WORDS CAN HURT YOU


Review : Words can hurt you; or, who said what to whom about regimes by Ernst Haas

“Words can hurt you: the studying of regimes”

Pengertian tentang regimes yang diberikan oleh sarjana-sarjana hubungan internasional banyak yang mengambil dari berbagai perspektif, contohnya pengertian yang didasarkan pada paham Marxist, neomercantilist dan berdasarkan beberapa studi secara normatif lainnya. Sedangkan yang lainnya kemudian mencoba untuk menguraikan pengertian rezim dimana kemudian berupaya menggabungkan berbagai pandangan serta mengambil benang merah di antara keduanya. Oleh karena itu, banyak sekali pengertian-pengertian yang kemudian digunakan untuk menjelaskan sekaligus mempelajari rezim. Namun demikian yang paling signifikan adalah penulis memperkenalkan pandangannya evolutonary epistemology,bahwasanya studi rezim lebih dari sekedar studi mengenai kolaborasi internasional/kerjasama internasional melainkan studi yang juga mengaitkan bagaimana homo politicus berhubungan satu sama lain (saling menjelaskan) dengan nature dan culture¸sebagai tambahan yakni juga studi tentang apa-apa yang telah terjadi dan memprediksikan tentang apa yang akan terjadi.

Rezim kemudian perlu dipahami sebagai sebuah solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada, selain itu rezim juga perlu dipahami sebagai suatu perubahan yang telah terjadi sebagai respon terhadap hal-hal yang selama ini konstan (menjemukan). Adanya pandangan bahwa rezim itu dapat dikatakan sebagai perubahan maka tercipta sebuah rezim yang akhirnya dalam keadaan tertentu (terpaksa) membuat hal-hal lain yang mengikutinya ikut berubah. Sebagai contoh yang disebutkan dalam artikal Haas, antara lain adanya penetapan peraturan Law of The Sea (LOS) yang berawal norma ingin menciptakan akses laut terbuka, menyebabkan hal-hal lain yang berhubungan dengan di atas terpaksa berubah mengikuti:berubahnya batas-batas laut teritorial, zona-zona konservasi, zona bebas polusi, restriction on transit, dan pengawasan terhadap penambangan lepas pantai. Dengan demikian, pemahaman tentang rezim secara singkat dapat dirumuskan sebagai hal yang membawa perubahan,mengangkat sesuatu yang benar-benar baru menjadi perihal yang lebih penting, yang beranjak dari norma tertentu.

Idealnya, rezim lebih dari suatu ide/gagasan yang muncul atau dibentuk dari adanya ketergantungan yang kompleks atau rumit, lebih lanjut ketergantungan kompleks yang dimaksud adalah ketergantungan pada pentingnya ada norma, asas-asas, peraturan dan decision-making procedure yang mengatur perihal tertentu, yang semula diabaikan menjadi hal yang kemudian signifikan. Rezim pula dimengerti tidak hanya sebagai hubungan yang timbul karena tercipta kerjasama, bahkan ada yang berpendapat bahwa rezim bukan merupakan ide untuk kemudian mengembangkan suatu kerjasama sehingga rezim kemudian di mengerti sebagai suatu hubungan permainan koordinasi dalam memainkan kebijakan-kebijakan, entah kebijakan yang bersifat selfhelp (berdasarkan pandangan realism) ataupun menghindari hubungan konfliktual sebaliknya menjalin kerjasama (secara ideal).

MEMPELAJARI REZIM

Adapun cara yang digunakan untuk mempelajari rezim adalah dengan melakukan analisa terhadap perkembangan (evolution) dari variabel-variabel: kepentingan, kepentingan yang sama, kerugian-kerugian, keuntungan-keuntungan, dan serta kebutuhan publik. Selain itu, secara singkat juga diuraikan asas struktural yang menjelaskan tentang rezim. Asas-asas struktural dan menjelaskan bahwasanya ada kepentingan yang melekat dengannya sehingga artinya rezim bekerja berdasarkan asas-asas struktural. Yang kemudian dengan jalan menjalin koordinasi kebijakan dan kemudian merumuskan kerjasama yang berdasarkan atas ketentuan-ketentuan yang biasanya disepakati bersama. Sedangkan perkembangan rezim yang lebih jauh, kemudian akan menjelaskan secara spesifik terbentuknya organisasi internasional dan lembaga-lembaga lainnya yang secara keseluruhan atau pada umumnya menggunakan prinsip ketergantungan, melekat di dalamnya asas-asas untung rugi. Sebagaimana jika dianalogikan ke dalam prinsip ekonomi; karena ada ketergantungan maka digunakan prinsip-prinsip ekonomi: rezim diibaratkan sebagai sebuah produk/jasa, sedangkan pendekatan-pendekatan dalam hubungan internasional:liberalis, merkantilis, realis dan marxis; mewakili masing-masing firma dalam prinsip dan ketentuan yang berlaku pada pasar tidak sempurna. Karena dilihat dari sudut adanya pertukaran rezim maka dikenal adanya pendekatan menggunakan teori keseimbangan, sudut pandang yang diperkenalkan antara lain: mechanical dan oraganic metaphor.

KESIMPULAN

Pertama, tidak cukup mempelajari rezim hanya pengertian-pengertian yang spesifik dan begitu pula sebaliknya tidak cukup pula jika mengandalkan gabungan dari kesemua pengertian tersebut lalu menyimpulkannya berdasarkan pada persamaan maupun perbedaan yang dapat dijelaskannya. Hal ini kemudian mendorong untuk menggunakan pendekatan lain dimana berusaha memahami asal rezim dengan menganalagokikannya dengan prinsip dan dasar-dasar pendekatan ekonomi. Dinilai, cara tersebut sangat membantu yang kemudian muncul pendekatan secara (menyerupai) liberalis, merkantilis, marxist: organic methapor (cenderung bersifat sebagai coagulated menyediakan solusi bagi permasalahan-permasalahan karena pandangannya—eco-environmental, ecoreformist dan egalitarian;) dan mechanic methapor (cenderung berpandangan pesimis: dunia bersifat stabil, dengan sistem tertutup—closed system dimana tindakannya dikendalikan oleh ketentuan yang mengatur mereka).

[]

SOURCE

Artikel: Haas, Ernst. 1982. Words Can Hurt You:or Who said what to whom about regimes. Massachusetts Insitute of Technology

About JurnalPhobia

Graduate of International Relations of Airlangga University currently master candidate in Gadjah Mada University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s