ASEAN AND THE ASEAN REGIONAL FORUM


“ASEAN and the Asean Regional Forum”

Pembentukan ASEAN sebagai rezim secara fungsional dan struktural merupakan reaksi dari adanya: (1) keinginan untuk menghindari konflik antarnegara sekawasan, (2) transformasi ‘lingkungan politik regional’ (pemerintah) negara-negara yang bertikai, dan (3) keinginan historis yang sama untuk bebas dari penjajahan, terbukti karena ide pendirian Asean semula berasal dari berbagai perjanjian-perjanjian rekonsiliasi regional untuk menjembatani konflik-konflik regional tersebut (misalnya Indonesia-Malaysia dan Manila-Malaysia) dengan perbaikan hubungan bilateral masing-masing.

Pada era perang dingin, kawasan Asia Tenggara dinilai rentan—karena pure—dari berbagai pengaruh politik, salah satunya peristiwa pendirian Konfederasi Malaysia yang ditentang oleh Indonesia karena dicurigai sebagai benih kapitalisme-westernisasi Inggris-Amerika: bentuk penjajahan baru. Pasca perang dingin, peran fundamental Asean sebagai organisasi regional dan rezim tidak lagi signifikan seperti ketika Asean pertama kali berdiri dimana kegiatan Asean hanya terfokus pada keinginan untuk menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi semata—ini menjadi kelemhan ASEAN. Sehingga ketika bentuk penjajahan modern globalisasi mulai muncul disertai naiknya pamor China sebagai kekuatan baru ekonomi dunia—yang notabene menyerukan kesuksesan ekonomi sosialis-komunisnya, timbul kekhawatiran yang sama sebagaimana konflik Indonesia-Malaysia terdahulu mengenai pembentukan konfederasi Malaysia.

Oleh karena anggota Asean memiliki nilai yang dianut bersama yakni avoidance conflict, maka Asean membentuk forum internal: Asean Regional Forum guna menjamin keamanan secara kolektif yakni menghindari konflik (ancaman) disebabkan oleh globalisasi dan perkembangan ekonomi China, khususnya bagi kawasan Asean.

KEDUDUKAN ASEAN DALAM ARF (Asean Regional Forum)

ARF merupakan suatu forum yang dibentuk oleh ASEAN—dalam kaitan tersebut, ASEAN merupakan penggerak utama dalam ARF—pada tahun 1994 sebagai suatu wahana dialog dan konsultasi mengenai hal-hal yang terkait dengan politik dan keamanan di kawasan, serta untuk membahas dan menyamakan pandangan antara negara-negara peserta ARF untuk memperkecil ancaman terhadap stabilitas dan keamanan kawasan khususnya ARF dimaksudkan sebagai respon untuk menghindari konflik akibat penetrasi komunisme Beijing di Vietnam.

ARF merupakan satu-satunya forum di level pemerintahan yang dihadiri oleh seluruh negara-negara kuat di kawasan Asia Pasifik dan kawasan lain seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat China, Jepang, Rusia dan Uni Eropa (UE). ARF menyepakati bawa konsep keamanan menyeluruh (comprehensive security) tidak hanya mencakup aspek-aspek militer dan isu keamanan tradisional namun juga terkait dengan aspek politik, ekonomi, sosial dan isu lainnya seperti isu keamanan nontradisional.

Tujuan ARF antara lain mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama, serta memberikan kontribusi positif dalam berbagai upayan untuk mewujudkan confidence building dan preventive diplomacy di kawasan Asia Pasifik.

EVOLUSI ARF—Asean Regional Forum

Semenjak pendiriannya di Bangkok, Juli 1994, ARF telah mengalami suatu proses evolusi yang terdiri atas (1) pemajuan peningkatan kepercayaan antarnegara peserta; (2) pengembangan diplomasi pencegahan dan (3) elaborasi mengenai pendekatan untuk pencegahan konflik. Sehingga sebagai suatu forum dialog, ARF memiliki peran instrumental bagi penciptaan dan pengembangan transparansi, peningkatan kepercayaan dan pengertian sehingga dapat menghindarkan atau mengurangi rasa saling curiga dan salah pengertian antara negara peserta. Hal inilah yang dimaksudkan dapat meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas nasional.

SIMPULAN

Adanya berbagai kecurigaan terhadap ancaman bentuk penjajahan baru khususnya pada masa perang dingin, menjadi sumber konflik sehingga timbul rasa curiga antarnegara-negara di kawasan Asia Tenggara dimana beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina: condong pada kapitalisme-westernisasi, berseteru dengan sisanya yang condong pada komunisme (Indonesia, Vietnam dan Kamboja). Berangkat dari ide untuk mengaburkan konsep kapitalisme dan komunisme dalam negara-negara satu kawasan, maka dibentuklah Asean. Walaupun demikian, meskipun transformasi politik terjadi pada hampir semua peserta Asean membawa perbaikan hubungan bilateral masing-masing, ancaman dari luar tetap eksis (ancaman tersebut antara lain adalah pengaruh globalisasi dan kemajuan pesat perekonomian China yang dikenal sosialis-ekonomis). Sehingga, Asean perlu mendirikan suatu forum kerjasama yang didalamnya mendukung keamanan secara kolektif guna menghindari konflik akibat pengaruh persebaran komunisme di Asean; forum tersebut yakni ARF. Metode dan pendekatan yang digunakan ARF antara lain meliputi partisipasi dan kerjasama aktif, penuh serta seimbang dimana ASEAN menjadi penggerak utama ARF. Oleh karena itu, pendekatan yang dianut oleh ARF bersifat evolusioner dan berlangsung dalam tiga tahap besar, yaitu Confidence Building,, Preventive Diplomacy, dan Conflict Resolution yang menjadi norms dan principles dalam rezim ARF di dalam ASEAN.

OPINI

Meskipun ARF masih relatif baru, namun akhir-akhir ini ia telah menjadi kontributor berharga bagi pemeliharaan harmoni dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Kinerja ARF dilengkapi oleh entitias non-pemerintah dalam lingkup ARF. Kepentingam ARF antara lain untuk menciptakan forum dialog yang terintegrasi dalam ARF serta adanya kepentingan bahwa Asia Tenggara merupakan kawasan yang esensial dalam beberapa dekade mendatang dikarenakan potensinya sebagai kawasan berkembangnya industri baru dunia—new industrial world. Oleh karena itu, banyak negara-negara tertarik pada ARF[1].


[1] Sumber

Emmers, Ralf. 2004. The Formation and Institutional Evolution of ASEAN and the ARF: dalam ‘Cooperative Security and the Balance of Power in ASEAN and the ARF’. New York.

About JurnalPhobia

Graduate of International Relations of Airlangga University currently master candidate in Gadjah Mada University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s