Why ‘JurnalPhobia’?


 

JurnalPhobiaTulisan ini dibuat karena dirasa penting untuk menjawab pertanyaan ‘About JurnalPhobia’ yang selama ini kolom tulisannya selalu tertunda-tunda, bukan karena kesibukan penulis tapi sebagian besar karena internet yang lemot. Berikut alasan kenapa tulisan ini dibuat:

  1. Tersesat: Sudah banyak yang melontarkan karena ‘kesasar di situs kami’, begitulah yang disampaikan senior. Hal ini disebabkan barangkali kami yang terlalu agresif dan progresif mengupload berbagai tulisan terkait dengan isu hubungan internasional.
  2. Nama:  JurnalPhobia dipilih berdasarkan pengalaman teman2 dan angkatan junior yang merasa pusing dan stres setiap kali mendapat tugas menulis artikel setiap minggu (makanya ada nama ‘PHOBIA’), bahkan setiap harinya dan ketatnya ‘deadline’ yang diberikan (seminggu)–barangkali ada yang lebih ekstrem daripada itu. Dalam perkuliahan Ilmu Hubungan Internasional S1 Airlangga, kegiatan men-JURNAL sudah menjadi tradisi SERU dan ATRIBUT anak HI. Demikian asal nama JurnalPhobia.
  3. Content: isi JurnalPhobia
  4. Tujuan ‘JURNAL’: sebenarnya tugas itu, yakni JURNAL namanya, merupakan proyek yang sangat bagus dan mendukung perkuliahan sekaligus merintis menjadi generasi yang kritis dan peka terhadap apa yang terjadi di dalam & di luar Indonesia. Singkatnya, menjadi generasi yang strategis–seperti motto Hubungan Internasional Airlangga yang dibangga2kan itu.
  5. Proyek Jangka Pendek: semula blog ini hanya berisi tulisan JURNAL tugas saya ‘Rennie’, yang sungguh sia-sia usaha saya membaca buku dan mengikuti berita apabila ternyata tulisan ini tidak dibaca atau ditinggalkan begitu saja. Oleh karena saya masih agak pemula dan pembelajar, jadi saya paham jika terdapat tulisan yang sengaja tidak diperdalam atau cenderung tumpang tindih bahkan beberapa tulisan campur aduk Inggris dan Indonesia (sebagai latihan menulis, itu intinya).
  6. Ide dan prinsip JurnalPhobia berasal dari keinginan (saya dan Sahabat, Devania namanya) untuk merintis perubahan penyampaian mata kuliah di universitas Universitas Airlangga (Suarabaya) yang terkesan kurang menarik (dari segi mahasiswa yang kurang aktif) dan kurangnya update padahal isu internasional begitu luas, dan dinamis.
  7. Proyek Jangka Panjang: Kami hanya menginginkan utamanya junior kami membaca ulasan yang kami berikan dan terus menerus melanjutkan usaha kami supaya mahasiswa dan dosen menjadi lebih kritis  dan dinamis, serta open mind. Itu yang mendasari semangat kami untuk terus menulis biarpun banyak teman kami yang tidak menginginkan ilmunya dibagi untuk angkatan junior-junior.
  8. Resensi dan Novel: itu semua adalah hobi Sahabat saya
  9. Display JurnalPhobia: tentang display tampilan JurnalPhobia itu memang ‘defaultnya’–kami berdua tidak bisa diharapkan dalam program2 desain grafis😀 sehingga saya memilih tema yang singkat dan sederhana saja. Lagipula, kami berdua kebetulan menyukai kesederhanaan yang biasa saja, esensi utama ialah isi tulisan bukan hiburan mata–pembelaan terhadap rendahnya perhatian pada e-estetika. Yah, beberapa kali saya dalami ‘otodidak’ supaya bisa ‘edit’ tampilan dengan gambar, edit CSS, edit sana sini, instal tema dll sampai berniat mentransfer seluruh konten JurnalPhobia ke template yang lebih menarik dan tidak sakit ketika dibaca, tapi sayangnya saya kurang banyak waktu dan ternyata cukup capek juga; akhirnya saya pilih lebih enak menulis daripada melakukan hal serumit itu heheheeehehe, (2) terjadi eror ketika bersiap pindah domain ke tema dan display yang lebih fleksibel yaitu http://jurnalphobia.cc.co atau http://winterwhisper.cc.co (sebagai latihan), karena terjadi ketidaksinkronan antara wordpress dan domain baru kami, akhirnya batal deh (padahal sudah belajar demikian rumit)

Demikian, kurang lebihnya itu yang bisa penulis sampaikan. Apabila Anda tertarik dengan dengan segala tulisan dalam blog kami silakan berikan beri ‘voting star’ di setiap tulisan yang menarik untuk kami termotivasi terus menulis.

Demikian, akhir kata, TERIMAKASIH SUDAH MENGUNJUNGI TULISAN KAMI DI JurnalPhobia, klo sempat ‘tinggalkan komentar’ kamis memfasilitasi diskusi, tapi tidak memfasilitasi untuk mengerjakan tugas Jurnal Anda.
BEST REGARDS
-JurnalPhobia Author(s)-

2 thoughts on “Why ‘JurnalPhobia’?

  1. Hi, author!

    Trm kasih banget buat tulisannya ttg Rezim! Incredibly helpful.
    Tapi gini, saya lagi nyusun skripsi yang pakr konsep rezim dan juga hukum internasional.
    Bisa tolong kasi penjelasan tentang perbedaan int’l law and regime?
    Saya pusing bgt, tp saya tau kedua konsep ini beda dan teraplikasi di pembahasan skripsi saya. Cuman jelasin hubungan atau berbedaan antara keduanya bikin mumet. Haha

    Tolong banget yaaa. Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s