Huru Hara di Ukraina November 2013 – Februari 2014


“Revolutions are much easier to make than to recover from.” – George Friedman, 2014

ditulis oleh Renny Candradewi P | find more writing about us JurnalPhobia

Huru hara yang telah berlangsung sejak November 2013 di Ukraina akhirnya menemui titik terang di awal tahun 2014 ini. Namun ini bukan berarti berakhir, banyak persoalan yang masih harus diatasi oleh pemerintah sementara (interim government) yang dipimpin oleh Aleksandr Turchynov. Persoalan menjadi tidak mudah saat publik Ukraina dihadapkan pada ancaman separatisme jika pemerintah mengambil langkah yang tidak sanggup mengakomodasi dua pengaruh besar (sphere of influence) Uni Eropa (UE) – United States (US) vis a vis Russia. Berikut penjabaran apa yang telah terjadi di Ukraina, semoga tulisan ini bisa dijadikan manfaat agar aksi demonstrasi dapat dilakukan untuk hal-hal yang benar-benar dan pertimbangan yang bermanfaat sekaligus mengakomodasi seluruh suara yang ada. Bukan sebaliknya, yakni menuntun negara pada hal yang lebih buruk dari keadaan sebelumnya, yakni uncertainties.


Latar Belakang Aksi Demonstrasi

Kerusuhan yang sudah berlangsung selama tiga bulan di Ukraina akhirnya menemukan titik terang, tapi belum benar-benar berakhir. Gelombang demonstran ini merupakan wujud protes yang menuntut Presiden Ukraina Viktor Yanukovych lengser pasca pembatalan UE Association Agreement pada 21 November 2013.

Demonstrasi yang tadinya berjalan damai menjadi demonstrasi berdarah akibat kekerasan yang berujung aksi brutal aparat keamanan. Nasib 45 juta rakyat Ukraina sedang dipertaruhkan oleh segelintir orang yang berdemo menduduki Independence Square dan gedung-gedung pemerintahan vital di sekitarnya di Ibukota Ukraina, Kiev.

Kerusuhan ini berakar pada persaingan sengit dua kubu yang mempengaruhi jalannya pemerintahan dan kebijakan politik luar negeri Ukraina. Orientasi luar negeri Ukraina pun bercabang pada Barat, yakni UE dan US; dan Russia – Moskow. Parlemen sebagai dewan legislatif dan pemerintah sebagai lembaga eksekutif memiliki sifat yang bertolak belakang dan tidak dapat berjalan seiring. Parlemen cenderung condong pada kepentingan UE dan US, sementara pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Yanukovych cenderung sejalan dengan kepentingan Russia. Puncaknya, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych secara mengejutkan menolak bantuan yang diprakarsai oleh Uni Eropa pada November 2013 lalu, mengakibatkan mahasiswa Kiev turun ke jalan menuntut presiden mundur (BBC, Why is Ukraine in Turmoil, 2014).

Aksi demonstrasi ini tidak lepas dari geokultur penduduk Ukraina yang terbagi menjadi dua. Penduduk yang menempati Ukraina Barat berbatasan dengan Russia memiliki latar belakang sejarah dan bahasa yang secara kultural lekat dengan Russia. Oleh karena itu, penduduk Ukraina Barat menyangsikan langkah demonstran di Kiev yang mengatasnamakan suara bulat seluruh Ukraina.

Sementara itu, para demonstran yang mayoritas adalah mahasiswa di Kiev turun ke jalan mewakili banyak penduduk yang memilih untuk bergabung dengan Uni Eropa. Mereka sebagian besar bermukim di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara anggota UE seperti Polandia.

Pemukulan dan penculikan demonstran pro-UE atau pro-oposisi membuat protes semakin berlanjut dan memanas. Pada 20 Februari 2014 tercatat sebagai demonstrasi paling berdarah di Ukraina. Kementerian Kesehatan melaporkan sekurang-kurangnya 77 orang tewas dalam demonstrasi tersebut dan 600 lainnya terluka dan beberapa lainnya ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak dan menghilang.

Meskipun gelombang demonstran sudah usai dan perekonomian kembali lancar pasca penggulingan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, kini Ukraina menghadapi tekanan baru dari Russia yang kabarnya membatalkan dana talangan senilai 15 miliar AS. Selama ini Russia telah mengguyurkan pinjaman sebesar 3 miliar AS. Russia juga membatalkan diskon 30% harga gas yang dijual ke Ukraina. Akibatnya Ukraina harus membayar utang sebesar 1, 8 miliar dollar AS per bulan untuk gas yang diimpor dari Russia. Tak hanya itu, Russia juga akan mengancam menaikkan pajak ekspor Ukraina. Perlu diketahui, sejak lepas dari Uni Soviet pada 1991, hampir setengah perdagangan Ukraina mengalir ke Russia, terutama produk-produk baja dan alat-alat berat (BBC, Why is Ukraine in Turmoil, 2014).

Respon Barat

Melihat perkembangan politik Ukraina yang menuai berbagai ancaman dari Russia, sekutunya seperti Amerika Serikat dan Inggris segera merespon. Presiden Amerika Serikat Barrack Obama segera mengutus Wakil Menteri Luar Negeri Williams Burns terbang ke Kiev. Inggris juga mengutus Menteri Luar Negeri William Hague yang dijadwalkan untuk bertemu pemimpin baru dan perwakilan IMF di kota yang sama (BBC, Why is Ukraine in Turmoil, 2014). Pertemuan ini tidak lain akan membahas bagaimana negara-negara Barat akan menyelamatkan Ukraina dari Russia. Akan tetapi, banyak yang berspekulasi bahwa Ukraina akan mengalami kesulitan untuk menerima prasyarat yang diberikan oleh IMF. Beberapa analis seperti George Friedman dan Paul Craig Roberts yakin Ukraina tidak dapat memenuhi prasyarat yang diberikan.

Konsekuensi

Melunak nya demonstrasi di Kiev yang mendukung pemecatan mantan presiden Viktor, harus dibayar sama mahalnya dengan munculnya demonstrasi di semenanjung Crimea. Semenanjung Crimea dihuni oleh penduduknya yang mayoritas, hampir 60%, berbahasa Rusia. Mereka menentang pemerintahan baru Turchynov dan meneriakkan gerakan pro-Russia. Bahkan di beberapa tempat mereka mengganti bendera Ukraina dengan bendera Russia. Benturan pendukung Russia dan pro-UE pun terjadi, setidaknya seorang dilaporkan Tewa. Pemerintah setempat pun mengajak tokoh berpengaruh untuk membujuk warga di semenanjung Crimea untuk kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan aksi demonstrasi lanjutan (Ukraine crisis: Turchynov warns of ‘separatism’ risk, 2014). Sejauh ini mantan presiden Viktor Yanukovych masih belum diketahui kabarnya ia tengah berlindung di pangkalan Angkatan Laut Russia di Sevastopol (BBC, Why is Ukraine in Turmoil, 2014).

Kronologi

  • 21 November 2013 : Pemerintah mengumumkan pembatalan EU Association Agreement yang memicu ribuan orang turun ke jalan di Kiev,
  • 30 November 2013 : Polisi secara brutal melakukan penggerebekan dan penculikan sejumlah aktivis pro oposisi,
  • 17 desember : Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan bantuan pinjaman senilai 15 miliar dollar AS ke Ukraina sekaligus pemotongan pembelian impor gas dari Russia. Para demonstran menilai aksi ini sebagai usaha Russia untuk membeli Presiden Yanukovych,
  • 16 Januari 2014 : Parlemen mengesahkan Undang-Undang anti protes yang oleh oposisi disebut sebagai peraturan yang sangat brutal atau “draconian”. Pada akhirnya peraturan ini dicabut dari konstitusi,
  • 19-20 Januari : benturan antara aparat dan demonstran,
  • 22 Januari                 : dua orang demonstran ditemukan meninggal dunia karena luka tembak. Sehari kemudian, seorang aktivis ditemukan meninggal dunia diduga korban penculikan yang dilakukan oleh aparat,
  • 23-24 Januari : para demonstran menduduki gedung-gedung pemerintahan di kota Lviv, Ivano-Frankivsk, dan kota lain di Ukraina. Para demonstran juga mulai menyebar dan bergerak ke Timur,
  • 28 Januari : Perdana Menteri Mykola Azarov dan administrasinya meletakkan jabatannya atau “resign”,
  • 14-16 Februari : amnesti diberikan kepada demonstrasi yang menduduki gedung pemerintahan dan tuduhan terhadap demonstran yang ditahan dihilangkan,
  • 18 Februari : parlemen menolak perubahan konstitusi yang mengembalikan kekuasaan parlemen lebih besar daripada presiden. Akibatnya demonstrasi semakin memuncak,
  • 20 Februari : para demonstran menduduki Independence Square. Benturan antara aparat dan para demonstran tidak terelakkan, mengakibatkan 77 orang meninggal dunia dan 600 lainnya terluka (BBC, Why is Ukraine in Turmoil, 2014).

Konstitusi yang dilanggar

Gejolak politik di Ukraina menuai babak baru. Presiden Yanukovych berhasil digulingkan oleh aksi demonstrasi, bukannya oleh pemakzulan melalui rapat parlemen. Hal ini sudah tidak sesuai dengan konstitusi awal Ukraina yang mana konstitusi justru dilanggar oleh sekelompok “Kiev Students”. Sebagaimana George Freidman berpendapat dalam tulisannya,

“… to the extent that Ukraine had a constitutional democracy, that is now broken by people who said their intention was to create one.” (Freidman, 2014)

Hal kedua yang tidak sesuai dengan konstitusi adalah Menteri Luar Negeri Polandia, Perancis dan Jerman yang berhasil menegosiasikan solusi politik untuk Ukraina. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, menteri luar negeri dari negara lain (berkepentingan) untuk merumuskan nasib suatu negara.

Bagaimana dengan ide Ukraina untuk gabung dengan  Uni Eropa? Uni Eropa tentu saja harus mempertimbangkan ulang ide ini. Betapa tidak, Uni Eropa saat ini tengah menanggung beban beberapa negara yang secara ekonomi sedang sakit seperti Yunani, Spanyol, Irlandia dan negara lain yang ekonominya masih terseok-seok di tengah-tengah krisis ekonomi Uni Eropa yang belum sepenuhnya pulih. Jika Ukraina bergabung dengan Uni Eropa, Uni Eropa akan menerima beban yang lebih. Maka dari itu Uni Eropa sengaja menggunakan tangan IMF untuk menopang beban ekonomi Ukraina.

Meskipun ketiga negara tersebut diboncengi oleh kepentingan Barat, melalui Uni Eropa, untuk menggandeng Ukraina, nasib Ukraina ke depannya juga belum akan jelas. Jika Ukraina yang menyetujui proposal pinjaman Barat, maka Ukraina harus menerima prasyarat yang diajukan oleh IMF-sebagai alat untuk mempertahankan Ukraina agar tetap setia dengannya.

IMF mengajukan prasyarat pinjaman supaya keuangan Ukraina dapat direstrukturisasi ulang. Hal ini mengandung arti bahwa Ukraina harus bersedia menyerahkan otoritas keuangannya pada IMF. Belajar dari pengalaman beberapa negara yang menerima kondisi ini, maka saya simpulkan hal ini tidak akan berhasil pada Ukraina. George Friedman menyebutnya,

“Good intentions notwithstanding, the Ukrainians will not like the IMF deal.” (Freidman, 2014)

Apabila Ukraina memilih untuk bersikap neutral tidak memihak manapun, maka kurang lebih pemerintahan sementara ini akan melakukan kebijakan di tengah-tengah keadaan yang tidak ada bedanya semasa Viktor Yanukovych memerintah.

Russia tampak santai menyikapi gejolak demonstrasi di Ukraina. Menggunakan pendekatan berbeda yang pernah Russia lakukan terhadap Georgia, Russia menawarkan pinjaman sebesar 15 miliar AS, diskon harga impor gas dari Russia ke Ukraina, dan keringanan pajak ekspor Ukraina ke Russia. Sejak Viktor Yanukovych dilengserkan, kini Russia mulai hati-hati namun tetap terkendali dalam menyikapi Ukraina. Meskipun bentuk pinjaman di atas telah ditarik diganti dengan beragam ancaman ekonomi, kini Russia melihat langkah UE dan US dalam menyelamatkan Ukraina. Russia melihat kemungkinan parlemen akan menolak resep pemulihan ekonomi dari IMF dan meminta Russia untuk dana segar karena Ukraina akan mengalami default jika gagal bayar utang obligasi negara yang akan jatuh tempo dalam 2 pekan mendatang. Sebagaimana Presiden baru Ukraina Turchynov menyampaikan dengan tegas seperti dikutip oleh Kompas,

“negaranya tidak punya pilihan lain selain ‘mengemplang’ utang 13 miliar dollar AS jika negara Barat dan Dana Moneter Internasional (IMF) tidak turun tangan.” (Ukraina Butuh Tunai 35 Miliar, 2014)

Di bawah tekanan yang diberikan Russia, jika Ukraina berpaling pada negara UE dan US maka Ukraina akan menjadi beban ekonomi dengan segala ketentuan yang diberikan oleh Barat. Sementara, jika Ukraina berpaling pada Russia, maka Ukraina mengakui nasibnya yang tidak bisa memisahkan diri dari pengaruh Moskow. Sebagaimana Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, meyakinkan dunia internasional dengan tegas,

“We want Ukraine to be part of the European family in every sense of the word” (Ukraine crisis: Turchynov warns of ‘separatism’ risk, 2014).

Kesimpulan

Cukup mengesankan bagaimana sekelompok demonstrasi di ibukota Ukraina, Kiev, mampu menggulingkan Viktor Yanukovych. Ini adalah masa tersingkat bagi suatu demonstrasi untuk benar-benar berhasil menggulingkan pemerintah yang tengah berkuasa, pemerintah sah yang dipilih dari pemilihan umum. Padahal ini bukan demonstrasi yang mewakili keseluruhan suara nasional yang ada di Ukraina –lihat APA yang sekarang terjadi di semenanjung Crimea. Aksi demonstrasi antara pendukung pemerintahan sementara dengan mengibarkan bendera Ukraina dan demonstrasi yang mendukung Russia–mereka mengibarkan bendera Russia. Padahal Suriah masih bergejolak dengan peperangan antara pemberontak dan militer pemerintah Suriah.

Ada dua kepentingan besar di Ukraina yang tidak bisa dielakkan. Bagi Uni Eropa, Ukraina merupakan hal penting. Di sisi lain, Russia merasa Ukraina tidak Akan menjadi “lebih penting” jika bergabung dengan UE atau mendukung kebijakan US. Sebaliknya, Russia beranggapan bahwa seluruh negara pecahan Uni Soviet merupakan satu kesatuan dengan Russia dan oleh karena itu haram hukumnya bagi salah satu bila hendak keluar dari pengaruh Russia.

Ada banyak penjelasan kenapa Ukraina begitu penting bagi Russia, secara geopolitik maupun geostrategic Ukraina berada berdekatan dengan Moskow secara geokultur, sebagian penduduk Ukraina terutama bagian Barat (hampir 60% diantaranya) yang berdekatan dengan Russia merupakan penduduk dengan mayoritas berbahasa dan keturunan Russia. Mereka bekerja di sektor industri berat yang menjual hasilnya ke Russia. Tidak heran jika mereka mendukung Russia karena kesamaan tersebut dan nasib mereka ke depannya.

Sedangkan penduduk yang pro UE adalah penduduk yang berada di sebelah Timur dan sebagian wilayah kota Kiev. Dapat disimpulkan bahwa hanya separuh suara yang ada dalam demonstran yang berhasil (unexpectedly) menggulingkan presiden. Hal ini bisa dikatakan sangat tidak konstitusional karena demonstrasi berhasil menggulingkan presiden yang dipilih melalui pemilu tanpa harus melakukan pemilihan umum. Presiden Yanukovych sendiri telah mengajukan solusi untuk mempercepat pemilu ke parlemen, sayangnya parlemen menolak ide ini. Kedua, aksi demonstrasi juga berhasil menuntut agar tahanan politik Yulia Tymoshenko dibebaskan. Hal ini adalah hal tidak konstitutional kedua yang berhasil dilakukan tanpa melalui perdebatan yang panjang.

Karena hal itulah, ada sekelompok tentara bersenjata yang mengatasnamakan sebagai Right’s Sector (Sektor Kanan) untuk angkat senjata. Melalui juru bicaranya, mereka mengatakan ketiga tindakan itu tidak konstitusional. Sektor Kanan tidak memihak baik Russia maupun UE dan US. Salah seorang pemimpin sektor kanan yakni Aleksandr Muzychko, menegaskan netralitas,

“Jews and Russians until I die.” (Roberts, 2014)

Mereka menghendaki suatu negara yang utuh tanpa pengaruh dari negara-negara besar di sekitarnya. Bahkan ada juru bicara sektor kanan yang mengatakan, presiden selanjutnya akan berasal dari Sektor Kanan. Sebagaimana Muzychko mengatakan,

“The next president of Ukraine will be from Right Sector.” (Roberts, 2014)

Mereka juga menunjukkan kekecewaan mereka terhadap Yanukovych dan menuntut partai regional yang mendukung Yanukovych dibubarkan.

Ada banyak masalah di dalam negara Ukraina yang tidak bisa diselesaikan melalui secara one solution fits all. Ukraina merupakan negara muda yang terjebak di antara dua pengaruh besar wilayah di sekitarnya yakni Uni Eropa dan Russia. Secara ideologi, pemimpin Ukraina memiliki pikiran yang berbeda ada yang menggolongkan mereka sebagai neo-Nazis, liberals, dan Russia. Hal ini yang membuat keadaan politik di dalam negerinya kurang stabil karena perpecahan atau orientasi politik luar negeri yang gagal.

Daftar Pustaka

Telephone conversation with US President Barack Obama. (2014 , March 2). Retrieved March 3, 2014, from President of Russia: http://eng.kremlin.ru/news/6752

BBC NEWS. (2014, February 26). Retrieved March 3, 2014, from Ukraine Crisis: Rival Rallies of protesters in Crimea: http://m.bbc.com/news/world-europe-26353824#

Crimean Tatars deported by stalin rally against putin in crimea. (2014, Februari 27). Retrieved March 6, 2014, from Businessweek: http://www.businessweek.com/news/2014-02-27/crimean-tatars-deported-by-stalin-rally-against-putin-in-crimea

Russia G8 status at risk over ‘incredible act of aggression’ in Crimea, says Kerry. (2014, March 2). Retrieved March 3, 2014, from theguardian: http://www.theguardian.com/world/2014/mar/02/john-kerry-russia-putin-crimea-ukraine

(2014). Ukraina Butuh Tunai 35 Miliar. Jakarta: Koran Kompas.

Ukraine crisis: Turchynov warns of ‘separatism’ risk. (2014, February 25). Retrieved February 27, 2014, from BBC NEWS: http://www.bbc.com/news/world-europe-26333587

Ukraine MPs call on ICC to try Yanukovych for crimes against humanity. (2014, February 25). Retrieved March 3, 2014, from Euronews: http://www.euronews.com/2014/02/25/ukraine-mps-call-on-icc-to-try-yanukovych-for-crimes-against-humanity/

Ukraine’s crisis : the tale of two countries. (2014, March 1). Retrieved March 2, 2014, from the Economist: http://www.economist.com/blogs/easternapproaches/2014/02/ukraines-crisis

Allison, R. (1999). The Military and Political Security Landscape in Russia and the South. In R. Menon, Y. E. Federov, & G. nodia, Russia, The Caucasus and Central Asia: 21st Security Environment (pp. 27-28). New York: EastWest Institute.

BBC. (2014, Februari 22). Ukraine crisis: Opposition asserts authority in Kiev. Retrieved Februari 26, 2014, from BBC NEWS: http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-26299670

BBC. (2014, February 22). Why is Ukraine in Turmoil. Retrieved February 26, 2014, from BBC NEWS: http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-25182823

Bennet, D. (2014, March 1). Russian Troop Convoy on Road to Crimea’s Capital. Retrieved March 3, 2014, from ABC News: http://abcnews.go.com/International/wireStory/crimean-leader-claims-control-asks-putin-22729336?_ga=1.20388600.1532520994.1393844868

Charter, C. J., Magnay, D., & Eastwood, V. (2014, March 2). Ukraine Mobilizes Troops amid crisis with Russia. Retrieved March 3, 2014, from CNN.COM: http://cnn.com/ukraine-mobilizes-troops-amid-crisis-with-russia

Freidman, G. (2014, February 24). Geopolitical Weekly : Ukraine Turns From Revolution to Recovery. Retrieved February 27, 2014, from Stratfor Global Intelligence: http://www.stratfor.com/weekly/ukraine-turns-revolution-recovery?utm_source=freelist-f&utm_medium=email&utm_campaign=20140225&utm_term=Gweekly&utm_content=readmore

Guseinova, E. (2012). The Russia’s Interest Behind the Involvement in Georgia – Sough Ossetian Conflict. Central European University Nationlism Studies Program, 1-85.

Ioffe, J. (2014, March 1). Putin’s War in Crimea Could Soon Spread to Eastern Ukraine. Retrieved March 3, 2014, from New Republic News: http://www.newrepublic.com/article/116810/putin-declares-war-ukraine-and-us-or-nato-wont-do-much?_ga=1.41361378.1532520994.1393844868

Kocaman, Ö. (2007). Russia’s relations with Georgia in the South Ossetian conflict. Cilt:2, Sayi: 3, ss. 1-27, 2007, pp. 1-27.

Lally, K. (2014, March 1). Russian forces in Ukraine: What Does the Black Sea Flee in Crimea look like with Mark Galeotti. Retrieved March 2, 2014, from Washington Post: http://www.washingtonpost.com/world/europe/russia-decides-to-send-troops-into-crimea-what-does-the-black-sea-fleet-look-like/2014/03/01/38cf005c-a160-11e3-b8d8-94577ff66b28_story.html

LeVine, S. (2014, March 1). How Putin surprised the world after losing the war in Ukraine. Retrieved March 3, 2014, from Quartz Report: http://qz.com/182964/how-putin-surprised-the-world-in-ukraine-after-losing-the-war/

Lowrey, A., & Gordon, M. R. (2014, February 26). Policy Makers Devise Plans to Provide Money to Kiev. Retrieved March 3, 2014, from The New York Times: http://mobile.nytimes.com/2014/02/27/world/europe/policy-makers-devise-plans-to-provide-money-to-kiev.html?-r=0&referrer=

Michael, H. C. (2008). How Georgian NATO Membership Actually Serves Russian Interests. Retrieved March 3, 2014, from CGI Center on Global Interests Independent analysis for international challenges: http://www.globalinterests.org/2013/09/18/how-georgian-nato-membership-actually-serves-russian-interests/

Nichol, J. (2008). Russia-Georgia Conflict in South Ossetia: Context. CRS Report for Congress, 1-20.

Nichol, J. (2014). Congressional Research Service. Armenia, Azerbaijan, and Georgia: Political, 1-68.

Roberts, P. C. (2014, Januari 24). Democracy Murdered By Protest — Ukraine. Retrieved Februari 26, 2014, from OEN Opednews.com: http://www.opednews.com/articles/Democracy-Murdered-By-Prot-by-Paul-Craig-Roberts-Obama_Political_Protest_Revolution-140224-927.html

Trenin, D. (1996). Russia’s Security Interest and Policies in the Region. Brussels: VUB Press.

Tucker, J. (2014, February 28). 5 reasons I am surprised the crisis in Crimea is escalating so quickly. Retrieved March 3, 2014, from The Washington Post : Monkey Cage: http://www.washingtonpost.com/blogs/monkey-cage

find more writing about us JurnalPhobia

About JurnalPhobia

Graduate of International Relations of Airlangga University currently master candidate in Gadjah Mada University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s