Sekolah Dasar di Era Saat Ini yang Memprihatinkan (2010-2015)


Orang dewasa juga salah, selalu salah dalam memberi contoh di depan anak2. “Di situ kadang saya sedih”.

Saudara, teman, orang tua, paman atau bibi, orang tua kita, salah satunya berprofesi guru. Seringkali saya mengunjungi sekolah dasar tempat mereka mengajar untuk satu dan keperluan lain.

Aku sedikit tahu liarnya anak2 sekolah di kota kecil dengan keluarga rata2 ekonomi sangat sulit/ ada juga dari ekonomi mapan *ini bukan variabel yang menentukan – variabel paling menentukan adalah pengawasan orang tua di rumah seputar kegiatan anak dan teman2 di sekelilingnya.

Aku sudah mendengar dan menyaksikan betapa beringasnya anak sekarang bahkan sulit bagi guru yang hanya honorer digaji 100.000/ bulan, dan guru senior berdasarkan usia yang kesemuanya hanya berjumlah paling byak 12 untuk memantau seluruh siswa dari kelas I sampai kelas VI yang masing2 muridny bisa berjumlah 30-40 siswa.

Bagiku, mengatasi hanya ponakanku saja sudah kewalahan, apalagi puluhan siswa? Yang lebih memilukan, hal ini juga terjadi pada anak seorang kawan karib saya di sekolah dasar tempat saya dulu belajar. Astagfirullah. Nau’udzubillah. Dimana ia dipojokkan dan diseret ke kamar mandi lalu disana ia dibully oleh sekelompok siswa cewek – teman sekelasnya. Sangat memilukan.

Mohon pengertiannya dan cegah agar hal ini tidak terjadi di masing2 area di dekat kita. sebarkan kekhawatiran kita dengan memberikan contoh yang baik di depan anak2 kecil di sekitar kita. Saya sebagai orang dewasa saja masih (mewakili orang dewasa lainnya, yang berdasarkan pengmatan saya sehari-hari) masih sering memberi contoh yang kurang pantas pada anak2, misalnya bermain ipad atau game (pertarungan, combat, dll) di depan anak2 dan mnyaksikan sinetron yang tidak layak tayang di tengah2 jam anak2 belum tidur (sinetron yang berisi konten dewasa seperti pacaran, konflik rumah tangga, konflik antartetangga, dll), termasuk salah satu diantaranya mengutarakan kata kasar dan mengumpat di depan anak2 meskipun mereka adalah anak orang lain yang tanpa sengaja lewat.

[WARNING FOR ADULT CONTENTS AND VIOLENTS] If you’re under legal age to view this, please don’t click the link.

[PERINGATAN BERISI KONTEN DEWASA DAN KEKERASAN] Jangan klik link di bawah ini di depan anak-anak anda dan sekitarnya.

Link https://www.youtube.com/watch?v=ai9Rz29dFVg

Terimakasih.

About JurnalPhobia

Graduate of International Relations of Airlangga University currently master candidate in Gadjah Mada University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s