Asistensi Geopolitik-Geostrategi 2011


  • SILABUS (silakan fotocopy di Cakra)
  • silabus donlot di sini Silabus Geopol 2011
  • Rekap Partisipasi Kuliah Geopolitik dan Geostrategi (28/5/2011)

Perkuliahan:

  1. Slide pertemuan ke-1 Geopol Geostrategi 1
  2. Slide pertemuan ke-2 Evolution of geopoliticsHistory and definition, dan diskusi 17 Maret 2011 Lecture and Discussion 17 Maret 2011
  3. slide pertemuan ke-3 3 The Multipolar WorldDIscussion IThe End of GeopoliticsGeopolitics, geostrategic No3 *ppt Madam Anne,Rise and Fall the Supremacy
  4. slide pertemuan ke-4
  5. Slide pertemuan ke-5 QuestionsGas and oil No. 5geopol kel 8Geopolitik Kekuatan Minyak dalam Memicu Peperangan dan KonflikkeloMPok 6 geool
  6. Slide pertemuan ke-6 Q & Appt geopol 1Perkembangan GeopolitikAnti-geopolitic, dan Geopolitik Kelompok 4
  7. Bahan pertemuan ke-6 Geopol From the CW till 21 CenturyGEOPOL The Geopolitics Reader, dan Asia, America, and the Transformation of Geopolitics – William H. Overholt, topik 4 GEOPOLITICAL TRADITIONS .. A century of geopolitical thought – Edited by Klaus Dodds and David Atkinson_copy
  8. Bahan Pertemuan ke-7 Asia, America, and the Transformation of Geopolitics – William H. Overholt,geostrategy on middle eastGEOPOLITICAL CHANGES GREAT POWERS
  9. slide pertemuan ke-7 Geopolitics of US No.7
  10. Slide pertemuan ke-9 Geopolitics and Geostrategy of ChinaGeostrategi dan Geopolitik China di Afrika
  11. Bahan pertemuan ke-10 ga bisa diupload due to security reason (WordPress, 2011) tapi softcopynya sudah aku titipkan ke Fanny Angelia (gomen)
  12. Pertemuan ke-11 Senin (Ruang 314 @1pm) tgl 30/5/2011 : Tidak Ada bahan dari Asdos, silakan merujuk ke ForeignPolicy.com dan BBC
  13. Slide pertemuan ke-11 arab springTUNISIAEgyptGeopolitik Lybia, dan BAHRAIN

Pembagian KELOMPOK:

  1. Pembagian kelompok Geopolitik dan Geostrategi Pertemuan 4 dan 5 Kelompok Pertemuan 4 dan 5
  2. Pembagian Kelompok Geopolitik dan Geostrategi pertemuan 6 dan 7Kelompok Pertemuan 6 dan 7
  3. Pembagian Kelompok Geopolitik dan Geostrategi Pertemuan 8 dan 9 dan “GUIDING QUESTION” Daftar Kelompok Pertemuan ke-8-9 (kelompok baru-HOT NEWS)
  4. Pembagian kelompok pertemuan ke-10-11 Pembagian Kelompok Geopolitik Pertemuan ke 10-11

———————————————————————————————————————————————

Guiding Question Pertemuan ke-10 30/5/2011 ruang A-314 @1PM (Guiding Question 11)

———————————————————————————————————————–

Guiding Questions pertemuan ke-7

Skenario pertemuan ke-7 (22-4-2011):

Kelas dibagi dalam dua sesi presentasi, stage I (terdiri dari kelompok 5-6) dan stage (terdiri dari kelompok 7-8)

Tujuan                  : Menjelaskan menjelaskan strategi AS  dalam menguasai wilayah-wilayah dunia

  • 1. Di Timur Tengah
  • 2. Di Afganistan
  • 3. Di Irak
  • 4. Di China

Stage I

Kelompok 5                   : Timur Tengah

Bagaimana Arti Strategis Amerika Serikat di Timur Tengah? Apakah yang menjadi tantangan strategis geopolitik Amerika Serikat di Timur Tengah? Bagian mana yang menjadi resiko dan faktor yang menentukan strategi AS di Timur Tengah? Aspek apakah yang menjadi strategi AS dalam menguasai Timur tengah?

Kelompok 6                   : Afganistan

Bagaimana Arti Strategis Amerika Serikat di Afganistan? Apakah yang menjadi tantangan strategis geopolitik Amerika Serikat di Afganistan? Bagian mana yang menjadi resiko dan faktor yang menentukan strategi AS di Afganistan? Aspek apakah yang menjadi strategi AS dalam menguasai Afganistan?

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Stage II

Kelompok 7                   : Irak

Bagaimana Arti Strategis Amerika Serikat di Irak? Apakah yang menjadi tantangan strategis geopolitik Amerika Serikat di Irak? Bagian mana yang menjadi resiko dan faktor yang menentukan strategi AS di Irak? Aspek apakah yang menjadi strategi AS dalam menguasai Irak?

Kelompok 8                   : China

Bagaimana Arti Strategis Amerika Serikat di China? Apakah yang menjadi tantangan strategis geopolitik Amerika Serikat di China? Bagian mana yang menjadi resiko dan faktor yang menentukan strategi AS di China? Aspek apakah yang menjadi strategi AS dalam menguasai China?

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Bahan:

–       Dibebaskan mencari sendiri berdasarkan sumber yang dicantumkan pada silabus

–       Highly encourage: Stop theories (now) and create/ synthesize your own based on your  findings

–       PPT DIPRINT DAN DIBERIKAN MADAM ANNE LANGSUNG KETIKA KULIAH. No jurnal Kelompok (tugas kelompok only PPT), softcopy kirim ke rennycandradewi@hotmail.co.id

REFERENSI SILABUS:

  • Jakub G Grygiel.2006. Lessons for The United States dalam “Great Powers and Geopolitical Change”. Baltimore: The Johns Hopkins University Press., p.164-178.
  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 263-293

TOPIK 1

Strategi AS  dalam menguasai wilayah-wilayah dunia Di Timur Tengah

  • Jakub G Grygiel.2006. Lessons for The United States dalam “Great Powers and Geopolitical Change”. Baltimore: The Johns Hopkins University Press., p.164-178.
  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 263-293
  • Jakub G Grygiel.2006. The Geostrategy of the Ottoman Empire (1300-1699) dalam “Great Powers and Geopolitical Change”. Baltimore: The Johns Hopkins University Press., p.88-122

TOPIK 2

Strategi AS  dalam menguasai wilayah-wilayah dunia Di Afganistan

  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 263-293

TOPIK 3

Strategi AS  dalam menguasai wilayah-wilayah dunia Di Irak

  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 263-293

TOPIK 4

Strategi AS  dalam menguasai wilayah-wilayah dunia Di China

  • Jakub G Grygiel.2006. Lessons for The United States dalam “Great Powers and Geopolitical Change”. Baltimore: The Johns Hopkins University Press., p.164-178.
  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 263-293
  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 63-168
  • William H Overholt. 2008. Asia, America, and the Transformation of Geopolitics. London: Oxford University Press., pp. 223-260
  • Jakub G Grygiel.2006. The Geostrategy of Ming China (1364-1644) dalam “Great Powers and Geopolitical Change”. Baltimore: The Johns Hopkins University Press., p.123-163

———————————————————————————————————————————————-

Guiding Questions Pertemuan ke-6

Geopolitik dan Geostrategi 2011 (A303) @1pm (ONTIME)

DAFTAR KELOMPOK SILAKAN LIHAT DI JURNALPHOBIA

Skenario pertemuan KEENAM (15-4-2011):

Kelas dibagi dalam dua sesi presentasi, stage I (terdiri dari kelompok 1-2) dan stage (terdiri dari kelompok 3-4)

Tujuan                  :

Menjelaskan perkembangan geopolitik dan geostrategi di abad ke-21 serta kelangsungan kajian geopolitik dan geostrategi ke depan

  1. Geopolitik dan Geostrategi Negara Bangsa di Abad ke-21
  2. Prospek Perkembangan Kajian Geopolitk dan Geostrategi di Masa Depan

Stage I

Kelompok 1                   : Geopolitik dan Geostrategi Negara Bangsa di Abad ke-21

(bab 6 dan 8) Apa yang menjadi area geopolitik baru saat itu? Apakah yang menjadi tantangan Geopolitiknya? Bagian mana yang menjadi resiko atau faktor terhadap stabilitas situasi dan kondisi saat itu? Apa yang menjadi strategi dalam arena geopolitik yang demikian?

Kelompok 2                   : Prospek Perkembangan Kajian Geopolitk dan Geostrategi di Masa Depan (TOPIK 1-2) Apa yang menjadi area geopolitik baru saat itu? Apakah yang menjadi tantangan Geopolitiknya? Bagian mana yang menjadi resiko atau faktor terhadap stabilitas situasi dan kondisi saat itu? Apa yang menjadi strategi dalam arena geopolitik yang demikian?

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Stage II

Kelompok 3                   : TOPIK 3-4

Apa yang menjadi area geopolitik baru saat itu? Apakah yang menjadi tantangan Geopolitiknya? Bagian mana yang menjadi resiko atau faktor terhadap stabilitas situasi dan kondisi saat itu? Apa yang menjadi strategi dalam arena geopolitik yang demikian?

Kelompok 4                   : SIMPULAN dari KELOMPOK 1-3

Apa yang menjadi area geopolitik baru saat itu? Apakah yang menjadi tantangan Geopolitiknya? Bagian mana yang menjadi resiko atau faktor terhadap stabilitas situasi dan kondisi saat itu? Apa yang menjadi strategi dalam arena geopolitik yang demikian?

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Bahan:

–       Dibebaskan mencari sendiri berdasarkan sumber yang dicantumkan pada silabus

–       Highly encourage: Stop theories (now) and create/ synthesize your own based on your  findings

–       PPT DIPRINT DAN DIBERIKAN MADAM ANNE LANGSUNG KETIKA KULIAH. No jurnal Kelompok (tugas kelompok only PPT), softcopy kirim ke rennycandradewi@hotmail.co.id

REFERENSI SILABUS:

  • Francis Sempa. 2002. Geopolitics from Cold War to the 21st Century. Bab 6 dan 8
  • The Geopolitics of the Post-Cold War World., p. 87-102
  • Geopolitics in the Twenty-First Century., p. 109-119

TOPIK 1

THE TRANSFORMATION OF GEOPOLITICS

  • Francis Sempa. 2002. Geopolitics, from Cold War to the 21st Century. Bab 6 dan 8
  • EDWARD N.LUTTWAK . 1990. “From Geopolitics to Geo-Economics: Logic 125 of Conflict, Grammar of Commerce” from The National Interest., p. 125 dalam Geopolitics Reader.
  • PRESIDENT GEORGE BUSH. 1991. “Toward a New World Order” from Public Papers of the Presidents of the United States., p. 131 dalam Geopolitics Reader
  • MICHAEL  T. KLARE . 1995. “The New ‘Rogue-State’ Doctrine” from The Nation., p. 155 dalam Geopolitics Reader
  • SAMUEL P.HUNTINGTON 1993 “The Clash of Civilizations?” from Foreign Affairs., p. 159
  • GEARÓID Ó TUATHAIL 1996 “Samuel Huntington and the ‘Civilizing’ of 170 Global Space” from Critical Geopolitics., p. 170

TOPIK 2

THE GEOPOLITICS OF ENVIRONMENT

  • Francis Sempa. 2002. Geopolitics, from Cold War to the 21st Century. Bab 6 dan 8
  • ROBERT D.KAPLAN 1994 “The Coming Anarchy” from The Atlantic Monthly., p. 188
  • THOMAS F. HOMER-DIXON 1996 “Environmental Scarcity and Mass Violence” from Current History
  • ., p. 204
  • VACLAV SMIL 1994 “Some Contrarian Notes on Environmental Threats to National Security” from Canadian Foreign Policy., p. 212
  • GARETH PORTER 1995 “Environmental Security as a National Security Issue” from Current History
  • ., p. 215
  • MATTHIAS FINGER 1991 “The Military, the Nation State Environment” and the from The Ecologist., p. 223
  • TIMOTHY W.LUKE. 2000. Toward a green geopolitics: politicizing ecology at the Worldwatch Institute dalam “Geopolitics Tradition”., p 353

TOPIK 3

THE ANTI-GEOPOLITICS

  • Francis Sempa. 2002. Geopolitics, from Cold War to the 21st Century. Bab 6 dan 8
  • SHIV VISVANATHAN 1991 “Mrs Brundtland’s Disenchanted Cosmos” from Alternatives., p. 237
  • PAUL ROUTLEDGE Introduction 245
  • EDWARD SAID 1984 “Orientalism Reconsidered” from Europe and Its Others, Volume 1., p. 256
  • FRANTZ FANON 1963 “Concerning Violence” from The Wretched of the Earth
  • ., p. 262
  • VÁCLAV HAVEL 1985 “The Power of the Powerless” from The Power of the Powerless., p. 272

TOPIK 4

FUTURES AND POSSIBILITIES

  • Francis Sempa. 2002. Geopolitics, from Cold War to the 21st Century. Bab 6 dan 8
  • PETER J.TAYLOR. 2000. Geopolitics, political geography and social science., p.  375
  • NIGEL THRIFT. 2000. It’s the little things., p. 380


———————————————————————————————————————————————-

Guiding Questions pertemuan ke-5

Geopolitik dan Geostrategi 2011 (A303) @1pm (ONTIME)

DAFTAR KELOMPOK SILAKAN LIHAT DI JURNALPHOBIA

Skenario pertemuan KELIMA (7-4-2011):

Kelas dibagi dalam dua sesi presentasi, stage I (terdiri dari kelompok 5-6) dan stage (terdiri dari kelompok 7-8)

Tujuan                  :

Menjelaskan arti strategis minyak bagi negara dan strategi negara dalam memenuhi kebutuhan minyaknya

  1. MINYAK SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB PERANG: apakah dalam konteks geopolitik, negara dengan ‘oil dan gas’ memiliki kekuatan? Bagaimana minyak berperan sebagai komoditas strategis?
  2. MINYAK SEBAGAI PEREBUTAN PENGUASAAN EKONOMI ANTARNEGARA😕 –berikan pemetaan seluruh sumber alam minyak mentah di seluruh dunia, dan kepentingan setiap negara tersebut di dalam kawasan dimaksud?
  3. AKIBAT PERANG TERHADAP SITUASI GEOEKONOMI KAWASAN: bagaimana situasi perang mempengaruhi geoekonomi kawasan tertentu? Dan bagaimana perdagangan (ekonomi) diatur. Sertakan contohnya
  4. KESIMPULAN DARI TOPIK 1,2, DAN 3– must have, berikan mapping seluruh sumber daya alam minyak mentah di seluruh dunia dalam ppt, dan BAGAIMANA RELASI KEKAYAAN MINYAK MENTAH SUATU NEGARA DAPAT memicu perebutan penguasaan ekonomi antarnegara dan MENGAKIBATKAN perang (instabilitas) di kawasan tersebut dalam perspektif ekonomi dan geopolitik?

Stage I

  • Kelompok 5                   : Minyak sebagai salah satu penyebab perang
  • Kelompok 6                   : Minyak sebagai perebutan penguasaan ekonomi antarnegara

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Stage II

  • Kelompok 7                   : Akibat perang terhadap Situasi geoekonomi kawasan
  • Kelompok 8                   : menyimpulkan ketiga topik sebelumnya

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Bahan:

–       Dibebaskan mencari sendiri berdasarkan sumber yang dicantumkan pada silabus

–       Highly encourage: Stop theories (now) and create/ synthesize your own based on your  findings

–       PPT DIPRINT DAN DIBERIKAN MADAM ANNE LANGSUNG KETIKA KULIAH. No jurnal Kelompok (tugas kelompok only PPT), softcopy kirim ke rennycandradewi@hotmail.co.id

–       REFERENCE:

  • Geopolitics of Oil. Science New Series, halaman 1324-1327
  • Engdahl, William. F. 2005. Revolution, Geopolitics, and Pipelines, dalam “Global Economy”
  • Gyorgy, Andrew. 1943. The Geopolitics of War: Total War dalam “The Journal of Politics (5) 4, hlm 347-362
  • Roberts, Susan et.al., Neoliberal Geopolitics.

REFERENCES –SOFTCOPY DI PINK PADA HARI SABTU ATAU MINGGU-

  • TOPIK 1: KELOMPOK 5

Philippe Le Billon. 2005. From Free Oil to ‘Freedom Oil’:Terrorism, war, and US Geopolitics in the Persian Gulf dalam  “The Geopolitics of Resource Wars: Resource Dependence, Governance and Violence.  London: Frank Cass pp. 109-137

Shannon O’Lear. 2005Resources and Conflict in the Caspian Sea dalam “The Geopolitics of Resource Wars: Resource Dependence, Governance and Violence.”, London: Frank Cass., pp., 161-186

  • TOPIK 2: KELOMPOK 6

Le Billon, Phillippe dan Gouad El Khatib. 2005. From Free Oil to ‘Freedom Oil’:Terrorism, war, and US Geopolitics in the Persian Gulf. London: Frank Cass. , pp. 109-137

  • TOPIK 3: KELOMPOK 7

Peters, Susanne. 2005. Coercive Western Energy Security Strategies: ‘Resource Wars’ as a New Threat to Global Security dalam “The Geopolitics of Resource Wars: Resource Dependence, Governance and Violence.”, London: Frank Cass., pp., 187-212

  • TOPIK 4: KELOMPOK 8

Le Billon, Phillippe. 2005. Geopolitical Economy of Resource Wars dalam  The Geopolitics of Resource Wars: Resource Dependence, Governance and Violence”. London: Frank Cass, page 1-28

PLEASE BE SURE TO ANSWER GUIDING QUESTIONS, BUT DON’T ADDRESS SPECIFICALLY THE CASE OF THE ARTICLES –UNLESS IT’S NECESSARY-


———————————————————————————————————————————————–

Guiding Questions pertemuan ke 4

Geopolitik dan Geostrategi 2011 (A303) @1pm (ONTIME)

slide ppt geopolitik pertemuan ke-3 donlot di sini https://frenndw.wordpress.com/asistensi-geopolitik-geostrategi/

Skenario pertemuan keempat (31-3-2011):

Kelas dibagi dalam dua sesi presentasi, stage I (terdiri dari kelompok 1-2) dan stage (terdiri dari kelompok 3-4)

Tujuan                  :

Menjelaskan dinamikan politik dan strategi negara-bangsa dalam sebuah dunia yang terus berubah dalam konsep geopolitik

  1. ‘EMPIRES: jelaskan dalam kerangka (1) situasi (di masa lalu, sekarang, dan future), (2)consequences , (3) structures (how the empires structures at that time, now, and future), (4) variables involved (society, age, etc) and draw your own conclusion based on your findings (data). Give exact example of ‘EMPIRES’
  2. ‘CITIES AS POLIS’: jelaskan dalam kerangka (1) situasi (di masa lalu, sekarang, dan future), (2)consequences , (3) structures (how the ‘cities as polis’ structures at that time, now, and future), (4) variables involved (society, age, etc) and draw your own conclusion based on your findings (data). Give exact example of ‘cities as polis’
  3. “THE STATE AND THE WORLD ORDER”: jelaskan dalam kerangka (1) situasi (di masa lalu, sekarang, dan future), (2) consequences , (3) structures (how the ‘state and the world order’ structures at that time, now, and future), (4) variables involved (society, age, etc) and draw your own conclusion
  4. ‘NATION-STATE and STATE AS SPATIAL ENTITY’: jelaskan dalam kerangka (1) situasi (di masa lalu, sekarang, dan future), (2) consequences , (3) structures (how the ‘nation-state’ structures at that time, now, and future), (4) variables involved (society, age, etc) and draw your own conclusion based on your findings (data)

Stage I

Kelompok 1                   : EMPIRES (sadly, but you are encouraged to find your own data, i couldn find something match for references )

Kelompok 2                   : CITIES AS POLIS’ (sadly, but you are encouraged to find your own data, i couldnt find something match for your references)

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Stage II

Kelompok 3                   : THE STATE AND THE WORLD ORDER

Kelompok 4                   : NATION-STATE and STATE AS SPATIAL ENTITY

Penyampaian materi presentasi 15 menit

Bahan:

–       Dibebaskan mencari sendiri berdasarkan sumber yang dicantumkan pada silabus

–       Highly encourage: Stop theories (now) and create/ synthesize your own based on your  findings

–       PPT DIPRINT DAN DIBERIKAN MADAM ANNE LANGSUNG KETIKA KULIAH. No jurnal Kelompok (tugas kelompok only PPT), softcopy kirim ke rennycandradewi@hotmail.co.id

–       GIVEN REFERENCE: Jhon Rennie Short (donlot di JurnalPhobia)

—————————————————————————————————————————————————————–

Skenario pertemuan kedua (17-3-2011):

Kelas dibagi dalam dua sesi presentasi, stage I (terdiri dari kelompok I-II) dan stage II (terdiri dari kelompok III-IV)

Guiding Questions:

  1. Time” : aspek historis saat itu dan karakteristik masing2 negara asal pemikir geopolitik tersebut
  2. Space” : Utarakan situasi dan kondisi yang mempengaruhi pemikir geopolitik tersebut mengeluarkan konsep teoritisnya masing2!

Hints: It could be about the territory, natural resources, demography, role of elites, role of economical structures, and social structures –if available

  1. How: Bagaimana masing-masing pemikir geopolitik tersebut mengutarakan ‘technique secara politis dan strategis (baik secara kekuatan militer (land, sea, dan air force)) untuk mendukung teorinya
  2. Simpulan: Evolusi dan transformasi apa yang dibawa oleh masing2 pemikiran geopolitik tersebut.

Hints: Hubungan dan kelemahan masing-masing terhadap perkembangan geopolitik sekarang ini

—————————————————————————————————————————————–

Stage I

Kelompok 1                   : Mackinder (UK), Spykman (US) (kelompok presenter, diharapkan mampu mempertahankan pemikiran teori ini selama presentasi)

Kelompok 2                   : Mahan (US), Seversky (US) (mem-battle/ challenge kelompok I dengan teori ini)

Hints: Mackinder (heartland), Spykman (rimland), Mahan (control of the sea), Seversky (air force)

Stage II

Kelompok 3                   : Ratzel, Hauschofer (idem kelompok I)

Kelompok 4                   : Wallerstein, Cohen (idem kelompok II)

Hints: Ratzel & Hauschofer (lebensraum), Wallerstein (modern world system), cohen (sistem ketergantungan dan nation-state)

Bahan:

–      Dibebaskan mencari sendiri berdasarkan sumber yang dicantumkan pada silabus

–      Cakra is highly recommended, bahan tersedia di Cakra, rajin-rajinlah ke sana

–      No wikipedia, no blog, no wordpress, no multiply, etc

–      No JurnalPhobia, no plagiarism, JurnalPhobia hanya untuk acuan

NB. CATATAN ASDOS SEPERTI INI DAN MINGGU-MINGGU YANG AKAN DATANG BISA DIAKSES DI CAKRA (including any available references) dan NOTE FB “Rennie Candradewi Mulyosaputri”

—————————————————————————————————————————————————————–

  • KETENTUAN

Ketentuan Mata Kuliah:

  1. Ontime, Politeness, dan Keaktivan di kelas di nilai

Ketentuan Tugas Kelompok:

  1. Kelompok akan dirolling setiap dua minggu sekali, pengumuman akan ditempel di NC, FB, dan JurnalPhobia (page: Asistensi Geopolitik dan Geostrategi https://frenndw.wordpress.com)
  2. Tugas kelompok hanya berbentuk PPT (bebas memilih ‚bahasa‘ atau ‚Inggris‘)
  3. PPT, don’t be boring–> slides dibuat eye-catching
  4. Setiap minggu akan ada empat (4) kelompok yang maju presentasi


  1. Tugas kelompok dikumpulkan paling lambat RABU (jam 12 siang) di alamat email: annesya.devania@gmail.com dan rennycandradewi@hotmail.co.id
  2. Setelah presentasi, ‘hardcopy’ diserahkan pada asdos atau Madam Anne

Ketentuan Tugas Individu

  1. Mengopi ‘silabus geopol’ di ruang cakra
  2. Setiap individu dibebaskan memilih lima (5) dari 12 topik silabus sebagai jurnal tugas individu

Dengan ketentuan sbb:

  • Times New Roman 12, 800 kata, maksimal 3 halaman
  • Dibebaskan memilih ‘bahasa’ atau ‘inggris’
  • Dibebaskan mengumpulkan tugas individu sepanjang pertemuan (boleh setiap minggu, acak, atau dikumpulkan dalam satu waktu di akhir pertemuan)
  • Batas pengumpulan tugas sampai pertemuan ke-13 (pertemuan terakhir) di loker KP

Penilaian tugas individu dilakukan secara langsung oleh Madam Anne, ‘do your best’

————————————————————————————————————————————————————-

  • REVIEW SINGKAT

1st 9 Maret 2011 “Introduction to Geopolitics: A Framework for Understanding Geopolitics”

What it is known as ‘Geopolitics’?

Geopolitics is a component of human geography able to influence the state behavior, for example how location, climate, natural resources, population and physical terrain determine a state’s foreign policy options or limit its position in the hierarchy of states (Griffiths and O’Callaghan, 2002: 120). It can also be summarized that geography features somehow have shaped the identity, character, and history of nation-states or hindered their social, political, and economic development. That’s why geography increasingly becomes matter in the study of international relations.

What are the elements of Geopolitics?

Some scholars, such as Colin Flint in his book ‘Introduction to Geopolitics’ has set up there are two elements shaping the framework to understand geopolitics. Those are (1) Geography and places, (2) Geography and spaces, (3) Places and Politics.

Places. Geopolitics contains a systematic study of what makes places unique and the connections and interaction between places. Main feature of this is ‘characteristics’ of place that may include the weather patterns, physical setting, the shape of a city, the pattern of housing, or the transport system. For example, the political geographers might be interested in how Pyongyang city is organized that would allow for political control in a totalitarian country. Why significant region is a place of a site for drug production (only), such as in Afghanistan and other place is most preferable as illegal drug use such as suburban area of US and Europe. This method is known as ‘place analysis’.

Spaces. Or in other word ‘spatial analysis’, will be different that previous one. Space is defined as ‘different role as different spaces’. Simple example will be ‘it will be appropriate to throw party in a opened place, but it will be inappropriate to throw party inside the library’. This simple example suggests that ‘spatial analysis’ comes from situation mediated by ‘different roles for different spaces’. This ‘different role for different spaces’ emanated from and embedded within our perception that we act within sub-conscious ‘geographical imaginations’. Other example that is more ‘international relations’ will be ‘the spatial analysis that divides Africa into imaginary regions (as a product of two sets of power relations) of European countries domination and relative power parity among the European nations. But, this occurrence is also a subject to change in recent years.

Location. Whether or not the places of city, town, or even country has good key industries and sources of employment such as a steel mill, coal mine, military base or tourist resorts or even a combination of different functions can have a geopolitics value. For example, a city that has international harbor can be potential point entry for refugees. Or a city that has been bordered with areas with political instability can raise significant problem for example ‘border shared by North and South Korea’, border between East Europe and West Europe that shared geographical imagination of clash between Liberalism and Communism.

Locale. ‘locale’ refers as the institutions that organize activity, politics, and identity in a place.

Sense of Place. people’s identity is a function of membership in a number of collective identities; gender, race, social class, profession, nationality, and place.

Theories of Geopolitics

So What is Geopolitics?

The term ‘geopolitics’ was first coined by Rudolf Kjellen, a Swedish political scientist, in 1899. But it only came into widespread used in 1930s, when it was championed by a group of German political geographers and in particular the retired Major general Dr Karl Haushofer in the Department of Geography at the University of Munich. Let’s take a good look what happened between those years?

Traditionally, the concept of geopolitics is understood as the word or sense to provoke ideas of war, empire, and diplomacy: in which geopolitics is the practice of state controlling or competing for territory. the keyword such as ‘the iron Curtain’, ‘threat of Communism’,  and ‘Imperialism’ are basically the context emanating from geopolitics element, namely ‘geographical imaginations’.

Latter years, the concept of geopolitics emanating at the end of nineteenth century had been about European powers  indulged in an unseemly struggle for colonial control over Africa, knows as the ‘scramble for Africa’.

In contemporary sense, the geopolitics of ‘The War on Terrorism’ has produced alliances between states and the deployment of troops in Afghanistan, Iraq, and bases across Central Asia.

latter years, geopolitics is not merely known as the competition over territory as firstly understood, but also the means of justifying such actions. From a feminist perspective, geopolitics is a masculine practice hence where it becomes the statesmanship.

Third understanding of geopolitics results from the identification of ‘situated knowledge’: it states that geopolitics is not about competing against countries, but there are many ‘situations’ that involved. In other word, it can also include racial conflicts within cities (Balkan conflict and far East conflict), the restriction upon movement of women (Mideast countries characters). It also suggests the broadening of ‘Geopolitics agents’ not only state, but also non-governmental organization, terrorists, and private companies are all engaged.

Following the third, we come to the fourth and final meaning of ‘geopolitics’ which is known as ‘critical geopolitics’ coined by Gerrard O’Thuathail (1996) that states that geopolitics is the practice of identifying the power relations within geopolitical states.

References:

  • Colin Flint, 2002, “Introduction to geopolitics”, Routledge Pub, London
  • Martin Griffith and Terry O’callaghan, 2002, “the Key Concepts: International Relations”, Routledge Pub, London

—————————————————————————————————————————–

Review Singkat Geopolitik Pertemuan Ke-2: Konsep2 dan Teori2 Geopolitik: perkembangan, evolusi, dan transformasi Geopolitik

Geopolitics basically has its root from emerge of Scientism and Darwinism prior to 19 Century. Scientism gives explanation about facts that human is the centre of topics and thus can dominate everything including politics. It also enables several approaches used to understand how policies made based on relative geographical conditions among states. Those are positivism, Marxism and Psychoanalysis. Darwinism (more importantly Social Darwinism) proposes that humans tend to compete one another in the cycle of ‘survival of the fittest’ over resources scarcity and to conquer territories for settlement. The consolidation of Scientism and Darwinism creates a notion that state is analogically similar to organism[1]. Ethnicity (nations and races) shapes the origins of state composing human that’s continuously growing in size, space, and population. However, this growing population somehow does not compete with the available resources. Therefore, geopolitics based on its beginning from scientism and Darwinism is seen as process includes ways how state constructs policies in correlation with relatively geography conditions and living space.

This view is then enhanced by the writing of subsequent geo-politicians Rudolf Kjellen. Rudolf Kjellen justifies that state tends to grow in mass and size and there the effort to expand over territory is possible. He advocates that states consist of human and numbers of human forms society and culture. Whenever humans grow in size and mass, so does society. For society brings culture, thus culture becomes effective tool to justify the territory expansion. This happened to existence when Nazi claim for superior race dominating the Slavs, Serbs, Jews etc.

Geopolitics is being manifested by empires to stretch imperialism by establishing colonies strategically throughout the world in order to enhance its maritime power.It is well exemplified by British empire during 18thtill the beginning of WW I. prior to WW I, maritime power dominates the world and brings existence of hegemon (who’s ever control maritime powers thus become the world leader). However, WW I brings new vision of geopolitics and the rise of new supremacies (so called the end of empires: the End of Russia-Tsar Empire of Holy Roman Habsburgà the unification of Germany under Bismarck: United States militarily and economically (WW I reparations economic program chaired by Dawes Plan), German-Nazis ideologically, and Japan militarily and economically heavy industry state) is to replace British supremacy. This suggests that the ‘geo-politik’ (geo-politik—realpolitik—power-centric of gold, glory and gospel) of colonization and imperialism has ended and shifts towards a new vision of geopolitics, so called classic geopolitics. Classic geopolitics is best explained by Sir Harford Mackinder, Alfred T Mahan, James Burnham, Friedrich Ratzel, Haushofer, Spykman, Seversky, Bernard Cohen, and Wallerstein.

Having noticed the new technology inventions leads to massive industrialization, mass transport invention, and communication tend to undermine the maritime powers and enhance the land-power, Sir Harford Mackinder sees this phenomenon would undermine British power. Mackinder assumes that the pivot region of the world centered on huge land mass called ‘Heartland’ referring to Russia Preventing the fall of British power, Mackinder urges British to alliance with another maritime power in the other continent, which is United States.

—————————————————————————————————————————————————————–

BAB II

TEORI-TEORI GEOPOLITIK

Pertemuan kedua, 17 Maret 2011

Pendahuluan:

Tujuan: memahami para teoritisi geopolitik dan gestrategi dan memahami pemikirannya

Pembahasan Materi

Indonesia tidak termasuk dalam Teori Heartland. Teori Heartland mengambil lokasi di dataran luas Eurasia karena tempat tersebut sangat strategis untuk dikuasai. Hal ini semata-mata karena kenyataan dan perkembangan yang mengakibatkan angkatan darat Eropa semakin menguat dengan ditemukannya kemudahan dalam mobilisasi dan transportasi.

Pemetaan dunia saat itu, di masa teori geopolitik klasik, sangat ditentukan di Eropa. Teori geopolitik klasik dari awal pertama kali dikemukakan telah mengalami perkembangan. Berawal dari ambisi inggris yang menguasai kekuatan laut dunia, Mahan memiliki pemikiran bahwa ‘kekuatan daratan’ tidak akan mampu diselenggarakan apabila mobilisasinya dihalangi oleh laut. Selain itu, Mahan juga mengamati bahwa kuantitas laut lebih besar daripada daratan sesungguhnya, hal ini tentunya akan mempermudah angkatan laut untuk mengepung kekuatan darat karena mobilisasinya lebih bagus. Contoh kedua, perkembangan teknologi angkatan udara pasca perang dunia menjadi signifikasi penting teori geopolitik milik Seversky yang mengatakan konsentrasi baru strategi geopolitik negara mestinya mengedepankan kekuatan udara. Selanjutnya, masa depan teori geopolitik akan merambah hingga ke luar angkasa.

Geopolitik Jerman dilihat sebagai suatu dogma politik (Hasuchofer dan ratzel) yang mana dipakai sebagai suatu pembenaran terhadap aksip olitik penguasa, misal Hitler, dalam berbagai kebijakan ekspansi wilayah. ‘Lebensraum’ salah satunya, yang menegaskan bahwa negara itu tumbuh dan berkembang seperti organisme. Paham ini jgua dianut oleh jepang dalam menjajah beberapa negara dalam rangka mendapatkan kekayaan alam negara-negara disekitarnya.

Skenario Geopolitik kedua ialah geopolitik pada perang dingin yang mengangkat tema gerakan anti-komunisme. Salah satu teori geopolitik berkembang saat itu ialah prinsip ‘Domino Theory’. Untuk mencegah meluasnya teori Domino tersebut maka salah satu elit pemerintahan Amerika Serikat saat itu, George F Kennan, mengusulkan suatu kebijakan ‘Containment’ yang bertujuan untuk menghalau satu persatu negara jatuh ke dalam Komunisme.

Selain itu, wujud strategi nyata Amerika Serikat dalam membendung arus Komunisme ialah membentuk pakta pertahanan dan keamanan di berbagai kawasan, salah satunya SEATO di Asia tenggara, dan NATO. Sedangkan melalui kekuatan ekonomi, Amerika Serikat mencangankan strategi Marshall Plan agar negara-negara pasca Perang Dunia II tidak jatuh ke dalam Komunisme Uni Soviet. Selama perang Dingin, tampak sekali peran teknologi dalam pertahanan dan keamanan negara yang mengijinkan persaingan persenjataan dan informasi dan teknologi antardua negara berlangsung sangat intens. Misal Uni Soviet berinovasi dengan menerbangkan pesawat ulang alik pertamanya bernama Sputnik, sedangkan Amerika Serikat mengejar persaingan melalui teknologi Apollo. Sementara Uni Soviet telah berhasil mendaratkan astronotnya ke Planet Mars, Amerika Serikat hanya mampu mengimbangi menjangkau bulan. Itu pun kemudian disinyalir sebagai suatu ‘hoax’.

Kesimpulan

Geopolitik dan geostrategi klasik sangat dipengaruhi oleh konteks situasi dan kondisi saat itu yang identik dengan kompetisi antarnegara, perkembangan teknologi transportasi—utamanya, dan ambisi negara untuk memperoleh titik strategis di kawasan tertentu di dunia. Setiap negara memiliki ambisi, dan saat itu teori geopolitik memiliki fitur yang mendukung ambisi setiap negara (asal) masing-masing. Fitur tersebut ialah: (1) konsentris dunia saat itu terkonsentrasi pada Eropa dan Amerika (pada perkembangan selanjutnya), dengan kata lain, ‘Euro-sentris’), (2) geopolitik saat itu tersituasi dari tiga elemen: sejarah, spasial, lokasi, dan strategis, (3) geopolitik saat itu cenderung menjustifikasi kebijakan luar negeri negara saat itu, misal ekspansi Hitler ke negara Eropa Timur dan Eropa Tengah, (4) Negara ialah aktor tunggal geopolitik saat itu, (5) perkembangan teknologi menjadi faktor pendorong utama kontruksi strategis geopolitik saat itu, dan (6) agensi geopolitik selalu diperuntukkan untuk membentuk Pan-regionalisme di kawasan tertentu.

Kata Kunci : air-power, land-power, water-power, heartland, lebensraum, organism geopolics

Guiding Question:

  1. ‘Time’ à aspek historis saat itu dan karakteristik masing2 negara asal pemikir geopolitik tersebut
  2. ‘Space’ à Utarakan situasi dan kondisi yang mempengaruhi pemikir geopolitik tersebut mengeluarkan konsep teoritisnya masing2!
  3. 3. Howà Bagaimana masing-masing pemikir geopolitik tersebut mengutarakan ‘technique secara politis dan strategis (baik secara kekuatan militer (land, sea, dan air force)) untuk mendukung teorinya
  4. Simpulan à Evolusi dan transformasi apa yang dibawa oleh masing2 pemikiran geopolitik tersebut. Hubungan kelebihan dan kelemahan masing-masing terhadap perkembangan geopolitik sekarang ini

Referensi

Cohen, Saul Bernard. 2002. “Geopolitics of The World System”. London: Rowman and Littlefield Publishers

Flint, Colin. 2007. “Introduction to Geopolitics”.. London: Routledge

———————————————————————————————————————————————————

Review Geopolitik dan Geostrategi Pertemuan ke-3

Macam2 geopolitik dan fasenya dapat diringkas sebagai berikut: (1) masa geopolitik klasik, (2) geopolitik perang dunia II, dan (3) geopolitik perang dingin. Pasca berakhirnya perang dingin, bukan berarti geopolitik telah mati. Teritori secara fisik masih berperan penting dalam perpolitikan internasional dan strategisnya.

Sumber daya alam

Sejak tahun 1950 telah makar suatu gagasan bahwa untuk menciptakan dunia yang damai, maka negara miskin (Selatan) perlu untuk ‘berkembang’ dan ‘modern(isasi)’, baik dalam konteks ‘human security’, memelihara dan mendukung hegemoni, untk kepentingan ekonomi Barat, atau untuk aliansi melawan komunisme (Slater, 2004: 57-79); Arts, 1994). Pasca perang dingin, persoalan ‘underdevelopment’ antara Utara-Selatan ini menjadi subyek utama dalam pemikiran geopolitik.

Pusat persoalan Utara-Selatan terletak pada akses tidak seimbang terhadap sumber daya, sebagaimana juga bentuk dari dominasi Barat, terkait reformasi dan regulasi ekonomi yan gmegarah pada perbedaan teori tentang dependensi dan neo-kolonialisme (slater, 2004: 128). Misalnya beberapa aktivitas Amerika Serikat di wilayah Teluk Persia secara langsung berkaitan dengan tatanan geopolitik tersebut, yang mana kebijakan ditujukan untuk mengamankan ekonomi minyak mentah (milik) Barat (Slater, 2004: 191; Agnew, 2002: 158).

Contoh nyata ialah konflik sumber daya alam yang tersituasi di perusahaan minyak Rusia, Gazprom. Gazprom mengurangi suplai gas ke Ukraina dan Eropa pada satu hari yang sama ketika negosiasi tentang pembaharuan kontrak diselenggarakan (NcR Handlesblad, 1 June 2006). Bukan hal yang disengaja pula apabila Rusia melakukan hal tersebut pada waktu bersamaan Ukraina cenderung mendekati Uni Eropa.

Geopolitik terkait konsep ‘underdevelopment’ ialah ‘sustainable development’, lingkungan, dan ‘fair chances for future generations regarding resources—dalam konteks environment free from pollution’ (Arts, 1994).

Geopolitics dan Globalisasi

Konteks geopolitik dalam globalisasi terkait dengan menurunya kapabilitas negara berkaitan dengan munculnya beragam aktor internaisonal, organisasi dan perusahaan—MNC dan TNC (De Pater, groote, dan Terlouw, 2002: 1680). Contoh realnya ialah ‘Banana Republics’.

The Rise of new great powers and New Forms of Government

Terkait dengan konteks ini, terdapat China yang muncul sebagai ‘challenger’ hegemoni baik secara ekonomi dan militer. Terlihat sekali dalam beberapa kasus misalnya ‘Google Security Breached’, propaganda ‘The Internet Freeedom’, kasus Nobel 2010 Liu Xiaobo, dan upaya AS untuk memaksa China mengapresiasi Yuan, menunjukkan bahwa masing-masing blok, utamanya Barat melakukan pendekatan yang sangat hati-hati terhadap China.

———————————————————————————————————————————————————

BAB IX

GEOSTRATEGI DAN GEOPOLITIK CHINA

Thanks to Fanny Angelia, karena telah membantu asistensi saya😀 ini hadiahnya

  • Strategi String of Pearl
  • Geostrategi dan Geopolitik di Afrika
  • Geostrategi dan Geopolitik di Asia Tengah
  • Geostrategi dan Geopolitik di Korea

Pertemuan  kesembilan, 19 Mei 2011

Pendahuluan:

Geopolitik suatu kawasan selalu mengalami dinamika dan fluktuasi melalui fase jatuh bangunnya rezim dan supremasi. Perang Dingin menandai jatuhnya sistem bipolar sekaligus jatuhnya supremasi Uni Soviet sehingga tatanan dunia internasional menjadi unipolar dengan sentral power terletak pada Amerika Serikat. Pada era Perang Dingin, kekuatanhardpower menjadi indikator utama kekuatan geopolitik suatu negara. Pada era abad 21, sumberdaya gas alam dan minyak menjadi komoditas strategis yang turut menentukan geopolitik dan strategi suatu negara.  China, misalnya sebagai salah satu aktor memiliki kapabilitas strategis ekonomi pasca liebralisasi ekonomi yang dicanangkan pada 2005 lalu, memiliki kepentingan nasional yang kompleks sekaligus komprehensif demi menjamin proyeksi sphere of influence di berbagai kawasan seperti Afrika, Asia Tengah dan Semenanjung Korea. Aspek penting yang menjadi fokus kajian strategi Amerika Serikat terkait dengan beberapa sektor penting seperti: (1) deposit minyak di Asia Tengah dan Afrika, (2) Afrika sebagai pasar potensial produk industri China, dan (3) menjamin kestabilan perdamaian di Semenanjung Korea.

Tujuan:

Mampu  menjelaskan strategi China di Afrika, Asia Tengah, dan Korea

 

Pembahasan Materi

Sudah menjadi hal umum dalam studi geopolitik dan geostrategi bahwa geostrategi suatu negara di suatu wilayah sangat ditentukan oleh dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Afrika, misalnya, China telah menjalin hubungan dengan Afrika sejak berlabuhnya kapal China yang dipimpin oleh Zheng He di pantai timur Afrika pada 1418. Pada awal abad 20, awalnya China masuk dengan ide-ide imperialisme. Misalnya pada 1950-1960, China menjalin hubungan dengan Afrika melalui pemberian bantuan militer dan isu ideologi. Pada 1980, China mengirim teknisi untuk pembangungan jalan kereta api antara Tanzania dengan Zambia Dar Es Salaam. Pada 1996, China menjadi investor minyak utama bagi Sudan melalui perusahaan minyaknya CNPC (China National Petroleum Corporation) dans aat ini saham China di persuahaan Greater Nile Petroleum sebesar 40%.

Hubungan China di kawasan Afrika juga menjadi semakin erat sejak 2004 diadakannya Konverensi Tingkat Tinggi antara China dan negara-negara Afrika. Pada 2006, China mengumumkan adanya hubungan Strategic Partnership China dan Afrika dalam Forum on China-Africa Cooperation (FOCAC) di bidang politik dan ekonomi yang dihadiri oleh 48 negara. Dengan demikian, secara umum dapat kita peroleh gambaran posisi strategis China bagi negara-negara di Afrika sangat kuat (Dw-World, 2007).

Adapun beberapa penjelasan yang menjelaskan motivasi strategis China di Afrika antara lain: (1) faktor ekonomi yang mana China memandang Afrika sebagai kawasan strategis dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan energi minyak sekaligus potensi pasar besar bagi produk-produk industri China, (2) faktor politik, memeperkuat bargaining positionChina di dunia internasional melalui dukungan banyak negara Afrika dalam berbagai keanggotaan rezim internasional, organisasi internasional, institusi internasional dan lainnya, (3) proyeksi China terhadap kawasan-kawasan lain seperti Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Asia Tenggara yang dinilai mengalami tren stagnasi, banyak pesaing dari Amerika, konvergensi militer Amerika Serikat dan lainnya (Gross, 1988).

Berbeda dengan Afrika, strategi China di Asia Tengah berdasarkan kondisi terkait jaringan pipa Asia tengah misalnya di Kazakshtan terdapat jalur Pipa gas yang terhubung hingga ke provinsi Xin Jiang di china. Berdirinya Shanghai Cooperation Organisation pada 2001 dengan keanggotaan sebagian besar berasal dari negara-negara Asia Tengah disinyalir sebagai proyeksi strategis China di kawasan tersebut sebagai usaha turut mengisi kekosongan kekuasaan pasca runtuhnya Soviet.

Secara keseluruhan geopolitik dan geostrategi China di berbagai kawasan terkait dengan sumberdaya alam sebagai komoditas ekonomi dunia (minyak dan gas) dapat diperoleh melalui pemahaman strategi String of Pearl  China. String of Pearl merupakan manifestasi peningkatan pengaruh geopolitik China melalui usaha untuk meningkatkan akses pelabuhannya dan bantuan udara, mengembangkan hubungan diplomatis khusus, dan modernisasi kekuatan militer yang memanjang dari Laut China Selatan melewati Selat Malaka, Samudra Hindia, hingga ke Teluk Arab (Pherson, 2011).

String of Pearl meliputi akses jalur “Sea-line” dan pelabuhan (“Pearls” menjadi metafora merujuk pada pelabuhan-pelabuhan strategis) yang dinisiasi oleh China bermula dari Selat Hormus, samudra Hindia, Selat Malaka, dan Laut China Selatan sedangkan “Pearls” merujuk pada pelabuhan strategis yang terletak di Pakistan (Gwadar Port), Sri Lanka (Hambantota Port), Bangladesh (Pelabuhan Kontainer di Chittagong), Burma (mendukung Burma sebagai suplier minyak), Kamboja (jalur kereta), dan Thailan di Kra Istmus (proyek dihentikan). Adapun tujuan utama strategi tersebut, String of Pearl, ialah untuk menjamin: (1) Energy-shipping minyak dan gas, (2) kelancaran jalur perdagangan internasional, dan (3) secara politik dan militer menjamin kepentingan penyebaran pengaruh di kawasan tersebut.

Ketiga hal tersebut merupakan implikasi dari proyeksi geopolitik saat ini antara lain: (1) ¼ dari jalur perdagangan barang internasional, misalnya tercatat terdapat 94.000 kapal termasuk kapal pengangkut minyak melewati Selat Malaka, dan (2) 30% transportasi minyak dilakukan setiap harinya melalui Teluk Arab.

Terkait dengan kondisi geopolitik di Semenanjung Korea dan konsekuensi logisnya terhadap geostrategi China di kawasan tersebut, Semenanjung Korea memuat sejumlah situasi dan kondisi antara dua negara yakni Korea Utara dan Korea Selatan yang sangat kompleks. Kompleksitas tersebut melibatkan adanya presites nasional, kebutuhan energi, konflik masa lalu dan dua peran kekuatan eksternal di kawasan tersebut, melibatkan pengaruh demokrasi yang berhadapan dengan komunisme. Banyak yang beranggapan bahwa Perang Korea sejak 1950 lalu belum berakhir ditandai dengan adanya ekskalasi konflik yang mengganggu kestabilan kawasan. Berbagai isu seperti percobaan senjata nuklir dan perbatasan menjadi dua isu terpenting yang mendominasi hubungan Korea Utara dan Korea Selatan. Kalkulasi geopolitik China yang berperan di kawasan tersebut sangat bermacam-macam, antara lain (1) kepentingan China untuk memaksa Amerika Serikat keluar Asia dan menetapkan Asia Timur sebagai bagian dari Sphere of Influence-nya China, (2) kepentingan China untuk tetap menjadikan Korea Utara sebagai daerah penyangga pengaruh Amerika Serikat di Korea Selatan dan basis militer AS di Okinawa, Jepang, dan (3) mendukung kebijakan One China Policy seputar perseteruannya dengan Taiwan. Terlepas dari ketiga hal utama di atas, China selalu mengedepankan strategi untuk tidak benar-benar berada dalam satu pihak tertentu (utamanya Korea Utara) maupun Korea Selatan, hal ini dijelaskan dalam peran China dalam Six Party Talks dan tidak terlalu berambisi untuk menjadi penengah konflik yang terlalu agresif. Dalam prakteknya, strategi China dalam diplomasi selalu mengedepankan mental “menyenangkan semua orang tetapi tetap egois” (Pleased everybody but stay egoist).

KESIMPULAN

Geostrategi suatu negara di suatu wilayah sangat ditentukan oleh dinamika dan fakta-fakta geopolitik di kawasan tersebut. Afrika, misalnya, China telah menjalin hubungan dengan Afrika sejak 1418. Pemberian bantuan militer, bantuan ekonomi, dan mendukung hubungan strategis antara China dan Afrika dalam keanggotaan organisasi internasional seperti PBB. Hubungan China di kawasan Afrika juga menjadi semakin erat sejak 2004 diadakannya Konverensi Tingkat Tinggi antara China dan negara-negara Afrika (Dw-World, 2007).

Motivasi strategis China di Afrika antara lain: (1) faktor ekonomi Afrika sebagai kawasan strategis dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan energi minyak sekaligus potensi pasar besar bagi produk-produk industri China, (2) faktor politik, memperkuat bargaining position China dalam berbagai keanggotaan rezim internasional, organisasi internasional, institusi internasional dan lainnya, (3) proyeksi China terhadap kawasan-kawasan lain yang dinilai mengalami tren stagnasi (Gross, 1988). Berbeda dengan Afrika, strategi China di Asia Tengah berdasarkan kondisi terkait jaringan pipa Asia tengah misalnya di Kazakshtan terdapat jalur Pipa gas yang terhubung hingga ke provinsi Xin Jiang di China. Shanghai Cooperation Organisation pada 2001 konsekuensi proyeksi strategis China di kawasan tersebut. Secara keseluruhan geopolitik dan geostrategi China di berbagai kawasan terkait dengan sumberdaya alam sebagai komoditas ekonomi dunia (minyak dan gas)  di berbagai kawasan dapat dirangkum dalam pemahaman strategi String of Pearl  China. String of Pearlmerupakan manifestasi peningkatan pengaruh geopolitik China melalui usaha untuk meningkatkan akses pelabuhannya dan bantuan udara, mengembangkan hubungan diplomatis khusus, dan modernisasi kekuatan militer yang memanjang dari Laut China Selatan melewati Selat Malaka, Samudra Hindia, hingga ke Teluk Arab (Pherson, 2011). Ketiga hal tersebut merupakan implikasi dari proyeksi geopolitik saat ini yakni jalur perdagangan barang internasional sebagian besar dilakukan melalui laut. Kepentingan dominan China di Semenanjung Korea selalu ditujukan menjaga sphere of influencenya dari campur tangan pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut sekaligus tidak memihak salah satu sisi tetapi tetap berpendirian tampil sebagai negara yang egois yang selalu lebih mementingkan negaranya sendiri daripada mengurusi negara lain, hal ini berbeda dengan prinsip politik luar negeri Amerika Serikat yang selalu ingin menanamkan pengaruhnya pada suatu kawasan dengan mencampuri urusan internalnya. China muncul dengan mengedepankan strategi diplomasi untuk tidak mencampuri urusan internal kawasan tertentu dan mengedepankan keuntungan yang bisa diperoleh dari pengaruh yang ditanamkan melalui hubungan bisnis, ikatan ekonomi, dan persamaan haluan politik.

Kata Kunci : geostrategi China, geopolitik China, Afrika, Asia Tengah, String of Pearls

 

 

 

Guiding Question:

  1. Apa itu The String of pearl strategy?
  2. Apa geopolitik dan geostrategi China di Africa?
  3. Apa geopolitik dan geostrategi China di Asia?
  4. Apa geopolitik dan geostrategi China di Korea?

 

Referensi

Christopher J. Pehrson, String of Pearls: Meeting the challenge of china’s rising power across the Asian littoral

Dw-World, 2007, Hubungan China-Afrika Lebih Untungkan China,

http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,3042763,00.html

Gross, John. 1988. The NewYork Times, August 26

2 thoughts on “Asistensi Geopolitik-Geostrategi 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s