Review : International Regimes edited by Stephen D Krasner “Structural Causes and Regimes as Intervening Variables”


Review : International Regimes edited by Stephen D Krasner

“Structural Causes and Regimes as Intervening  Variables”

Dalam artikelnya yang berjudul, Krasner menggunakan tiga pendekatan untuk menguraikan konsep awal rezim-rezim internasional. Pada bagian awal, Krasner memberikan penguraian tentang konsep dari rezim-rezim international Kedua, menguraikan tentang paham modified structuralist serta pandangan Groatian, berusaha untuk memahami bagaimana memandang rezim-rezim  sebagai faktor yang berpengaruh dalam politik dunia. Ketiga, Krasner memperkenalkan dasar faktor-faktor penyebab seperti: kepentingan individu, kekuatan politik, norma dan nilai, tradisi dan kebiasaan, serta pengetahuan; untuk menjelaskan perkembangan rezim-rezim.

Mendefinisikan Rezim-rezim Internasional

Sebelum memberikan kesimpulan di bagian akhir, Krasner banyak mengutip pendapat-pendapat berbeda dari banyak sarjana. Antara lain, Krasner meminjam istilah rezim dari Keohane, yang menyebutkan rezim adalah satu perangkat peraturan pemerintah yang meliputi jaringan-jaringan peraturan, norma-norma dan cara-cara yang mengatur dan mengawasi dampaknya. “Norma” dalam konteks tersebut adalah nilai-nilai yang didalamnya terkandung fakta tepercaya, penyebab dan recititude. Sedangkan yang dimaksud dengan nilai-nilai adalah perilaku standard yang terbentuk karena adanya kewajiban dan keharusan. “Peraturan” sendiri mengandung anjuran untuk bertindak secara spesifik yang sifatnya membatasi. Sedangkan decision-making procedure (prosedur membuat keputusan) merupakan praktek berlaku untuk membuat dan mengimplementasikan pilihan kelompok. Selain itu, Krasner juga meminjam istilah rezim dari Robert Jervis, bahwa rezim tidak hanya mempunyai implikasi terhadap norma-norma yang memfasilitasi terciptanya kerjasama semata, melainkan suatu bentuk kerjasama juga yang lebih dari sekedar kepentingan internal dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengertian rezim secara kontekstual merupakan gabungan dari nilai-nilai dasar tersebut di atas yang secara keseluruhan memfasilitasi lahir dan bertahannya sebuah rezim.

Rezim menjadi hal yang signifikan

Rezim dianggap merupakan perihal yang menjelaskan tindakan berkelanjutan dan “keluaran”, yang menerjemahkan berbagai variabel-variabel penyebab dasar, untuk kemudian disimpulkan bahwasanya rezim tidak lahir dengan sendirinya. Tiga pendekatan yang digunakan untuk dapat menjelaskan perkembangan dan lahirnya sebuah rezim: Pertama, sebagaimana dianut oleh Oran Young, Raymond Hopkins dan Donald Puchala, bahwasanya tidak ada yang dapat membuat sebuah negara dapat bertahan selama waktu tertentu jika tidak didukung oleh keberadaan sebuah rezim. Artinya, rezim secara mutlak diperlukan. Di sisi lain, Susan Strange membantah, menekankan bahwa rezim merupakan miskonsepsi di mana sebenarnya tidak ada kepentingan bagi norma-norma, prinsip, peraturan-peraturan dan decision-making procedures. Sedangkan pendekatan ketiga, atau lebih dikenal dengan pendekatan modified structuralist dimana internasional sistem bersifat anarkis dan selalu bertindak berdasarkan power-maximizing sebagaimana dicetuskan dalam artikel oleh Arthur Stein, Robert Keohane dan Robert Jervis, mengemukakan bahwa eksistensi sebuah rezim mutlak diperlukan dengan ketentuan-ketentuan yang mengikat di dalamnya. Artinya, mutlak jika beberapa hal lain mengikuti.

Lebih lanjut dijelaskan mengapa sebuah rezim dianggap penting dalam sistem internasional, lebih-lebih dalam hubungan internasional: Strange berpendapat bahwa konsep tentang rezim bersifat  merusak dikarenakan tidak menjelaskan hubungan antara kepentingan dan power, yang sebenarnya tidak hanya dekat melainkan juga, merupakan sebab utama perilaku states dalam sistem internasional,.

Kedua, structural conventional tidak menganggap rezim sebagai suatu hal yang signifikan. Berbeda dengan conventional structural (realism), modified structural memandang rezim merupakan hal yang signifikan ketika keputusan independen tidak sanggup mengarahkan pada keadaan yang diinginkan. Sedangkan Groatian berpandangan menerima dan menganggap rezim secara keseluruhan mempengaruhi interaksi antarmanusia, termasuk hubungannya dalam sistem internasional.

Sehingga kemudian, secara singkat posisi rezim dalam sistem internasional, dikemukakanlah pertama, dimana rezim menjadi hal signifikan sebagai intervening variables yang berada diantara basic causal factors dan related behavior and outcomes. Kedua, menghilangkan rezim sebagai variabel yang dapat menjelaskan posisi basic causal factors dan related behavior and outcomes. Sehingga bagi pendukung pendapat kedua, menganggap bahwasanya hal-hal yang menjadi pendorong berkembangnya sebuah rezim kemudian menjadi hal yang saling berhubungan, dimana self-interest, kekuatan politik, norma dan  prinsip, kebiasaan dan tradisi, serta pengetahuan menjadi basic causal variables paling lazim.

KESIMPULAN

Pertama, pendekatan Groatian yang mengenalkan Hopkins, Pucchala dan Young, bahwa rezim dipandang sebagai kesatuan utuh yang merupakan difusi dari norma, prinsip, peraturan dan decision-making procedure.

Kedua, pendekatan modified structural realism rezim dianggap sebagai suatu produk gagal untuk menciptakan input yang diinginkan.

Ketiga, pendekatan konvensional realism, menolak adanya hubungan antara basic causal variables dengan related behavior outcome, dan menolak adanya rezim yang berada di antara keduanya dikarenakan anggapan rezim bisa menjadi variabel penghalang diantara keduanya.

[]

About JurnalPhobia

Graduate of International Relations of Airlangga University currently master candidate in Gadjah Mada University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s