Category Archives: SOAL UJIAN HI UNAIR 2008
UAS Ekonomi Pembangunan 2010-2011
UAS Ekonomi Pembangunan 2010-2011
- uraikan beberapa pendekatan utama dalam pembangungan sejak dekade 1950-2000?
- kebijakan apa yang paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di negara berkembanga? jelaskan pertanyaan saudara?
- dalam rangka meningkatkan manfaat globalisasi, perubahan apa yang harus dilakukan oleh Negara Berkmebang terkait dengan kebijkana perdagangannya?
- kebijakan apa yang perlu diambil oleh pemerintah di negara berkembang untuk mengurangi angka pengangguran?
- Hitung Headcount ration, dan Income Gap Ratio?
KISI KISI UAS ASIA TIMUR: DEVANIA
KUL 7 KOREA UTARA DAN VIETNAM
KORUT
Ideologi Juche, otoritarian komunis
Pemerintahan Republik Sosialis-Komunis-Juche (self reliance : percaya pada kemampuan diri sendiri. Bersifat isolasionisme) : Presiden Abadi: Kim Il-sung (telah mangkat)
Ket Presidium Majelis: Kim Jong-il
Perdana Menteri Kim: Yong-il
Democratic People’s Rep of Korea
Sejarah Korea dimulai pada 2333 SM ketika Raja Tan-gun membentuk dinasti pertama yang disebut Choson →Menjadi jajahan Jepang pada PD II → Korea perlahan terpecah menjadi dua setelah lepas dari Jepang pasca PD II → campur tangan AS dan Uni Soviet
Menurut Religious Intelligence:
Atheis: 64,31%, Shamanisme Korea: 16%, Cheondoisme: 13,50%, Buddha: 4,50%, Kristen: 1,69%
Secara rasial homogen
Satu partai → Barisan Demokratik untuk Reunifikasi Tanah Air, sebuah koalisi Partai Buruh Korea dan dua partai kecil lainnya, Partai Demokratik Sosial Korea dan Partai Chongu Chondois
wawasan orang Korut memang dibatasi karena pemerintah mengontrol media.
Pertumbuhan ekonomi Korut rata 2 1 %. Korea Utara menjalin kerjasama dengan Korea Selatan dan Vietnam… Ekspor produk pertanian, manufaktur, produk militer.
Ekonomi → menganut sistem ekonomi industrialisasi, autarki, dan sangat terpusat, membatasi perdagangan internasional, nasionalisasi perekonomian secara utuh
¢ 1995 à Korea Utara melakukan kembali proyek program pengembangan nuklir secara rahasia dan memicu krisis nuklir Korea Utara lagi
¢ Pengembangan nuklir korea utara dianggap mengarah pada pengembangan senjata nuklir à dikecam dunia internasional à dikecam DK PBB
¢ Pembicaraan segi-6 à Korea Selatan, Korea Utara, AS, Jepang, RRC dan Rusia à berkali-kali menemui jalan buntu
¢ Alasan pengembangan nuklir à menjaga keamanan rezim Korea Utara, mencegah AS tidak melakukan aksi provokasi militer, meningkatkan bargaining position Korea Utara dalam negosiasi, perbaikan hubungan dengan AS, untuk mendapatkan bantuan ekonomi
VIETNAM
Ideologi Komunisme → Pemerintahan Negara komunis: Presiden: Nguyễn Minh Triết
P. Menteri: Nguyễn Tấn Dũng
dipengaruhi Buddha Mahayana, Taoisme dan Konfusianisme → Sensus 1999: lebih dari 80% penduduk Vietnam tidak beragama.
Ras hetero: Viet/ Kihn 86,2 %, Tay 1.9%, Thai 1.7%, Muong 1.5%, Khome 1.4%,
Hoa 1.1%, Nun 1.1%, Hmong 1%, others 4.1%.
partai tunggal. → Hanya organisasi politik yang bekerjasama/ didukung Partai Komunis ikut pemilu, Barisan Tanah Air Vietnam (Vietnamese Fatherland Front), partai serikat pedagang dan pekerja.
AS sudah menarik pasukannya sejak 1969, Vietnam Selatan sudah kalah perang dari Vietnam Utara dengan komunismenya yang disokong oleh Rusia. Komunis Vietnam berlawanan dengan Komunis China.
Pada awalnya ekonomi Vietnam menganut komunisme, namun tidak membawa kemajuan yang signifikan. Pada akhirnya, Vietnam merubah kebijakannya dengan lebih membuka ekonominya (liberal).
Politburo Vietnam anggota profesional dan berpendidikan.
KUL 8 HONGKONG DAN SINGAPURA
HONGKONG
Sejarah: kekuasaan Cina → abad 19 koloni Inggris → 1980 Inggris mengembalikan pd Cina → 1997 special administration
Sistem multipartai → Banyak syarat-syarat kampanye → Democratic Party
- Executive Council yang dikepalai oleh Chief Executive
- Legislative Council (terdiri dari 60 orang)
- Pengadilan Banding (Court of Appeal), Pengadilan Tinggi (High Court), Tribunal Konstitusional (Constitutional Tribunal), Pengadilan-pengadilan Yang Lebih Rendah (Subordinate Courts), Pengadilan Negeri (District Courts) dan Pengadilan Magistrat (Magistrates’ Courts), Tribunal untuk Gugatan Kecil (Small Claims Tribunals), Pengadilan Keluarga (Family Courts), Pengadilan dan Teknologi Informasi
- prinsip “positive non-interventionism (Kebijakan ekonomi Hong Kong semasa masih di bawah Inggris )
- Tidak terdapat banyak perubahan setelah penyerahan kembali ke China tahun 1997. Konstitusi mini Hong Kong SAR (Special Administrative Region), Basic Law, menjamin Hong Kong akan tetap mempertahankan perdagangan bebas (free trade), usaha secara bebas (free enterprise), dan pajak yang rendah selama paling tidak 50 tahun. Hal-hal yang diatur secara khusus dalam hal ini adalah:
• Hong Kong SAR memiliki sistem keuangan tersendiri
• Pemerintah Hong Kong memegang pendapatannya sendiri, tidak perlu menyetor pendapatan Hong Kong kepada pemerintah pusat di Beijing - Dolar Hong Kong tetap dipertahankan dan terus didukung dengan cadangan devisa 100 persen (Basic Law tidak menyebutkan adanya rezim nilai tukar tertentu, seperti fixed link dengan US dollar)
èBernaung dalam CEPA (Closer Economic Partnership Agreement ) Closer Economic Partnership Agreement (CEPA) memayungi perniagaan antara Hong Kong dan China, termasuk perdagangan barang, jasa, dan fasilitasi investasi. Pemerintah menyatakan bahwa dibawah payung CEPA, telah berhasil diciptakan 29,000 lapangan kerja pada tahun 2004 sampai 2005
èSedangkan Hong Kong tidak memilki kebijakan politik luar negeri maupun pertahanan karena berkenaan mengenai masalah tersebut telah di tangani oleh Cina
ª Kekalahan China selama Perang Candu menyebabkan penyerahan Hong kong ke Inggris
ª Alasan Inggris mengambalikan Hong Kong ke China, pada dasarnya New Territories disewakan oleh China ke Inggris selama 99 tahun.
SINGAPURA
kerajaan Majapahit → 1824 koloni Inggris → lepas dari Malay jadi independen
Sistem multipartai yg didominasi People’s Action Party (PAP) → Peraturan yang ketat mengenai bentuk kampanye → People’s Action Party
- Presiden sebagai pemimpin negara
- Perdana Menteri sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
- Singapore Legislature sebagai Parlemen Singapura dan bersifat tunggal (unicameral)
- Mahkamah Agung à terdiri dari Pengadilan Banding Singapura dan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan-pengadilan Yang Lebih Rendah.
- Ekonomi Singapura sangat ramah bisnis dan dianggap sebagai yang terbaik sebagai pusat keuangan.
- Dasar ekonomi pasar yang didukung oleh barang ekspor dan impor akhirnya mendukung perekonomian Singapura sendiri.
- Manufaktur menyumbang hampir 26% terhadap GDP negara.
- Ekonomi di Singapura juga di dukung dengan adanya salah satu pelabuhan tersibuk di dunia karena Singapura memiliki pusat perdagangan foreign exchange (penukaran mata uang asing) terbesar keempat ketika diurutkan setelah pusat keuangan seperti London, Tokyo dan New York.
è Singapura memiliki 14 perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral di seluruh dunia dengan negara-negara seperti India, Cina, Asia, Korea, Eropa, Yordania, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Panama, Peru, Korea Selatan, Chili dan Amerika Serikat.
èUntuk membuat Singapura menjadi pusat komersial dan wisatawan pemerintah telah melegalkan perjudian dan dua kasino telah dibangun di Marina dan Sentosa Selatan pada tahun 2005.
èMelalui beberapa sumber, Singapura adalah negara yang tingkat korupsinya rendah, ini adalah salah satu mengapa ekonomi di Singapura berjalan baik.
KUL 9 CINA TIBET VS JEPANG
CINA
Sistem dinasti kekaisaran Cina dengan kekuasaannya yang absolut dengan berpondasikan pada mitos-mitos Budhaism, legitimasinya akan terus bertahan selama kaisar memerintah dengan baik dan menjaga keharmonisan Cina
Ortodoksi Konfusian. Ajaran ini bertahan selama kurang lebih 2000thn dan menjadi kajian mainstream dalam studi politik Cina. Ajaran tersebut memadukan antara politik, etika dan kode etik sosial, berpengaruh pada masy agraris serta menjadi nilai legal nasional pada tahun 80an
Munculnya gerakan pemberontakan pada masa dinasti Manchu yang berhadapan dengan kepentingan Barat terhadap SDA Cina & misinya membuka perdagangan & hubungan diplomatik Cina. Bangsa Cina menganggap Barat sbg barbar, hubungan diplomatik atas dasar persamaan kedaulatan tidak bisa diterima oleh Cina
Berakhirnya kekaisaran Manchu pada 1911 merupakan awal runtuhnya sistem kerajaan di Cina. Konfusian tidak lagi dipakai secara penuh. Thn 1911 Cina mengalami disintegrasi dg pelopor gerakan mayfourth movement, Cina mereformasi tulisan Cina, memperkenalkan ilmu pengetahuan & ideologi barat termasuk marxisme. Maret 1927, Chiang Kai Sek membangun pemerintahan nasionalis
Pertai komunis Stalinis Cina berkembang pesat dengan program industrialisasinya yang mengutamakan produksi manufaktur. 1958 Mao menciptakan program yakni ‘lompatan jauh kedepan’. Untuk meningkatkan perekonomian, Cina menggunakan tenaga manusia yang berakibat pada terjadinya bencana ekonomi dan krisis kemanusiaan pada tahun 1959-1960
Parliamentary Vs Presidential
- NPC (national people congress) merupakan lembaga tertinggi pemerintahan, kekuasaannya memnuat amandemen konstitusi, membuat hukum dan mengawasinya, merencanakan pembangunan di segala bidang, memiliki hak prerogratif
- Birokrasi: Elit: kepemimpinan atau posisi administratif dalam susunan organisasi
Top Elit: kader senior dalam partai dan pemerintahan
Mid Level: staf partai dan kantor pemerintahan
Basic level: kader lapangan yg meng handle massa
- Partai Komunis mengatur proses pemilu pada semua level →Pemilihan lokal untuk kongres diperbolehkan→ 1971-1981 pemilihan umum dengan menggunakan surat suara → Frekuensi pemilu dibuat oleh hakim
- Hanya ada satu partai yang berkuasa, yakni Chinese Communist Party
TIBET
- Tibet adalah daerah otonom resmi Cina → One country two system tidak berlaku
- merupakan daerah yang termasuk ke dalam bagian Barat daya di China
- Bentuk pemerintahan internal Tibet menganut sistem Teokrasi dimana negara diatur oleh para pemimpin agama dibawah kepemimpinan para Bhiksu Budha.
- Terjadi Akulturasi budaya Cina dan India di Tibet, atau perpaduan antara Confucianisme dan Buddhisme.
- Mayoritas orang di Tibet adalah etnis Tibet, dan minoritas terbesar adalah Han Cina, mayoritas kelompok etnis Cina.
- Tibet Buddhisme adalah agama mayoritas penduduk
- Hub China dan Tibet dimulai waktu masa Genghis Khan (mongol). Waktu dinasti Qing, China mulai mencampuri urusan dalam negeri Tibet. China menilai Tibet memiliki letak yang strategis dan potensial untuk melakukan ekspansi ke negara-negara lain. Hal itu didukung dengan pemerintahan Tibet yang kurang stabil.
JEPANG
- Sistem Pemerintahan: monarki konstitusional dengan bentuk pemerintahan parlementer
- Kaisar sebagai Kepala Negara (Kaisar Akihito) dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan (Perdana Menteri Taro Aso)
- Kaisar merupakan simbol lambang negara dan pemersatu rakyat à tidak memiliki otoritas dalam pemerintahan
- 3 prinsip dasar Konstitusi Jepang: kedaulatan rakyat, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia, dan penolakan perang
- Pemilu: Rakyat Jepang memilih langsung anggota parlemen à anggota parlemen memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi perdana menteri (partai mayoritas) à perdana menteri terpilih menunjuk menteri-menteri dalam kabinetnya (eksekutif)
- Partai politik: Democratic Party of Japan (DPJ), Japan Communist Party (JPC), Komeito, Liberal Democratic Party (LDP), dan Sosial Democratic Party (SDP)
- Jepang berupaya untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB à tentangan dari China
KUL 10 HONGKONG, MONGOLIA, TAIWAN
HONGKONG
lalala
MONGOLIA
Secara rasial homogen → Mongol : 94.9% , Turki :5%
menganut aliran politik demokrasi
sistem pemerintahan : parlementer
Sistem pemilu : langsung, 4 tahun sekali
kepala negara : presiden (Tsakhiagiin Elbegdorj)
Kepala pemerintahan: PM (Sukhbatar Batbold)
Mongolia menganut sistem Multi Partai Multi Partai
partai terbesar : Mongolian’s People Revolutionary Party (MPRP) à beraliran komunis dan Democratic Party à berhaluan demokrasi
TAIWAN
Lalla…
KUL 11 KORUT VS KORSEL
KORSEL
- Republic of Korea
- Agama : Budha (20%), Protestan (16%), Katolik (5%), dan sisanya menganut aliran kepercayaan (Shamanisme, Daoisme, dan Konfusianisme)
- Tiga kerajaan pertama :
- Kerajaan Koguryo (utara Semenanjung Korea)
- Kerajaan Baekje (barat Semenanjung Korea)
- Kerajaan Shilla (timur Semenanjung Korea)
- Kerajaan Koguryo yang merupakan kerajaan terkuat terlibat pertikaian dengan kerajaan Su → Kerajaan Baekje menghadapi persoalan serupa dengan Kerajaan Koguryo →Kerajaan Shilla mampu menguasai keadaan dan mengambil alih kekuasaan 2 kerajaan tersebut → Korea dapat tersatukan dibawah kekuasaan Kerajaan Shilla pada tahun 668-935→ Dinasti Silla yang runtuh digantikan oleh Dinasti Koryo (abad 10) →Mulai mendapat serangan dari pihak luar, salah satunya dari tentara Mongol →Korea menjadi bagian dari Kekaisaran Mongol →Runtuhnya kekaisaran Mongol membuat Korea kembali memiliki kekuasaan penuh dan membentuk Kerajaan Chosun (1392-1910) →Terlalu fanatiknya pada Konfusianisme justru melemahkan kekuatannya dan lambat laun semakin tertinggal dari dunia modern →Mulai menjadi objek penjajahan negara-negara besar → Pada 1945 penjajahan negara-negara besar berakhir atas bentuan PBB → Pada bulan Juli 1953 terjadi pembagian wilayah antara Korea Utara dan Korea Selatan
- Bentuk pemerintahan : Republik semi presidensiil
- Kepala negara : presiden
- Kepala pemerintahan : perdana menteri
- Eksekutif: Presiden →Pemilu dilaksanakan setiap 5 tahun sekali →Memiliki hak veto → Fungsi : Simbol kemerdekaan, Penjamin jalannya institusi, Komandan tertinggi angkatan bersenjata
- Legislatif: Unicameral (single-chamber) National Assembly →Masa jabatan 4 tahun → Dipilih melalui dua system: kandidat professional & kandidat partai politik
- Yudikatif: peradilan tertinggi Supreme Court membawahi lima pengadilan banding appelatte court
- Multipartai
- Kasus dengan Korea Utara yang semakin memanas terkait dengan peristiwa kapal Korea Selatan dihantam oleh torpedo yang dilakukan oleh Korea Utara .
KORUT
Lalalalala///
ISU INTERNAL
Cina→ bunuh diri bunuh → pengangguran
UJIAN TENGAH SEMESTER MBP ASIA TENGGARA
UJIAN TENGAH SEMESTER MBP ASIA TENGGARA
DEVANIA ANNESYA
I: Mengapa ASTENG perlu dipelajari?
Fokusnya pada sisi perekonomian, ASTENG strategis, pasar perekonomian yang bagus karena masyarakat ASTENG merupakan pangsa pasar yang besar, tenaga kerja banyak, punya potensi.
II: Imperialisme, kolonialisme, dan nasionalisme
Ada dua metode mempelajari ini:
- Metode induktif
Indonesia→ knapa terjadi penjajahan? → kaya SDA, strategis (jalur benioff : selat malaka), lemah militer dan nasionalisme → penjajah masuk (mulanya) untuk berdagang → berpotensi, ingin memiliki → politik adu domba → missal di Malaysia: inggris mengadudomba raja meeka dan belanda di Indonesia (pola yang sama)
- Satu2nya negara yang tidak terjajah → Thailand krn Thailand dijadikan batas dae jajahan antara Inggris dan Perancis. Alasan lainnya, yaitu adanya keutuhan penduduk yg kuat, mendukung seluruh kebijakan raja. Para penjajah boleh msk Thailand, tapi para penjajah hrs memberikan suatu ilmu untuk Thailand.
- Metode deduktif
Berikut ini teori2 yang mendasari penjajahan:
- Teori Push and Pull, muncul krn adanya suatu kepentingan dr negara yg punya kekuasaan lebih dan faktor penariknya krn adanya peluang di wilayah koloni, ex: krn potensi SDAà AS di Indonesia melalui Freeport → melahirkan kebijakan di daerah jajahan
- Teori Lebensraum: suatu negara membutuhkan ruang gerak, baik dalam aspek ekonomi atau yg lain
- Teori Ultranasionalisme: para penjajah merasa superior sehingga menjajah ke wilayah tertentu, ex: Bangsa Israel terhadap Pelestina
- Adanya kebutuhan dari para kaum Kapitalisme melalui Marxis: imperialis → kapitalis → kolonialis
Munculnya nasionalisme dan implikasinya:
Nasionalisme muncul 1920-an di eropa → Renaissance: zaman pencerahan setelah terjadinya imperialisme-kolonialisme → membangkitkan → nasionalisme di negara2 terjajah. Ex: Indonesia dengan Budi Utomo dan tiga Serangkai → pasca PD II kepentingan AS memasuki Asteng → ideologi paling berkembang pasca PD a/ komunisme (ada gerakan komunisme di semua negara kan) → karena kolonialisme dan imperialisme menyebabkan kesengsaraan → gerakan perlawanan →kehendak perubahan kesamaan kedudukan
Implikasinya:
(-) negara terjajah akan merasa sangat menderita. Mis: Indonesia atas jajahan Belanda dan Jepang
Konflik terpendam regional (sebab neg penjajah neniliki perbatasan sendiri diantara negara2 penjajah)
(+) timbulnya nasionalisme
Lahirnya konferensi negara2 terjajah, mis: Konf New Delhi (untuk kemerdekaan Burma/ Myanmar) dan KAA
Contoh kasus:
- Filipina dijajah Spanyol → muncul gerakan nasionalisme seperti liga Filipina (1982) oleh Jose Rizal dan gerakan Andreas banifacio → 1998 merdeka dari Spanyol lalu dijajah AS→ 1946 merdeka sungguhan
- Kamboja dijajah prancis mulai 1863 → nasionalisme muncul dari elite berpendidikan di bawah Sihonouk → merdeka 1953
- Indonesia dijajah Portugis, belanda, inggris, jepang, prancis → nasionalisme muncul dari kaum inelektual → budi utomo → merdeka 17 Agustus 1945
- Malaysia dijajah Inggris sebagai negara koloni → gerakan nasionalis oleh partai komunis Malaya dan pan Islamic reform →merdeka 1957
- Vietnam dijajah prancis → gerakan nasionalis Ho Chi minh → merdeka 2 Juli 1976
Pembagian jajahan di Asteng:
¢ Inggris = Burma, Malaysia, beberapa wil. Borneo (Indon)
¢ Perancis = Indocina (Vietnam, Kamboja, Laos)
¢ Belanda = Hindia Belanda (Indonesia)
¢ AS = Filipina
¢ Portugis = Timor-Timur (Indon)
¢ Jepang = Indonesia
karakteristik negara di kawasan asia tenggara
- Sebagian besar negara anggotanya adalah negara berkembang
- Multietnis
- Politik Demoratis menggejala
- Kaya bahan mentah
- Rawan “ Pencaplokan Negara Maju ”
- Sebagian besar adalah negara agraris
- Beberapa merupakan negara penghasil minyak
- Pernah dijajah
- Posisi strategis
III. Konflik Perbatasan Asia Tenggara
Pembentukan ASEAN berawal dari 3 dimensi:
- internal: msg2 negara ASEAN msh punya mslhà legitimasi. Negara2 tdk bsa memiliki legitimasi dlm melakukan kegiatan negaranya krn adanya pengaruh bangsa asing, sehingga kebijakan negara2 Asteng dpt terpengaruh
Scr politisà penjajah meninggalkan negara Asteng scr serta merta, sehingga tdk menyisahkan administrasi dan birokrasi yg tdk signifikan bg wilayah koloninya→ Masalah legitimasi krn adanya perbedaaan pemikiran dr msg individu dlm menyikapi suatu persoalan tertentu ex: Pemerintahan Thailand yg ditentang oleh masyarakat yg pro Thaksin. Selain itu, adanya anggapan ideologi dr msg negara sbg ideologi yg paling benar (Ideologi komunisme Soviet terhadap Amiir Musso). Negaradi Asteng mengalami pluralisme ideologi. Problem legitimasi terkait dgn persoalan ekonomi krn adanya distribusi yg tdk merata, adanya kelas bourgeoise dan proletar. Selain itu, adanya persoalan internal dr msg2 negara pasca kolonialisme, sehingga memunculkan konflik perbatasan, ex: konflik Spratly yg melibatkan China, Vietnam dan Malaysia,.. Hal ini jg terjadi thd Sipadan-Ligitan..
- regionalà adanya persepsi ancaman dari masing-masing negara
- internasionalà masalah internal sering melibatkan campur tangan asing dari negara di luar kawasan ASTENG → Persoalan-persoalan yang ada saat ini menjadi tantangan bagi terwujudnya ASEAN Community →Negara-negara di ASEAN masih terlalu individualistis
Faktor umum penyebab konflik transboundary:
- Perbedaan penggunaan bukti sejarah → missal Spratly oleh Cina, Vietnam, Taiwan, Malaysia, dan filipina
- Kekayaan sumber daya alam
- Persengketaan lintas perdagangan
- Konflik patroli laut
- Penyelundupan barang ilegal
- Adanya terror transboundary
IV. Demokratisasi vs Militarisasi
Apakah militerisasi mendukung proses demokrasi?? Atau tidak?? Sementara negara ASTENg masih relatif tidak stabil dalam pemerintahannya???
Burma→intensitas militer sangat tinggiàlegislatif, yudikatif,eksekutif diduduki oleh militer. Indonesiaàera Soeharto
Perpolitikan AsTeng pada umumnya masih diintervensi oleh militer, why?à terkait dengan kestabilan dan keamanan negara. Jika terjadi suatu kekacauan dalam sipil yang tidak bisa diselesaikan dan mengganggu kestabilan negara, maka militer mencoba mengambil alih pemerintahan.
Militer harus selalu mendukung rezim yang sahà fungsi hanya menjaga keamanan negara→ profesionalisme militer klasik (Samuel Huntington)
Militer terlibat dalam perpolitikan→ Ini disebut profesionalisme modern → Militer intervensi perpolitikan karena merasa lebih mampu, lebih bertanggung jawab untuk mengamankan negara (faktor inheren)Victor Albert atau militer intervensi karena merasa lembaga politik tidak mampu menjalankan pemerintahan degan baik
Intervensi militer memiliki beberapa tingkatan: tingkat tinggi, tingkat menengah, tingkat rendah
Tingkat tinggi:, Burma (Junta militer)
Sedang: Thailand, Indonesia (era soeharto)
Rendah: Indonesia (sekarang), Brunei
Kenapa militerisasi terjadi?
- Permintaan masyarakat → budaya politik
- Warisan colonial
- Adanya ketidakstabilan
V. Strategi pembangunan negara asia tenggara
Teori pembagunan ada dua aliran:
- Historis → sejarh → negara core mengeksploitasi periperi sehingga dibutuhkan sentralistik → marx
- Analitik → melihat pada realitas struktur masyarakat
- Pertumbuhan (R.R rostow) → pertumbuhan ekonomi → pembangunan negara: tradisional, lepas landas, kematangan
- Pemerataan → missal di malaysia ada New economy policy guna menyejajari etnis cina
- Sustainable development: menekankan pada keselarasan pembangunan (setelah 2 di atas terpenuhi)
- Etno-development: adanya pembinaan secara cultural
Strategi pembangunan
- Vietnam: marxis klasik (1975-1980) → neoliberalis (1980-sekarang) melalui reformasi Doi Moi
- Isu Burma/ Myanmar: komunisme, etnis, perbatasan dengan Thailand juga Indochina, perekonomian mati, kondisi rakyat tidak stabil →militerisasi
- Malaysia: pemerataan dengan etnis Cina → goal: leader di Asia Tenggara dengan motto Malaysia Trully Asia
VI. Ketenagakerjaan Asia Tenggara
persoalan Tenaga kerja terutama yang berkaitan dengan TKI sebagai penyumbang devisa Negara.
Kondisi TK di asia Tenggara:
- Indonesia: ppengangguran tinggi, kualitas SDM rendah, ubah buruh kecil, kurang perhatian dari pemerintah, penganiayaan TKI, standarisasi CBT krg maksimal, implementasi kebjakan krg efektif
- Brunei: kurangnya tenaga kerja buruh → impor buruh → isu gender (pemberdayaan yg p sektr2 yg seharusnya diisi pria) →pengangguran krn persaingan buruh impor
- Thailand: organisir lemah, kebijakan belum sepenuhnya diimplementasikan, buruh kurang pendidikan, peyelewengan upah, persaingan dengan pekerja asing, parpol kurang berkonsentrasi pada TK, kekerasan fisik
- Vietnam: upah rendah
- Filipina: Menfokuskan pada pengiriman tenaga kerja → pemerintah memperlakukan TKF seperti diplomat dan pahlawan devisa, Memiliki Philippine Employment Overseas Agency (PEOA) → Filipina telah menerapkan sisitem CBT untuk tenaga kerjanya, Terimplementasi dalam TESDA (Technical Education & Skill Development Authority) → Upah tenaga kerja Filipina tinggi → jumlah tenaga kerja yang bermasalah kurang dari satu persen → Negara pertama yang meratifikasi ILO
- Malaysia: bergantug pd impor buruh, perlakuan buruk pada buruh impor
- Kamboja: gaji minim, ekspor TK minim krn krisis
- Myanmar: terdapat TK paksa pada proyek pemerintah yang didukung rezim militer, buruh dibawah umur, blm ada standar upah minim, aktif ekspor TK, tdk ada perlindungan HAM
- Laos: banyak ekspor TK, perlindungan TK krg baik
10. Singapura: bergantung impor TK, TKW tereksploitasi, kekerasan, gaji rendah
Implikasi ketenagakerjaan:
(+) memajukan negara → devisa & perbaikan standar hidup→ pembangunan
(-) menimbulkan masalah baru → HAM, penganiayaan, upah rendah
Masalah umum TK di Asteng: pendidikan rendah, gaji rendah, TK Ilegal, ekploitasi, pengangguran tinggi
VII. ASEAN Community
Latar Belakang:
(Eksternal): Globalisasi, Perdagangan bebas, Terorisme, Homogenitas budaya, Isu-isu Transnasional lainnya
Internal: Kesenjangan pertumbuhan ekonomi, Upaya demokratisasi
→ Dibentuk pada saat pertemuan APEC tanggal 18 November 2004
Terdiri dari Tiga Pilar: AEC, ASC, ASCC
ASEAN Economic Community
TUJUAN : Menciptakan pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 lewat programnya Asean Free Trade Area → Rencana-rencana pemotongan tarif dan adanya standarisasi produk
ASEAN SECURITY COMMUNITY
Tujuan : Perdamaian dan stabilitas regional lewat implementasi keadilan dan supremasi hukum, menyeleseikan masalah-masalah keamanan Seperti contohnya sindikat narkotika, terorisme, bajak laut dikawasan perairan ASEAN, dll → Implementasinya kerjasama regional
ASEAN SOCIO CULTURAL COMMUNITY
TUJUAN: meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”, yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi
empat elemen utama:
- Pengelolaan dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi.
- Membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berbagi untuk mengatasi isu-isu kemiskinan, keadilan, dan pengembangan sumber daya manusia.
- Meningkatkan perlindungan lingkungan.
- Memperkuat dasar-dasar bagi ikatan sosial kawasan.
KISI KISI UAS ASIA TENGGARA
ETHNIC CONFLICT KULIAH 8
Filipina
- Pemberontakan dilakukan oleh suku Moro yang didasarkan karena Agama → separatisme Muslim Moro di Pulau Mindanao
- Faktor-faktor yang mempengaruhi:
- Masalah sejarahàBangsa Moro mengatakan bahwa inkorporasi bangsa Moro ke Filipina adalah sesuatu yang immortal dan ilegal annexation
- Masalah sosial budaya àadanya perbedaan ideologi antara kaum islam dan nilai-nilai sekularismme barat, kedatangan transmigran Katholik dari utara
- Masalah politik àpemerintah kurang mengakomodasi aspirasi bangsa moro
- Masalah sumber dayaàPembagian sumber daya yang tidak merata
→ Sampai saat ini, pemerintah Filipinna belum dapat mengeluarkan kebijakan apapun yang mengarah kepada situasi yang lebih baik
Burma
- Gerakan separatisme di Burma lebih mengarah kepada permasalahan suku
Karen + shah = pemberontakan thd burmese
Karenàberasal dari Thailand dan pada umunya tinggal di perbukitan atau pedesaan
Shahà berasal dari china,laos dan pada umunya tinggal diperkotaan
- Faktor-faktor yang menyebabkan separatisme:
- Kebijakan pemerintah yang mengaliensi dari budaya asli
- Pemaksaan penggunaan bahasa burmese dan agama budhism
- Kebijakan yang dilakukan oleh Unuàuniformityàone language;one culture;one religion
Yang telah dilakukan pemerintah:Represi Militer
Thailand (PULO dan NEW PULO)
- Adanya pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Patani yang notabene beragama Islam terhadap bangsa Thai yang beragama Budha
Faktor-faktor:
- Pembangunan yang tidak merata
- Romantisme masa lalu terhadap kejayaan Kerajaan Pattani Darussalam
- Dukungan akibat adanya kontak dengan kerabat etnis di wilayah Kelantan, Malaysia (aktivitas lintas batas negara)
- Orientasi Islam, ketiga faktor tersebut terangkum dalam hijra (bahwa seluruh komunitas Islam memiliki hak dan kewajiban untuk menarik diri dari segala bentuk ‘penyiksaan’ yang beresiko pada eksistensinya)
- Saling berburuk sangka antara kaum patani dengan Thai.
Patani->thai :kafir dan penyembah berhala
Thai->patani : pemalas, jorok, tidak dapat dipercaya
Yang telah dilakukan pemerintah:
Sebenarnya pemerintah Thailand telah melakukan banyak kebijakan antara lain:
- Dihapuskanya pendidikan agama Islam dari kurikulum pendidikan
- Dilarangnya penggunaan baju atau segala tribut yang menggambarkan keislaman ex.peci,baju kurung
Dimana kebijakan itu diasumsikan agar semua warga negara Thailand merasa sebagai satu kebersamaan namun yang terjadi,hal ini justru menimbulkan perasaan “tidak terima” dari kaum patani à pemberontakan
Indonesia
- Aktivitas separatisme sudah ada di Aceh sejak 1950an
- Faktor penyebab separatisme :
– Asumsi yang berkembang bahwa Aceh tidak pernah mendapatkan keuntungan dari sumber daya yang dimilikinya sendiri termasuk tidak mendapat prioritas pembangunan karena di era Soeharto khususnya pembangunan terpusat pada Jawa
– Ketidaksetujuan terhadap kebijakan transmigrasi ppemerintah à kekhawatiran terhadap penggerusan tradisi oleh tradisi politik dan budaya Jawa
– Penolakan terhadap sekularisme pemerintah Indonesia
– Tekanan militer di Aceh
Bu sartika
Understanding:
1. Religious Conflict
2. Ethnic Conflict
3. Vertical Conflict (Government-Group/Sub-nation), ex/ GAM Vs Pemerintah Indonesia
4. Horizontal Conflict
Basic for Resurgence
ü Religious :
- minority depression
- their religion is difference to state/majority religion
- create states based on religion
- global religion unity
ü Economics
- Economic gap
- Unfairness of economic benefit
- Unequal economic development, and allocation
ü Political :
- unfairness of political promise
- un fairness of political representative
- unsustainable political policy: transmigration, assimilation
- enforce mono character
ü Social
- race/sub nation threatening
- cultural practice undermined/marginalized
Intensify bitterness
ü Political conflict management
- - neglect the aspiration
- - force approach
ü Military solution
ü Elite mobilisation
ü Support from regional/international
ü Legitimation building
Singh, Bilveer. The talibanization of Southeast Asia: losing the war on terror to islamist extremist. 2007. London: Greenwood Publishing Group
KULIAH 10 Terorisme di Asia Tenggara
Who Are they?
- In Philippines: Abu sayyaf Group (ASG) → Islamic Moro National Liberation Front (MNLF), MILF→ ???
- Thailand: Pattani United Liberation Organization (PULO) ?
- Indonesia: Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ?, Al Jamaah-Al Islamiyah – Jamaah Islamiyah (JI)
- Malaysia: Rajah Sulaiman Revolutionary Movement (RSRM), Kumpulan Militan Malaysia (KMM) in Malaysia
Differences between terrorist and insurgence
- Terrorist :
– seek to discredit the state by demonstrating that it is incapable of providing safety and social stability in those polities they are contesting
– recourse to religion as a basis of action.
- Separatist organisations :
– are less focused on the demonstrating a state’s impotents and more concerned with the primary political objective of separation or independence from the authority of the state they are challenging.
– used the religion (Islam) to strengthen their identity
– on exploiting class differences or ethnic divisions
How to Combat?
- Hard Power: military, economi
- Soft Power: ideologi, ide-ide : deradikalisasi.?
Brown, David. 1988. From Peripheral to Ethnic Nations: Separatism in Southeast Asia. Columbia: Pacific Affair, University of British Columbia
KULIAH 11 ASEAN
What is Norm?/Order
- The way they do
- They way they relate each other
- “inter subjective framework for interaction and socialization ”
- Informal/formal rule
- Written/unwritten agreement
Why discuss about Regional Norms
- Tension between Universal value and regional value
- ex. Cooperative security (CSCE) can not apply to ASEAN, reject by China.
- US bilateral relations rather than hegemony
- Regionalisation is flourish when realism and neoliberalism is not matter.
- Non intervention for domestic
- Appreciate to State sovereignty is high
- Less interdependence, economy
- Voting is not the modus operandi
- ASEAN is not balancer
10. ASEAN is not phenomenon of BoP.
11. Multilateral inst building not legalistic, formal, but more sociological and intersubjective
Why study Norms/Identity (Theoretical)
- Realism view can not comprehensively apply in ASEAN
- Material can not explain
- Neoliberalism can not explain successfully
Some Norms in ASEAN
- ASEAN way
- Consensus
- Avoiding conflict
- Save the face
- Musyawarah mufakat
- Informality
- Flexible engagement
- Enhance interaction
Characteristics of Open Regionalism/Cooperative Security
- Inclusive
- Non discrimination
- Transparency
- Using consultancy
- Dialogue
Soft regionalism/flexible consensus
- Informal
- Avoidance of excessive institutionalization
- Ad hoc rather than permanent
- Concept and practice consensus/not unanimity
- Concept five minus one.
- Musyawarah mufakat
- Not airing the differences in public
- Thinking multilateral but adopt bilateral
- pragmatic
The Impact/Conclusion
- Process orientated, rather than outcome structural change
- Identity driven than interest driven
What is ASEAN?
Amitav Acharya (1990: 14) ASEAN merupakan bentuk aspirasi dari para pendiri ASEAN untuk mewujudkan “satu (kesatuan) Asia Tenggara” → suatu bentuk dasar dari komunitas regional dari negara-negara Asia Tenggara, yang memiliki norma dan nilai fundamentalàidentitas bersama
ASEAN Way
- Manajemen konflik a la ASEAN
- ASEAN Way membentuk pola diplomasi khas ketimuran àmusyarawah dan mufakat.
- Berakar dari budaya Melayu, yang menekankan pada konsensus dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Tantangan ASEAN
- Negara-negara anggota lebih mementingkan kepentingan nasionalnya sendiri daripada kepentingan bersama dari ASEAN
- keberagaman budaya
- sikap pragmatis dari masing-masing negara
- terdapat perbedaan pandangan ekonomi dan politik
Solusi
- Mengembangkan sense of belonging
- Menciptakan identitas bersama komunitas regional
- Mengupayakan professionalisme
- Meminimalisasi pragmatisme negara-negara ASEAN
- Memperketat pengawasan penghormatan terhadap kedaulatan negara
Tan, Andrew TH. Relations among the ASEAN states: bilakteral tensions and prospects for security community. Vol 13 no2
KULIAH 12 SECURITY COMMUNITY IN ASEAN
The supportive Factors for SC
– integration
– Close interdependence
– Supra level of institutions
– Commonality: Similarity ideology, cultural, social, religion
Characteristics: A security community usually brings together a group of ‘like minded’ actors who often develop common criteria of inclusion and exclusion.
Typologies: Pluralist (the US and Canada), Amalgamated (the US)
Typology
Nascent: shared threat perceptions, expected trade benefits, collective identity, and organisational emulation.
Ascendant: tighter military coordination, reduced fears, the beginning of cognitive transition, inter-subjective processes, collective identities, and dependable expectations of peaceful change.
Mature: institutionalization, supra-nationalism, a high degree of trust, and low or no probability of military conflicts
Security Community of ASEAN
– Historical development of ASEAN: Bali Concord I, Zopfan, ASEAN Summit, AFTA, ARF
– Still exist for more than 40 years
– No significant war among the members
– the Bali Concord II in 2003
– the ASEAN Charter 2007.
– Amitav Acharya: ASEAN is nascent
– loose security communities → because of their relatively lower levels of integration, institutionalisation and more questionable democratic values.
– Kritik: Imitation community & an illusion of community
Kontradiksi:
– Still conflict, no peaceful dividend
– as rife with tension resulting from geopolitical competition between the U.S. and China after Cold War.
– lacks a ‘general purpose’ and thus can not generate a common response to mutual threat perceptions
– institutionalist, and collective identity is not really very strong
– non-binding and informal relationships among their members are usually not organisations
– High / traditional state sovereignty
Jones, David M & Smith, Michael L.R. 2002. ASEAN’s Imitation Community. Tasmania: University of Tasmania
KULIAH 12 ASEAN-GREAT POWER
How does the relations been arranged between SEA and Great Powers?
1. Understanding Balancing
- States facing an external threat will align with others to oppose the states posing threat.
- Tendencies:
- - threatening state’s aggregate power
- - nearer powerful state greater state offensive capabilities
- More aggressive states perceive intentions
2. Understanding bandwagon
- States facing an external threat will ally with the most threatening power → The greater a state’s offensive capabilities
Historical background SEA relations with great powers
- Bipolar system,
– containment policy
– Bilateral
– Alliances : SEATO, Thailand, Philippines.
– Balancing
Post Cold War → unipolar
General Perception
- US: a benign power
- China:
– distrust , for reasons of geographical proximity, historical enmity and interference, contemporary territorial disputes, and rising economic competition
– No more China Threat but China challenge.
Strategic policies to other great powers
- omni-enmeshment: political and economic means, through bilateral efforts, and through the use of multilateral regional institutions: developing closer economic relations, creating political/security dialogues, exchanges, and cooperation, establishing military exchanges and relationships.
- Hedging : neither to pick sides nor to exclude certain great powers, but rather to try to include all the various major powers in the region’s strategic affairs→Need great powers to intertwined
Example of omni-enmeshment policies
I.
Vietnam – US and India – while maintaining close traditional tie with China
Indonesian defense tie with US, China and Australia,
II
Singapore – Thailand policymakers have tried to
turn the geopolitical reality of great power penetration to their benefit. elevated national goals of diversifying bilateral relations with major powers by promoting them as integral elements of policies to manage
regional stability
The Positive for Omni-enmeshment policies
- mediates against the possibility of violent rivalry between major powers
- these powers will discover that they have common interests that are not mutually exclusive, such as the economic benefts of free trade and secure trading routes in the region
Balancing Strategic
- Not in realist terms : neither balance against the preponderant power of the United States, nor do they obviously balance against the potentially bigger perceived threat of China
- indirect military balancing policies:
- (1) undertaken by individual states unilaterally or bilaterally, aimed at deterring a range of potential threats; and (2) regional “complex balancing” policies that encompass multiple balancing media and targets, with
- the wider aim of forging a regional balance of influence that goes beyond the military realm
Tow, William. 2003. US bilateral security alliances in the Asia Pasific: Moving Beyod Hub and Spokes. Hobart: University of Tasmania
Criteria:
– Open Book
– No lap top
– No sharing material
Marking:
– Use the theoretical/references(write the name, year)
– Your logical/chronological argument.
– Creativity.
UJIAN TENGAH SEMESTER geopol: CHRONICLED BY SILABUS
devania ANNESYA
Pengertian geopolitik:
Geopolitics à Rudolf Kjellen in 1899 → Geo (eath), polls (an independent united society), teia (affair) à ilmu penyelenggaraan negara-yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi atau tempat tinggal suatu bangsa
Geostrategy (turunan geopol) →how does state reach its national interest using its geographical conditions
TEORI-TEORI GEOPOLITIK
Origins of geopolitics: Scientism & Darwinisn
Origins: space, time, struggle →Golden age of geopolitics: second half of the 19th century first part of the 20th century → Hausofer’s death put a shift in the geopolitics history →End of Geopolitik →geopolitics was assimilated to a science to achieve political goals →Geopolitics and strategy = political decisions
Scientism: a way to get explanation about facts→ Religion lost its importance, understand humanity →Men is the main center of topics and can dominate everything →Geopolitics got its roots from scientism → New theories : Positivism, Marxism, Psychoanalysis
Social Darwinism: Human is under the evolution law →Human has to fight to survive, has to conquer territories to settle→Territories became a object of desire (Jerusalem)→ Human gets different with animals because he masters→ Tools (weapons, navy = colonies), Writings, Power
Facts:
- The first WW offers a new vision of geopolitics
- Competition between European Nations and emergence of US and Japan
- Colonization
- Imperialism
- 1920 treaties follow the logic of Darwin
- End of empires
- Sanction of Germany
- The two second world wars illustrates the vision of Darwinism. Cold war : more geopolitical approach than ideological. Ex: Viet-Nam war:hegemonic vision of US against soviet expansionism and Viet-Name.se Nationalism, Alliance between China and US to counter USSR
- Pemikir klasik:
- Halford J Mackinder: heartland, The role of techniques, Who rules the Heartland commands the World-Island; Who rules the World-Island commands the World → dlm p napoleon, rusia mengincar KA Siberia
- Mahan: Economical and financial approach of conflict, Control of the sea
- Spykman: rimland a/ arena kunci, Amerika harus menjaga BOP di old war
- Ratzel: lebensraum, negara sbg makhluk hidup, ekspansi Nazi jerman
- Karl Haushofer: Lebensraum, Germany-Japan, Fighting maritime power → untuk menghadang maritime Amerika dan Inggris, jerman harus membuat blok intercontinental jerman-russia-jepang→pakta nazi-soviet 1939
- Burnham: geopol antikomunisme di CW
- Seversky: air power → Russian-born, American aeronautical engineer
- Wallerstein: World System Theory (dunia a/ sist sosial; legitimasi, batasan, grup), modern world system 1974, 1980, 1989 → core, periperi, semiper
- Cohen: sistem ketergantungan dan nation-state, power bersifat desentralisasi → maritime, Eurasia, shatterbelt
- Ciri geopol classic: 1. State constant evolution, 2. Power based masses: teritori, SDA, population, 3. War as a regulation mechanism
GEOPOLITIK, GEOSTRATEGI, DAN TATANAN DUNIA BARU
- Uneven development: adanya perkembangan tiap-tiap negara yang menyebabkan ketidakseimbangan perkembangan sistem politik dunia karena perbedaan sumber daya, geografi, SDM,dll
- Rise and fall of the supremacy: terdapat dua kali fase hegemoni, inggris dan amerika. Inggris lebih kepada bagaimana masuk dalam persatuan dagang mereka dan menerima sekuriti, amerika lebih kepada kemajuan industri dan pereknomian
- The multipolar world order: munculnya aktor-aktor baru (negara2) yang diluar hegemoni amerika dan rusia dan negara dengan sekuriti kuat →jerman dan jepang → peran teknologi
EMPIRE, CITIES, NATION-STATES
- Empire and geopolitics → an empire is a geographically extensive group of states and peoples (ethnic groups) united and ruled either by a monarch (emperor, empress) or an oligarchy → empire builts according to an appropriation of territories → Territories reflect the power of an empire BUT can’t predict its future → Raise, top, decline and collapse→ ex: rome abad 5, ottoman abad 6, british raya abad 5
Ekspansi diikuti dengan bahaya kejatuhan lalu diletakkan “batas”, ex: tembok besar China
Hirarki →emperor, harus respect dalam diversitas empire
- States → unique leadership, borders (semetara ada unsure emperor, raja, sub teritori, states, cities, dan juga ekspansi) → bangkit di abad pertengahan dengan unsure border, kedaulatan, leaderhip/ social contract, relations with other states, protection, bentuk kingdom/ republik)
Nation (social+cultural)+state (juridical+political) → bangsa, ancaman, batas, pemeritahan, armies, sekuriti tercapai, state (bangsa mendemand state)
- Cities →small but strong, depend on network, on trade, & exchanges → today: Singapore, hong kong → Greece: atena, Sparta
Dilemma: dekomposisi internal, invasi ekternal
MINYAK DAN GAS SEBAGAI PENYEBAB DAN PENGHENTI PERANG
Minyak sebagai penyebab perang → gulf war
Alan H Gelb: rich resource endowment is more a curse than a blessing
Minyak menjadi senjata politik pertama kali terjadi pada tahun 1973-74 saat perang Arab– Israel→ harga minyak tak terkendali →First Oil Shock → stabilitas dan keamanan kawasan
Different structure between oil and gas:
Oil→ oligopolistic, lebih terkontrol, mel MNC, state…
Gas → no agreement, masih akan dibangun organisasi dari rusia
Hegemoni oil: Arab, Rusia, Venezuela
Minyak sebagai Penyebab Perang
- Kebutuhan negara akan minyak meningkat seiring meningkatnya industri
- Keterbatasan persediaan minyak hingga menimbulkan konflik
GEOPOLITIK DAN GEOSTRATEGI DI ERA KEKINIAN
Post CW
1989 → Kennan “containment policy” → prevent nuclear war
1943 → Mackinder “counterbalance heartland power” → “midland ocean”: encompassing the West European peninsula, Britain, the Atlantic Ocean and the eastern portion of North America → reality: 1949 NATO
In 21st century
Geopolitics=history → muncul “globalization” (Thomas Friedman), the microchip (George Gilder) or “geo-economics” (Edward Luttwak) → nation’s power replaced by trade relations, environmental cooperation and global information networks → interdependent → less military & political conflict → but Colin S. Gray observed world politics is still keyed to territorially based and defined state: geography defined the actor and defined the term which they measured security → that’s why meski CW berakhir Saddam Husein tetap menginvasi Iraq untuk akses minyak, perang Rusia melawan separatis Chechen, Serbia yg ingin menguasau eksYugos, North Korea development missile, China mengintimidasi Taiwan, konflik Israel-Palestin dan nuklir India-Pakistan atas Khasmir.
Geopolitics perspective in new century? Masih seputar teori klasik spykman-Mackider→hertland, Rimland, Eurasia → AS masih berusaha menjalin kerjasama dengan negara rimland (NATO, Israel, arab, mesir, jepang, nort korea, Aussie, dll), mengatur posisi military power, sea, and air power di dae tsb.
GEOSTRATEGI RUSIA DI EX YUGOS DAN CIS
Pokoke Rusia mah sibuk sama kecurigaan negara2 sekitar dia yg ikut NATO dan rencana defense misile NATO di Eropa Timur, lalu Minyak, lalu konflik etnis diantara mereka (Kosovo). Begitu deh…
KISI KISI UJIAN TENGAH SEMESTER MBP ASIA TENGGARA
I: Mengapa ASTENG perlu dipelajari?
Fokusnya pada sisi perekonomian, ASTENG strategis, pasar perekonomian yang bagus karena masyarakat ASTENG merupakan pangsa pasar yang besar, tenaga kerja banyak, punya potensi.
II: Imperialisme, kolonialisme, dan nasionalisme
Ada dua metode mempelajari ini:
1. Metode induktif
Indonesia→ knapa terjadi penjajahan? → kaya SDA, strategis (jalur benioff : selat malaka), lemah militer dan nasionalisme → penjajah masuk (mulanya) untuk berdagang → berpotensi, ingin memiliki → politik adu domba → missal di Malaysia: inggris mengadudomba raja meeka dan belanda di Indonesia (pola yang sama)
• Satu2nya negara yang tidak terjajah → Thailand krn Thailand dijadikan batas dae jajahan antara Inggris dan Perancis. Alasan lainnya, yaitu adanya keutuhan penduduk yg kuat, mendukung seluruh kebijakan raja. Para penjajah boleh msk Thailand, tapi para penjajah hrs memberikan suatu ilmu untuk Thailand.
2. Metode deduktif
Berikut ini teori2 yang mendasari penjajahan:
1. Teori Push and Pull, muncul krn adanya suatu kepentingan dr negara yg punya kekuasaan lebih dan faktor penariknya krn adanya peluang di wilayah koloni, ex: krn potensi SDAà AS di Indonesia melalui Freeport → melahirkan kebijakan di daerah jajahan
2. Teori Lebensraum: suatu negara membutuhkan ruang gerak, baik dalam aspek ekonomi atau yg lain
3. Teori Ultranasionalisme: para penjajah merasa superior sehingga menjajah ke wilayah tertentu, ex: Bangsa Israel terhadap Pelestina
4. Adanya kebutuhan dari para kaum Kapitalisme melalui Marxis: imperialis → kapitalis → kolonialis
Munculnya nasionalisme dan implikasinya:
Nasionalisme muncul 1920-an di eropa → Renaissance: zaman pencerahan setelah terjadinya imperialisme-kolonialisme → membangkitkan → nasionalisme di negara2 terjajah. Ex: Indonesia dengan Budi Utomo dan tiga Serangkai → pasca PD II kepentingan AS memasuki Asteng → ideologi paling berkembang pasca PD a/ komunisme (ada gerakan komunisme di semua negara kan) → karena kolonialisme dan imperialisme menyebabkan kesengsaraan → gerakan perlawanan →kehendak perubahan kesamaan kedudukan
Implikasinya:
(-) negara terjajah akan merasa sangat menderita. Mis: Indonesia atas jajahan Belanda dan Jepang
Konflik terpendam regional (sebab neg penjajah neniliki perbatasan sendiri diantara negara2 penjajah)
(+) timbulnya nasionalisme
Lahirnya konferensi negara2 terjajah, mis: Konf New Delhi (untuk kemerdekaan Burma/ Myanmar) dan KAA
Contoh kasus:
1. Filipina dijajah Spanyol → muncul gerakan nasionalisme seperti liga Filipina (1982) oleh Jose Rizal dan gerakan Andreas banifacio → 1998 merdeka dari Spanyol lalu dijajah AS→ 1946 merdeka sungguhan
2. Kamboja dijajah prancis mulai 1863 → nasionalisme muncul dari elite berpendidikan di bawah Sihonouk → merdeka 1953
3. Indonesia dijajah Portugis, belanda, inggris, jepang, prancis → nasionalisme muncul dari kaum inelektual → budi utomo → merdeka 17 Agustus 1945
4. Malaysia dijajah Inggris sebagai negara koloni → gerakan nasionalis oleh partai komunis Malaya dan pan Islamic reform →merdeka 1957
5. Vietnam dijajah prancis → gerakan nasionalis Ho Chi minh → merdeka 2 Juli 1976
Pembagian jajahan di Asteng:
Inggris = Burma, Malaysia, beberapa wil. Borneo (Indon)
Perancis = Indocina (Vietnam, Kamboja, Laos)
Belanda = Hindia Belanda (Indonesia)
AS = Filipina
Portugis = Timor-Timur (Indon)
Jepang = Indonesia
karakteristik negara di kawasan asia tenggara
• Sebagian besar negara anggotanya adalah negara berkembang
• Multietnis
• Politik Demoratis menggejala
• Kaya bahan mentah
• Rawan “ Pencaplokan Negara Maju ”
• Sebagian besar adalah negara agraris
• Beberapa merupakan negara penghasil minyak
• Pernah dijajah
• Posisi strategis
III. Konflik Perbatasan Asia Tenggara
Pembentukan ASEAN berawal dari 3 dimensi:
1. internal: msg2 negara ASEAN msh punya mslhà legitimasi. Negara2 tdk bsa memiliki legitimasi dlm melakukan kegiatan negaranya krn adanya pengaruh bangsa asing, sehingga kebijakan negara2 Asteng dpt terpengaruh
Scr politisà penjajah meninggalkan negara Asteng scr serta merta, sehingga tdk menyisahkan administrasi dan birokrasi yg tdk signifikan bg wilayah koloninya→ Masalah legitimasi krn adanya perbedaaan pemikiran dr msg individu dlm menyikapi suatu persoalan tertentu ex: Pemerintahan Thailand yg ditentang oleh masyarakat yg pro Thaksin. Selain itu, adanya anggapan ideologi dr msg negara sbg ideologi yg paling benar (Ideologi komunisme Soviet terhadap Amiir Musso). Negaradi Asteng mengalami pluralisme ideologi. Problem legitimasi terkait dgn persoalan ekonomi krn adanya distribusi yg tdk merata, adanya kelas bourgeoise dan proletar. Selain itu, adanya persoalan internal dr msg2 negara pasca kolonialisme, sehingga memunculkan konflik perbatasan, ex: konflik Spratly yg melibatkan China, Vietnam dan Malaysia,.. Hal ini jg terjadi thd Sipadan-Ligitan..
2. regionalà adanya persepsi ancaman dari masing-masing negara
3. internasionalà masalah internal sering melibatkan campur tangan asing dari negara di luar kawasan ASTENG → Persoalan-persoalan yang ada saat ini menjadi tantangan bagi terwujudnya ASEAN Community →Negara-negara di ASEAN masih terlalu individualistis
Faktor umum penyebab konflik transboundary:
• Perbedaan penggunaan bukti sejarah → missal Spratly oleh Cina, Vietnam, Taiwan, Malaysia, dan filipina
• Kekayaan sumber daya alam
• Persengketaan lintas perdagangan
• Konflik patroli laut
• Penyelundupan barang ilegal
• Adanya terror transboundary
IV. Demokratisasi vs Militarisasi
Apakah militerisasi mendukung proses demokrasi?? Atau tidak?? Sementara negara ASTENg masih relatif tidak stabil dalam pemerintahannya???
Burma→intensitas militer sangat tinggiàlegislatif, yudikatif,eksekutif diduduki oleh militer. Indonesiaàera Soeharto
Perpolitikan AsTeng pada umumnya masih diintervensi oleh militer, why?à terkait dengan kestabilan dan keamanan negara. Jika terjadi suatu kekacauan dalam sipil yang tidak bisa diselesaikan dan mengganggu kestabilan negara, maka militer mencoba mengambil alih pemerintahan.
Militer harus selalu mendukung rezim yang sahà fungsi hanya menjaga keamanan negara→ profesionalisme militer klasik (Samuel Huntington)
Militer terlibat dalam perpolitikan→ Ini disebut profesionalisme modern → Militer intervensi perpolitikan karena merasa lebih mampu, lebih bertanggung jawab untuk mengamankan negara (faktor inheren)Victor Albert atau militer intervensi karena merasa lembaga politik tidak mampu menjalankan pemerintahan degan baik
Intervensi militer memiliki beberapa tingkatan: tingkat tinggi, tingkat menengah, tingkat rendah
Tingkat tinggi:, Burma (Junta militer)
Sedang: Thailand, Indonesia (era soeharto)
Rendah: Indonesia (sekarang), Brunei
Kenapa militerisasi terjadi?
- Permintaan masyarakat → budaya politik
- Warisan colonial
- Adanya ketidakstabilan
V. Strategi pembangunan negara asia tenggara
Teori pembagunan ada dua aliran:
1. Historis → sejarh → negara core mengeksploitasi periperi sehingga dibutuhkan sentralistik → marx
2. Analitik → melihat pada realitas struktur masyarakat
a. Pertumbuhan (R.R rostow) → pertumbuhan ekonomi → pembangunan negara: tradisional, lepas landas, kematangan
b. Pemerataan → missal di malaysia ada New economy policy guna menyejajari etnis cina
c. Sustainable development: menekankan pada keselarasan pembangunan (setelah 2 di atas terpenuhi)
d. Etno-development: adanya pembinaan secara cultural
Strategi pembangunan
1. Vietnam: marxis klasik (1975-1980) → neoliberalis (1980-sekarang) melalui reformasi Doi Moi
2. Isu Burma/ Myanmar: komunisme, etnis, perbatasan dengan Thailand juga Indochina, perekonomian mati, kondisi rakyat tidak stabil →militerisasi
3. Malaysia: pemerataan dengan etnis Cina → goal: leader di Asia Tenggara dengan motto Malaysia Trully Asia
VI. Ketenagakerjaan Asia Tenggara
persoalan Tenaga kerja terutama yang berkaitan dengan TKI sebagai penyumbang devisa Negara.
Kondisi TK di asia Tenggara:
1. Indonesia: ppengangguran tinggi, kualitas SDM rendah, ubah buruh kecil, kurang perhatian dari pemerintah, penganiayaan TKI, standarisasi CBT krg maksimal, implementasi kebjakan krg efektif
2. Brunei: kurangnya tenaga kerja buruh → impor buruh → isu gender (pemberdayaan yg p sektr2 yg seharusnya diisi pria) →pengangguran krn persaingan buruh impor
3. Thailand: organisir lemah, kebijakan belum sepenuhnya diimplementasikan, buruh kurang pendidikan, peyelewengan upah, persaingan dengan pekerja asing, parpol kurang berkonsentrasi pada TK, kekerasan fisik
4. Vietnam: upah rendah
5. Filipina: Menfokuskan pada pengiriman tenaga kerja → pemerintah memperlakukan TKF seperti diplomat dan pahlawan devisa, Memiliki Philippine Employment Overseas Agency (PEOA) → Filipina telah menerapkan sisitem CBT untuk tenaga kerjanya, Terimplementasi dalam TESDA (Technical Education & Skill Development Authority) → Upah tenaga kerja Filipina tinggi → jumlah tenaga kerja yang bermasalah kurang dari satu persen → Negara pertama yang meratifikasi ILO
6. Malaysia: bergantug pd impor buruh, perlakuan buruk pada buruh impor
7. Kamboja: gaji minim, ekspor TK minim krn krisis
8. Myanmar: terdapat TK paksa pada proyek pemerintah yang didukung rezim militer, buruh dibawah umur, blm ada standar upah minim, aktif ekspor TK, tdk ada perlindungan HAM
9. Laos: banyak ekspor TK, perlindungan TK krg baik
10. Singapura: bergantung impor TK, TKW tereksploitasi, kekerasan, gaji rendah
Implikasi ketenagakerjaan:
(+) memajukan negara → devisa & perbaikan standar hidup→ pembangunan
(-) menimbulkan masalah baru → HAM, penganiayaan, upah rendah
Masalah umum TK di Asteng: pendidikan rendah, gaji rendah, TK Ilegal, ekploitasi, pengangguran tinggi
VII. ASEAN Community
Latar Belakang:
(Eksternal): Globalisasi, Perdagangan bebas, Terorisme, Homogenitas budaya, Isu-isu Transnasional lainnya
Internal: Kesenjangan pertumbuhan ekonomi, Upaya demokratisasi
→ Dibentuk pada saat pertemuan APEC tanggal 18 November 2004
Terdiri dari Tiga Pilar: AEC, ASC, ASCC
ASEAN Economic Community
TUJUAN : Menciptakan pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 lewat programnya Asean Free Trade Area → Rencana-rencana pemotongan tarif dan adanya standarisasi produk
ASEAN SECURITY COMMUNITY
Tujuan : Perdamaian dan stabilitas regional lewat implementasi keadilan dan supremasi hukum, menyeleseikan masalah-masalah keamanan Seperti contohnya sindikat narkotika, terorisme, bajak laut dikawasan perairan ASEAN, dll → Implementasinya kerjasama regional
ASEAN SOCIO CULTURAL COMMUNITY
TUJUAN: meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”, yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi
empat elemen utama:
1. Pengelolaan dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi.
2. Membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berbagi untuk mengatasi isu-isu kemiskinan, keadilan, dan pengembangan sumber daya manusia.
3. Meningkatkan perlindungan lingkungan.
4. Memperkuat dasar-dasar bagi ikatan sosial kawasan.
MIDTERM TEST: HISTORY OF DIPLOMACY
MIDTERM TEST
FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCES
AIRLANGGA UNIVERSITY
SUBJECT : SOH 201 SEJARAH DIPLOMACY
DATE : FRIDAY, NOVEMBER 6TH, 2009
DURATION : 90 MINUTES
QUESTION
- How diplomacy today got their roots from Antiquity? How Antiquity (Mesopotamia, Greece, Rome) brought to diplomacy today?
- After explaining the process of Westphalia congress, can you tell about the congress and diplomacy influences among international relations today?
- Is World War I war of diplomacy? Please explain!
- After presenting and explaining the Versailles conference, do you thing diplomacy was in a phase with reality?
- Why diplomacy could not avoid the path to World War II?
** an essay written in English will be appreciate to have higher mark
UJIAN TENGAH SEMESTER: PERBANDINGAN POLITIK LUAR NEGERI
UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH : SOH 206 PERBANDINGAN POLITIK LUAR NEGERI
HARI, TANGGAL : RABU, 04 NOVEMBER 2009
WAKTU : 90 MENIT (11.30-13.00)
SIFAT UJIAN : OPEN BOOK
Bacalah soal-soal berikut dengan baik dan perhatikan bobot skor masing-masign soal.
- Jelaskan apa saja manfaat atau pentingnya mamahami politik luar negeri dengan menggunakan metode perbandingan (skor 15)
- Dari berbagai literature yang ada, tradisi memahami atau analisis politik luar negeri dapat dirangkum ke dalam kategori berikut:
(a) Initial generation (Innen Politics)
(b) First generation (comparative foreign policy/ CPF)
(c) Second generation (Foreign Policy Analysis/ FPA)
(d) Current generation
3. Jelaskan titik tekan atau cirri-ciri analisis dari keempat generasi tradisi tersebut. (skor 25)3. Jelaskan dalam suatu esei yang concise posisi dan hubungan antara pemimpin, dinamika kelompok-kelompok kecil, dan birokrasi politik yang ada dalam proses pembuatan politik luar negeri dan berikan juga gambaran mengenai pengaruh kebudayaan dan identitas nasional, situasi politik domestic, dan atribut-atribut nasional serta situasi sistem internasional terhadap proses pembuatan politik luar negeri tersebut (skor 60)
UJIAN TENGAH SEMESTER SEMESTER GASAL: TEORI PERBANDINGAN POLITIK
UJIAN TENGAH SEMESTER SEMESTER GASAL 2009/ 2010
Mata kuliah: SOP 231 Teori perbandingan politik (A & B)
Hari, tanggal: kamis, 29 Oktober 2009
Pukul : 09.30-11.00
Ruang : A 302, A303, A304, A305
Penguji: Kacung Marijan, Haryadi, Fahrul Muzaqqi, hari Fitrianto
(Kerjakan 4 soal dari 7 soal di bawah ini!)
- Sebut dan jelaskan faktor-faktor yang mempercepat studi perbandingan politik pasca Perang Dunia II!
- Ronald H. Chilcote membedakan antara comparative government dengan comparative politics. Uraikan perbedaan tersebut dengan menyertakan ilustrasi contoh!
- Sebut dan jelaskan kelemahan-kelemahan studi perbandingan politik lama dan usulan-usulan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan itu!
- Jelaskan manfaat yang bisa didapat dari belajar comparative politics sebagai teori maupun metode!
- Jelaskan level-level teori makro, meso, dan mikro dalam studi perbandingan politik! Ilustrasikan pula contoh-contoh teori pada masing-masing level teori-teori itu!
- Jelaskan kerangka teori sistem david Easton, serta berikan ilustrasi berupa contoh kasus berkaitan dengan proses politik di Indonesia?
- Sebut dan jelaskan asumsi-asumsi utama teori fungsionalisme structural Gabriel Almond, konseptualisasi sistem dan fungsi-fungsi spesialisasi struktur di dalam sistem menurut kerangka teori fungsionalisme structural!