“Balance Power in Cooperative Security Regimes”


“Balance Power in Cooperative Security Regimes”

Artikel yang ditulis oleh Ralf Emmers mendiskusikan konsep Balance of Power dalam politik internasional dan regional terutama berkaitan dengan momen berdirinya ASEAN sebagai organisasi regional yang mengusung konsep cooperative security.

Balance of Power memiliki pengertian dengan aspek yang terlalu luas dan berisi banyak penjelasan dari beragam pandangan praktisi hubungan internasional; antara lain menyebutkan bahwa Balance of Power dalam konteks politik mencakup: (1)kondisi dan situasi terciptanya distribusi power (Inis Claude)*, (2)kebijakan untuk menciptakan keseimbangan supaya tidak tercipta satu kekuatan tunggal di atas lainnya—as a policy (Michael Sheehan)* sekaligus mempelajari state system—Balance of Power  as a system, (3)proses membuat seimbang kekuatan yang ada pada beberapa kelompok negara dalam politik internasional, regional maupun bilateral bahkan secara global. Meskipun pengertian Balance of Power demikian luas, namun kesemuanya memiliki kesamaan dasar dengan prinsipel dan nilai-nilai tertentu yakni Balance of Power muncul karena adanya ancaman dan kebutuhan untuk mempertahankan state system yang stabil. Sebagai tambahan, Balance of Power juga dimaksudkan sebagai pengertian dari upaya kolektif untuk mencegah adanya hegemoni berdasarkan pada politik internasional yang cenderung bipolar daripada unipolar.

Teori Balance of Power sebagian besar muncul secara eksklusif dari pemikir Realis yang meyakini bahwa Balance of Power bersandar pada kapabilitas dan kuantitas power suatu negara, dimana power diasumsikan sebagai akumulasi variabel (komponen-komponen politik, ekonomi, militer)—including intangible and tangible factors as well as hard power & soft power combined together. Walaupun demikian, teori Balance of Power mengandung sejumlah ketidakpastian yang mengakibatkan teori Balance of Power gagal menjadi barometer efektif untuk mengukur power yang dimiliki oleh negara.

BALANCE POWER OF POLITICS:

Balance of Power & Collective Security

Balance of Power bukan merupakan ide yang sama sekali baru, karena pada awal abad 19, konsep Balance of Power telah tertuang dalam kesepakatan-kesepakatan politik, pasca perang dan konflik, yang disimbolkan oleh aliansi-aliansi dan kooperasi dan untuk jangka waktu tertentu konsep Balance of Power terbukti menyediakan stabilitas regional bahkan internasional. Namun, kelemahannya adalah sistem politik internasional yang selalu dinamis; meski Balance of Power berkesempatan untuk menciptakan stabilitas (produk legitimasi Balance of Power[1]), bukan berarti Balance of Power terus menerus berpotensi melahirkan kondisi nonkonflik, terbukti PD II merupakan produk gagal ide Balance of Power. Jika demikian, maka konsep Balance of Power sebenarnya hanya berfungsi melahirkan opsi alternatif bagi terciptanya kerjasama keamanan yang lebih komprehensif. Namun adapula yang membuat persamaan konsep Balance of Power dengan konsep collective security, persamaan tersebut terletak pada keduanya yang merupakan usaha untuk menyeimbangkan kebijakan-kebijakan negara. Sedangkan perbedaannya berpijak pada alasan dari kegiatan menyeimbangkan kebijakan tadi. Balance of Power: berasal dari keyakinan bahwa setiap negara bertanggung jawab penuh dengan keamanan masing-masing; collective security: berasal dari satu alasan untuk menghindari satu ancaman yang sama.

Balance of Power & Comprehensive security

Comprehensive security merupakan seperangkat usaha untuk menciptakan keamanan kolektif dengan memperluas area isu politik internasional, lebih dari sekedar aspek militer melainkan juga meliputi fokus pada politik, ekonomi dan permasalahan sosial pada semua level analisis dan kerjasama. Hal ini kali pertama dipromotori oleh Jepang, untuk kemudian berusaha disesuaikan dengan konsep collective dan comprehensive security ASEAN dimana berdirinya ASEAN pertama kali berasal dari ide untuk menciptakan kemanan kawasan yang stabil dengan mengadakan kerjasama secara kolektif antarnegara sekawasan. Adapun kerjasama tersebut tidak terbatas pada isu militer dan keamanan secara fisik, melainkan mencontoh comprehensive security Jepang yang mengusung ide: keamanan kawasan dapat dijaga dengan stabil dengan memperluas area isu politik regional kawasan. Hal ini yang menciptakan perlunya suatu rezim keamanan untuk merealisasikan tujuan tersebut, sehingga Balance of Power menjadi faktor relevan untuk mendukung rezim keamanan.

The Relevance of Balance of Power factor to Regime for Cooperative Security

Rezim keamanan menyediakan norms, principles dan rules bagi anggotanya. Balance of Power akan menjadi relevan selama komponen-komponen rezim keamanan di atas tidak mengungguli pertimbangan-pertimbangan Balance of Power.

SIMPULAN

Konsep Balance of Power menjelaskan pendirian ASEAN, sebagai rezim keamanan guna menjamin kestabilan kawasan terhadap ancaman luar, dengan cara menggunakan nilai-nilai keamanan yakni cooperative, collective dan comprehensive security. Cooperative security rezim keamanan Asean meliputi kewajiban untuk menjaga kestabilan keamanan masing-masing negara; collective security rezim keamanan merupakan usaha secara kolektif menjaga kestabilan keamanan kawasan dengan mengembangkan kepercayaan sebagaimana nilai yang dianut Asean. Sedangkan comprehensive security berkaitan dengan perluasan area isu politik regional untuk menjamin keamanan kawasan yang lebih komprehensif dari sekedar hanya memiliki militer dan hardpower.

OPINI

Akhirnya, konsep Balance of Power ditujukan untuk menciptakan stabilitas keamanan, bukan lagi untuk menciptakan distribusi power secara paralel antarnegara sebagaimana pengertian tentang Balance of Power sebelumnya. Dengan demikian, the nature of Balance of Power theory has shifted and evolved.

SUMBER

Emmers, Ralf. 2004. Cooperative Security and Balance of Power in ASEAN and The ARF. New York: Routledge Curzon

*Teori Balance of Power, definition

[WEAKNESS AND ALTERNATIVES OF BALANCE OF POWER]

*Perbedaan teori Balance of Power sebagai kebjikan—policy dan sistem

*Asas-asas yang dianut oleh teori Balance of Power

*Teori balance of power berasal dari pemikiran Realis

*Power refers to? Sum of power components: realist and … mainstream?

*Balance of Power dimaksudkan untuk menolak adanya hegemoni berdasarkan pada politik internasional yang cenderung bipolar daripada unipolar

*Balance of power mengandung perngertian ketidakpastian dalam mengukur power

*Balance of power: power balancing between groups of states nor in bilateral relationship

*Kesamaan balance of power dengan cooperative security, collective security and comprehensive security

Relevansi Balance of Power faktor bagi rezim untuk cooperative security

BALANCE OF POWER AND THE CREATION OF ASEAN


[1] Emmers, 2004. p.44.

About JurnalPhobia

Graduate of International Relations of Airlangga University currently master candidate in Gadjah Mada University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s