau lazim disebut ‘franchisee’ seringkali menemukan modus operasi tersebut tidak praktis untuk mengatur sekian banyak ‘franchises’ dengna beragam pasar nasional di setiap negara berbeda, (2) kualitas dan produk ‘franchise’ bisa jadi tidak selamanya konsissten dari satu pasar dengan pasar yang lainnya, (3) ‘franchisee’ dapat kehilangan fleksibilitas organisasional  dalam beragam kesepakatan ‘franchising’[12]

Keuntungan ‘franchise’: (1) perusahaan diijinkan untuk menggunakan ‘franchise’ sebagai modus untuk memasuki pasar baru, (2) perusahaan diijinkan untuk menjaga konsistensi dengan mengikuti proses standarisasi produk untuk memenuhi target market, (3) perusahaan diijinkan melakukan modifikasi kecil-kecilan dan periklanan secara lebih spesifik pada pembeli lokal, (4) ‘franchise’ menjadi modus operasi bisnis untuk perluasan pasar secara geografikal, terakhir ‘franchise’ berkontribusi terhadap ‘know how’ manajer lokal[13].

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

Daniels, Lee H. Radebaugh dan Daniel P Sullivan, 2007. Intternational Business: Environment and Operations, New Hampshire: Pearson Prentice Hall)

J Wild, Kenneth, Wild dan Jerry CY Han. 2008. International Business: The Challengers of Globalization. New Jersey: Pearson Prentice Hall

Eswar Prasad, Kenneth Rogoff, Shang-Jin Wei and M Ayhan Kose. 2003. Effects of Financial Globalization on Developing Countries: Some emprical Evidence. n/a : n/a, 2003.

Financial Globalisation, Exchange Rates and Capital Controls. Joshi, Vijay. 2003. Research School of Pacific Studies, Australian National University, Oxford : Merton College, 2003, Vol. n/a.

Sobel, Russel. 2009. Understanding Economic. Mansion : Southwestern Cengage Learning, 2009.

 

 


[1] Daniels, Lee H. Radebaugh dan Daniel P Sullivan, 2007. International Business: Environment and Operations, Pearson Prentice Hall, New Hampshire., p. 352

[2] Menjual barang atau jasa yang dibayar dengan sejumlah barang dan jasa lain yang disetujui (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 358)

[3] Pertukaran barang secara langsung tanpa melibatkan transaksi keuangan dalam bentuk apapun

[4] Penjualan barang dan jasa yang dibayar dikemudian hari melalui kesepakatan yang ditentukan oleh dua pihak (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 358)

[5] Transaksi pertukaran barang dan jasa yang diikuti oleh sejumlah kesepakatan bahwa selisi kurs akan dibayar oleh perusahaan di kemudian hari (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 358)

[6] kegiatan menjual barang di negara lain sebagai bagian dari persyaratan pembayaran (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 359)

[7] Ekspor perlengkapan industri sebagai balasan untuk produk yang diproduksi oleh perlengkapan industri tersebut (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 359)

[8] Praktek bisnis internasional melalui authorisasi penggunaan aset milik perusahaan lain dalam suatu proses produksi. Macam-macam licensing meliputi “exclusive licensing”, “cross licensing”, dan “nonexclusive licensing” (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 359)

[9] Kontrak dengan perusahaan lain yang mensuplai ‘franchisee’ dengan properti intangible dan bantuan dalam periode jangka panjang (Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, 341)

[10] Ibid., p. 354

[11]Daniels, Radebaugh, dan Sullivan, 2007, p. 341

[12] Ibid., 342

[13] Daniels, Lee H. Radebaugh dan Daniel P Sullivan, 2007. Op.cit., p. 342

 

Investasi Langsung Asing (Foreign Direct Investment)

Investasi Langsung Asing (Foreign Direct Investment)

Foreign Direct Investment (FDI) ialah investasi asing yang melibatkan pendirian bisnis baru dan transfer modal untuk menanggung investasi tersebut[1]. FDI secara lebih spesifik memiliki pengertian sejumlah penanaman modal dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain. Penanaman modal yang diijinkan ialah sekurang-kurangnya sejumlah 10% dari kepemilikan modal murni. FDI menjadi bisnis sebagian besar perusahaan yang diizinkan di sejumlah negara berkembang. Situasi yang mendorong ialah, (1) terjadi kelengahan ekonomi domestik sehingga perusahaan mengembangkan bisnis di negara lain, (2) terdapat prospek potensial dan jangka panjang/ jangka pendek (melibatkan faktor dependen) perusahaan untuk berinvestasi di luar negeri, (3) motif untuk mengurangi ketergantungan di negara asal, motif untuk mencapai produksi yang lebih efisien dan keuntungan maksimal, motif mendekati pasar, motif mencari pasar yang lebih luas.

FDI memainkan peran penting dalam proses internasionalisasi bisnis secara multilateralisme. Terdapat banyak perubahan besar yang melekat dalam FDI. Sebagian besar perubahan tersebut melibatkan perkembangan teknologi, pengurangan batasan investasi asing dan akuisisi perusahaan, deregulasi, dan privatisasi industri di berbagai sektor. Perkembangan sistem informasi dan komunikasi ikut mempermudah pengawasan administrasi investasi di negara lain. Sistem informasi dan komunikasi mendukung kemajuan manajemen global yang jauh lebih mudah.

Investasi asing melibatkan tanggung jawab dari pemerintah “host country”, pemerintah “home country”, dan pemerintah dalam organisasi internasional dan hukum internasional. Keterlibatan atau otonomi pemerintah dalam mengatur sejumlah investasi asing masih menjadi perdebatan. FDI erat kaitannya denga sejumlah investasi terhadap aset-aset produktif, misalnya pembelian keperluan konstruksi pendirian pabrik, pembelian tanah, dan perlengkapan kantor.

Pada umumnya pemerintah melakukan intervensi dalam regulasi FDI. Bentuk intervensi pemerintah sering dilakukan untuk melindungi suatu produk yang menggunakan sumber alam tertentu[2]. Pemerintah seringkali memberi perhatian besar pada FDI karena investasi yang masuk dan keluar dari negara membawa signifikasi besar terhadap peningkatan GDP dan GNI suatu negara. FDI dinilai sebagai salah satu faktor pendorng pertumbuhan ekonomi yang pesat sekaligus berkontribusi pada devisa. FDI menjamin iklim positif dan kompetitif di kalangan pengusaha domestik untuk lebih mengedepankan mutu dan kualitas sehingga produksi yang mereka tawarkan berangsur mengalami peningkatan karena terdapat transfer tekonologi dan kultur bisnis baru yang dibawa dari asing.

Investasi FDI merupakan eksposur jangka panjang perusahaan asing tersebut terhadap kondisi ekonomi dan politik dari host country, karenanya investor mementingkan komitmen pemerintah sehingga mereka yakin bahwa investasi yang mereka tanamkan aman dari expropriation, profit dapat ditransfer ke luar negeri, potential dispute antara pemerintah host country dan perusahaan multinational dapat diselesaikan dengan cara yang fair dan efisien. Dalam kaitan ini negara yang ekonomi, politik dan sosialnya stabil, memiliki kebijakan perdagangan bebas, serta kedekatan geografis dengan ekonomi yang besar dan sedang bertumbuh akan lebih menarik bagi investor asing[3]. (3) kebijakan pemerintah yang transparan serta dukungan infrastruktur, (4) pemerintah mesti memperhatikan kebijakan makro sama efisiennya dengan kebijakan mikro, antara lain dengan menaruh pengawasan dan perijinan yang “fair” bagi industri domestik. Misalnya kebijakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi; memberikan fasilitas infrastruktur yang membangun dan mendukung; pemberlakuan tarif, restriksi, regulasi, dan pajak yang efektif sekaligus menguntungkan bagi dua pihak utamanya tidak merugikan sektor ekonomi domestik; dan mendukung stabilitas politik dan keamanan untuk menjamin investasi asing berjangka panjang dan berkelanjutan[4].

Penjelasan terhadap sejumlah hambatan FDI dapat dianalisis dari sejumlah faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pilihan investor asing untuk berpartisipasi menanamkan investasinya dalam bentuk FDI dibanting bentuk modal lainnya sangat berkaitan dengan kondisi negara penerima FDI (host country), ini kemudian dikenal sebagai “pull factor”. maupun kondisi dan strategi dari penanam modal asing (push factors).

Pull factors dari masuknya FDI antara lain terdiri dari kondisi pasar, ketersediaan sumber daya, daya saing, kebijakan yang terkait dengan perdagangan dan industri serta kebijakan liberalisasi FDI (di dalam bentuk insentif investasi). Sedangkan yang termasuk pull factors antara lain strategi investasi maupun strategi produksi dari penanam modal, serta persepsi resiko terhadap negara penerima[5].

Umumnya para investor asing memiliki daya tahan tinggi sehingga masalah keamanan dan resiko yang spekulatif tidak esensial dibesar-besarkan untuk mempengaruhi proses investasi di suatu negara tertentu. Akan tetapi, satu-satunya resiko signifikan mempengaruhi antara lain proteksionisme, dan iklim geopolitik global yang dirasa potensial mengancam kredibilitas suatu negara di mata investor asing. Selain itu isu keamanan dan pengamanan perdagangan internasional juga mempengaruhi lingkungan investasi yang stabil dan kooperatif.

 

Referensi

Yati Kurniati, et.al., 2009, Determinan FDI: Faktor-faktor yang menentukan Investasi Asing Langsung

Ralp H Folsom, Michael W Gordon dan John A Spanogle, 2005, Principles of Internatinal Business Transactions, Trade and Economic Relations, Thomson West : St Paul


[1] Ralp H Folsom, Michael W Gordon dan John A Spanogle, 2005, Principles of Internatinal Business Transactions, Trade and Economic Relations, st Paul, Thomson West, p. 554

[2] Yati Kurniati, et.al., 2009, Determinan FDI: Faktor-faktor yang menentukan Investasi Asing Langsung, p. 9

 

[3] Yati Kurniati, et.al., 2009, Determinan FDI: Faktor-faktor yang menentukan Investasi Asing Langsung, p. 27

[4] Ibid., pp. 46-49

[5] Ibid., p. 9

 

Sistem Keuangan Internasional (Bagian Kedua)

Sistem Keuangan Internasional (Bagian Kedua)

Pasar uang bekerja dalam menyediakan mekanisme bagi mereka yang hendak meminjam atau mengivestasikan uang secara efisien[1]. Pasar uang bekerja dengan membantu individual maupun institusi untuk meminjam uang yang individual dan institusi lain berkenan meminjamkan[2]. Institusi tersebut dapat berbentuk bank komersial dan bank investasi.

Pasar uang bekerja sebagai gabungan peminjam dan pemberi pinjaman dalam pasar keuangan nasional yang berbeda. Pasar uang memberikan kesempatan bagi pengusaha, perusahaan, dan pemilik usaha untuk mendapatkan bantuan keuangan dari asing lebih mudah apabila mengalami kesulitan mengumpulkan sejumlah dana secara lokal. Artinya, pasar uang menyediakan kesempatan meminjam lebih luas yang mengurangi resiko peminjam dnegan menijinkan mereka menyebarkan uang mereka dalam sejumlah hutang yang lebih besar dan intrument ekuitas, dan mengambil manfaat dari realita bahwa pasar keamanan tidak bergerak secara berurutan[3].

Pebisnis umumnya tertarik mencermati nilai tukar dalam kurun waktu tertentu karena perubahan nilai tukar mempengaruhi secara langsung transaksi internasional[4]. Manajer yang memahami perbedaan nilai tukar terhadap sejumlah barang yang diimpor maupun diekspor mempengearhu aktivitas bisnis internasional dapat mengembangkan strategi untuk meminimalisasi kerugian atau resiko[5].

Pasar finansial bergerak secara fenomenal sejak 1980 yang mana ideologi dominan yang berkembang saat itu berasal dari pemikiran Adam Smith tentang “invisible hand”. Pasar diberi kebebasan secara terbuka dan hak individu diakui seluas-luasnya. Para pemikir pendukung paham pasar yang demikian umumnya disebut sebagai kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis percaya, pasar akan menuju titik ekuilibrium untuk mengontrol diri sendiri tanpa perlu intervensi. Penjelasan ini umumnya dianut oleh negara yang memiliki sistem ekonomi liberalisme seperti Inggris yang mana pasar dibiarkan secara terbuka bergerak sesuai dengan mekanisme pasar[6].

Lalu lintas modal di buras saham merupakan unsur esensial globalisasi keuangan. Wallstreet, Nasdaq, dan The City di London menjadi sentralisasi bursa saham dunia yang bergerak sangat dinamis. Angka transaksi uang yang beredar di pasar modal jauh lebih besar ketimbang yang berputar di masyarakat. Padahal, aset finansial hanya klaim di atas kertas atas aset riil dan aset produktif. Akhir tahun 2004, menurut McKinsey Global Institute, jumlah aset finansial mencapai 334 persen dari total produk domestik bruto (GDP) global[7].

Pergerakannya yang sangat dinamis dengan ekuitas yang melebihi suplai uang yang beredar di masyarakat mengakibatkan transaksi antara konsumen dan produsen dalam dunia investasi mustahil terkontrol. Baik negara maupun organisasi internasional institusi moneter tidak memiliki kuasa dan wewenang untuk mengendalikan fluktuasi bursa saham. Pasar uang bergerak sangat liar. Dalam sekejap, dengan mudah investor menempatkan atau memindahkan modalnya ke tempat yang dianggap menguntungkan[8].

Realita keliaran pasar uang diungkapkan oleh Greenspan (2007). Dia menyatakan terdapat keterbatasan regulasi karena regulator sering tidak mengetahui sumber krisis dan tidak tahu menahu. Bahkan bank Sentral Amerika, The Fed, tidak mampu menjelaskan apabila terjadi anomali pasar. Upaya mengatasi problema yang melanda sering dilakukan dengan data tidak lengkap, tidak akurat, tidak logis, dan tidak kuat secara hukum[9].

Realita kedua mengenai inovasi dan pergerakan pasar uang yang demikian “massive” dinarasikan oleh Mantan Gubernur The Fed, Alan Greenspan. Dia menambahkan, regulasi pemerintah atas pasar global tidak berdampak signifikan. AS pun tidak mampu melindungi warganya yang kehilangan rumah. Pasar bergerak di luar kendali, disusul munculnya aneka masalah. Dalam situasi yang cepat berubah, antisipasi sebuah kebijakan baru tidak efektif karena muncul masalah baru lainnya[10].

Namun, Greenspan percaya, kekuatan terbesar ekonomi AS adalah kemampuan sekaligus daya tahan dalam menghadapi gejolak sambil melakukan pemulihan. Sering kali ini dilakukan tanpa terprediksi. Kendati menghadapi krisis, ia yakin perekonomian dapat pulih sendiri meski memakan waktu panjang[11].

 

Bagaimanapun regulasi penting untuk menata pasar, mencegah kepanikan, dan menyediakan aturan kompetisi yang fair. Kerja sama regulasi global dibutuhkan sebagai upaya antisipasi dampak negatif lalu lintas pasar global. Di sinilah urgensi peran pemerintah dan otoritas moneter guna memonitor dan mengendalikan pasar finansial global—seperti menetapkan capital control—untuk mendukung kebijakan ekonomi global[12].

Negara berkembang seperti Indonesia tentu harus sigap belajar dari krisis yang melanda AS, sambil melindungi diri dari berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Meski krisis Asia 1997 merupakan peristiwa penting, belum ada konsensus yang menyepakati akar masalahnya. Dugaan penyebab krisis umumnya volatilitas globalisasi finansial, kelemahan fundamental sistem keuangan domestik, liberalisasi keuangan tanpa diikuti regulasi memadai, dan faktor-faktor lainnya[13].

Krisis 1997 telah berlalu 10 tahun. PDB regional tumbuh rata-rata 4-6 persen antara tahun 1999 dan 2005, lebih rendah dibanding sebelum krisis yang mencapai 7-9 persen (1991-1996). Depresiasi mata uang belum sepenuhnya pulih. Won membaik 95 persen, baht dan ringgit mencapai 70 persen, peso 50 persen, tetapi rupiah hanya 25 persen[14].

Sejarah memang berulang. Awalnya Meksiko, menyusul Brasil, Argentina, lalu kembali ke Meksiko, disusul Thailand, Indonesia dan Argentina lagi, dan kini AS. Mengatasi gonjang-ganjing pasar finansial ibarat meraba gajah dalam gelap. Belum ada jurus ampuh untuk menaklukkannya. Tetapi harus cepat dipecahkan sebelum terlambat[15]

 

REFERENSI

Cahyono, Imam. 2008. Misteri Globalisasi Finansial. Kompas. [Online] 02 Januari 2008. [Dikutip: 25 Oktober 2010.] http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.01..

John D. Daniels, Lee H. radebaugh,, and Daniel P. Sullivan. 2007. International Business: environment and Operations. New Jersey : Pearson Prentice Hall, 2007.

 


[1] John D Daniels, et.al, (2007), International Business: Environment and Operations, Prentice hall, New Jersey, p. 248

[2] Ibid., p. 248

[3] Ibid., p. 268

[4] Ibid., p. 269

[5] Ibid., p. 269

[6] Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial, http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.01. Diakses 25-10-2010

[7] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[8] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[9] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[10] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[11] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[12] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[13] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[14] Ibid., Imam, (2008), Misteri Globalisasi Finansial

[15] Anonim, (2008), Misteri Globalisasi Finansial, http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.01. Diakses 25-10-2010

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers