Latest Post

Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan


Tulisan ini adalah bagian dari materi yang diberikan pada mata kuliah teori-teori pembangunan. silakan disimak. Sumber:

Puspitarini, Renny. 2020. Pengantar Teori Pembangunan. Probolinggo: Universitas Panca Marga

Hanya dalam beberapa dekade; istilah sustainability (keberlanjutan) telah menjadi sorotan. Mulai dari suatu ide kecil menjadi pengarusutamaan yang menjadi fitur paling menentukan dalam realitas abad ke-21. Saat ini istilah keberlanjutan melingkupi pergeseran paradigma dalam memahami dunia dan tempat tinggal kita. Paradigma ini diatur untuk memiliki dampak fundamental dan masif dalam bagaimana kita mengatur dan mendesain sistem pada abad ke-21. Sebagaimana dapat memengaruhi seluruh aspek ekonomi.

Lingkungan mewakili ekosistem keseluruhan yang mana masyarakat bergantung pada banyak hal seperti air, materi, pangan dan energi. ketika kita bicara tentang lingkungan, sebenarnya kita sedang membahas kombinasi ekosistem alam dan ekonomi manusia. Apa yang disebut “sistem ekologi sosial”. Sifat alami sistem ekologi sosial telah berubah secara mendasar selama perjalanan sejarah manusia. Sejalan dengan perkembangan teknologi, lembaga, dan sumber energi baru. Perkembangan praktik pertanian tahunan ribu yang lalu mewakili perubahan dasar awal dalam dinamika ini. Bersamaan dengan kita menciptakan proses sistematis mengolah sumber daya alam berbasis teknologi pangan. Dalam perjalanan ini, manusia menyebar di seluruh penjuru benua.

Bentuk awal sistem pengelolaan pertanian berasal dari kegiatan berburu dan mengupumpulkan serta bermukim menetap. Kemudian tumbuh menjadi kelas sosial yang did dalamnya kehidupan urban berjalan. Pada akhirnya, terbangun apa yang yang disebut dengan peradaban besar. Sebelum era modern, orang-orang cukup sadar akan batasan-batasan yang dimiliki lingkungan. Interaksinya dengan sistem ekologi sosial, maka itu, berjalan dengan sangat lokal (dalam wilayah terbatas) dan alami. Mayoritas masyarakat tradisional adalah hasil dari proses panjang antara kebaikan dan lingkungan alam yang hidup berdampingan. yang telah menciptakan hubungan kuat keterbatasan apa yang secara fisik dan biologis berpeluang dan tidak. Mayoritas orang-orang menjalankan sistem bertani skala kecil. Sebagian besar produksi pertanian diperuntukan untuk keperluan rumah tangga. Intinya, Teknik bertani diadaptasikan dengan kondisi lingkungan dan lokal.

Kebangkitan era modern,selama 5000 tahun lalu membentuk dinamika dalam konteks hubungan antara manusia dan lingkungannya. tapi pergeseran dari dominansi pandangan modern religius ke pandangan ilmiah saintifik. datang sebagai sudut pandang baru dalam melihat alam dan lingkungannya.

Pengetahuan saintifik baru ini secara langsung diterapkan pada teknik dan lingkungan, yang berdampak pada kemunculan revolusi industri. Revolusi industri dimulai pada akhir abad ke-19 mewakili seluruh perubahan radikal antara masyarakat dan ekosistem. Pertanian eropa berubah pada era revolusi industri yang membuat mesin sangat potensial digunakan daripada menggunakan tenaga kerja dan ternak untuk pekerjaan pertanian seperti mengolah lahan dan panen. dimulai dari otomatisasi, serangkaian perubahan dapat ditelusuri dari kemampuan petani mengolah lahan yang lebih luas. Luas lahan dan produktivitas pertanian naik drastis akibat otomatisasi dikenalkan dalam sistem pertanian pada skala luas. Masyarakat luas telah berpindah dari bekerja di lahan menjadi pekerja sektor industri, Yang mana pasar barang dan tenaga kerja berasal dari struktur organisasi baru setiap harinya dan gaya hidup baru yang terpisahkan dari ekosistem lokal. Bagian terbesar dari perubahan dinamis ini adalah memanfaatkan sumber energi baru yang lebih powerful dari apapun yang pernah manusia gunakan untuk menjalankan perekoomian. Skala besar sumber energi batubara dan gas alam dialihkan ke proses produksi massal sebagaimana terjadi transisi dari proses kerja manual ke proses kerja menggunakan mesin. Perubahan awal teknologi dan ekonomi dalam masyarakat dan ekologi menempatkan perubahan serius seperti peningkatan skala ekonomi, komodifikasi organisasi melalui feedback yang saling terkoneksi terus menerus terjadi pada banyak negara di seluruh dunia. Meskipun nampak jelas bahwa revolusi industri seharusnya dapat mengakhiri dampak global terhadap bumi, menjadi kerdil di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi manusia baru terasa di tengah abad ke-20.. Banyak proses telah berubah, dimulai dari revolusi industri dimulai di tengah abad ke-19 telah mengarah pada perubahan pada populasi, ruang, dan konsumsi energi. Percepatan perubahan aktivitas ekonomi ini telah melahirkan era geologis baru yang banyak ilmuwan menamainya entropesin saat manusia dan aktivitas industri. telah menjadi pendorong utama perubahan dalam sistem.

Entropesin mewakili bentuk sistem ekologi sosial. Salah satu yang mengglobal di alam dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya. Setelah 1950-an, perubahan pada sistem bumi menjadi terkait langsung dengan sistem ekonomi global. Ini adalah fenomena baru. Perubahan nyata dalam sistem ekologi sosial. salah satu yang masih belum kita pahami konsekuensinya. Hanya dalam beberapa dekade saja, kita telah bergeser dari tinggal dalam dunia yang sempit pada planet yang luas menjadi “tinggal dalam dunia yang terlalu besar dalam planet yang terlalu kecil”. Dan itu adalah perubahan yang luar biasa. Perubahan dari otomatisasi mesin, intervensi terbatas pada ekosistem menjadi dorongan perubahan utama dalam lingkungan biofisik di seluruh planet. Perubahan ini dan dampak ke depannya,tampak nyata  dari perubahan iklim yang saat ini kita saksikan. Melalui intervensi industri manusia, keseimbangan yang selama ini menjaga planet telah berkurang. baik di tingkat ekosistem lokal maupun di tingkat ekosistem global. keseimbangan yang rusak ini, membuat sistem menjadi lebih tidak stabil. dan akhirnya menghasilkan peristiwa ekstrim, yang ilmuwan menyebutnya “pemanasan global”. Entropesin adalah bukti bahwa era kestabilan geologis telah berakhir. bahwa intervensi manusia gagal untuk menstabilkan diri di tengah keseimbangan alam yang ada yang telah menguntungkan manusia. ekonomi global saat ini menjadi pendorong utama perubahan dalam ekosistem. “Proses pembangunan jembatan sebagai salah satu ikon meningkatnya interkoneksi dan aktivitas ekonomi manusia” dan “Proses penambangan yang merusak geologi bumi dan keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Mengakibatkan lingkungan kehilangan daya dukungnya” menjadi intisari perubahan tersebut.

Proses pengerukan tanah untuk diambil mineralnya. proses perusakan keseimbangan alam yang berlangsung terus menerus guna memenuhi kebutuhan industri dan manusia”. Bentuk nyata dampaknya, perubahan iklim yang ditandai dengan semakin banyak badai dan tornado yang terbentuk. istilah keberlanjutan berasal dari bahasa latin sustainatel: menjaga dan maintain: memelihara Keberlanjutan mengandung arti kemampuan dari suatu sistem untuk bertahan dalam waktu tertentu.

Sesuatu disebut berkelanjutan dapat dipahami dari efisiensi terus menerus dalam arti sejauh mana efektif suatu organisasi beroperasi dalam lingkungannya. Ketika suatu sistem tidak berjalan efisien, maka ia akan mengkonsumsi lebih banyak sumber daya yang ada dan memproduksi lebih banyak entropi/ sampah/ buangan. sehingga disebut tidak lagi berkelanjutan atau “unsustainable”.

Keberlanjutan adalah apa yang kita sebut kehadiran fitur dalam seluruh sistem yang utuh. tentang semua hal bekerja bersamaan agar dapat berfungsi secara efektif menghasilkan suatu luaran/ outcome/ hasil. Contohnya pada mobil listrik tidak cukup berkelanjutan jika daya yang diperlukan berasal dari batu bara. sebaliknya, jika kita bangun pemukiman yang mana penghuninya harus berkendara jauh untuk dapat menjangkau tujuannya, maka tidak dapat disebut cukup berkelanjutan. Karena kita hanya memaksimalkan keuntungan kita sendiri tanpa memaksimalkan keseluruhan lainnya. Hal ini dikarenakan, keberlanjutan adalah seputar hubungan antara seluruh sistem dan lingkungannya yang mana tidak dapat dicapai jika hanya memaksimalkan satu fungsi secara individual. sebaliknya, membutuhkan pengamatan bagaimana sistem keseluruhan bekerja. Bagaimana seluruh bagian terikat satu sama lain, untuk dapat menghasilkan suatu sistem yang berjalan dan berkelanjutan. Hal ini yang menyebabkan sustainability hadir sebagai tantangan pada kerangka lembaga kita saat ini. Pendekatan tradisional yang diambil dalam manajemen diurai dalam beberapa bagian. Menganalisa bagian-bagiannya dan menimbang jika semua bagian berjalan dengan baik. Maka ecara keseluruhan juga akan berfungsi dengan baik. Dalam sistem, pendekata reduksi ini dapat berjalan. tetapi ada sejumlah hal yang lebih rumit dalam skala ekonomi dan rantai pasok global yang artinya menimbang bagaimana seluruh bagian saling terkait.

Jika kita ingin mencoba membuat rantai pasok lebih efisien, sejauh kita dapat menempatkan bisnis/ industri secara terpisah-pisah.koordinasi yang terpisah-pisah. Jika kita fokus pada bagian terkecilnya, kita hanya bergeser dari persoalan pada keseluruhan organisasi dan kita mendapatkan hasil yang tidak efektif. yakni hasil yang tidak sustainable. manajemen era industri, metode, dan struktur lembaga yang kita warisi saat ini sangat analitis. mengurai persoalan, menemukan jalan keluar dan menyusunnya kembali dengan utuh. Sustainability merupakan pendekatan kompleks dan holistik (menyeluruh) yang tidak cocok dengan metode terdahulu.

Meskipun mengoptimalkan seluruh bagian, terlihat penting dalam banyak kondisi. Didesain untuk dapat mengelola seluruh sistem yang diperlukan untuk mendapatkan hasil keseluruhan yang lebih berkelanjutan. Baik kita tengah membicarakan ttg keberlanjutan dengan ttp memperhatikan kondisi alami lingkungan maupun institusinya. Sustainability yg tadinya menjadi nilai dan intisari dari keseluruhan sistem menjadi secara sistematis langka.